Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Godaan


__ADS_3

# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘


*****


Ke esokan harinya, Sela kembali lagi mendatangi kantor Tomy. Ia tidak menyerah setelah gagal saat datang bersama bibi Tomy waktu itu. Namun wanita itu ditahan penjaga ketika ia mencoba menaiki lift eksekutif. Tak habis akal wanita itu memakai lift biasa untuk menuju ke ruangan Tomy. Ketika memasuki lift, Sela bingung karena tidak terdapat tombol lantai 29 dan 30 di lift itu. Sela pun memencet tombol 28, ia berencana akan menggunakan tangga darurat untuk menuju lantai 29.


Dengan napas sedikit ngos-ngosan, ia pun sampai di lorong lantai 29. Wanita itu melangkah dengan pasti menuju ruangan Tomy.


Yuni terkejut ketika melihat Sela yang datang tiba-tiba sudah hampir mendekati ruangan atasannya.


"Pak tahan tamu itu?!"


Perintah Yuni pada dua penjaga yang berdiri di depan pintu.


"Maaf, anda dia larang masuk?!"


Dua penjaga itu langsung pasang badan untuk menghalangi Sela masuk ke dalam.


Sikap Yuni yang menahan tujuannya membuat Sela kesal.


"Aku ingin masuk ke ruangan mas Tomy. Ada barangku yang tertinggal di dalam sana?!"


Ujar Sela menatap sinis Yuni.


"Maaf bu, tidak seorang pun di ijinkan masuk tanpa perintah dari bapak. Harap ibu maklum dan bisa bekerja sama"


"Barangku bukan barang biasa. Aku yakin gelang permata berlianku pasti terjatuh di dalam ruangan ini?!"


Ujar Sela menegaskan dengan wajah kesal.


"Kalau begitu, saya akan coba carikan. Mohon ibu untuk menunggu disini"


Ujar Yuni kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam.


Dengan kesal Sela mau tidak mau mengikuti saran Yuni menunggu di luar sambil melipat tangan di dada.


Percuma lu cari sampai kiamat juga nggak bakal ketemu...(Batin Sela)


Wanita itu mengamati pergerakan Yuni mencari barang yang ia sebut tadi dari luar. Sela tersenyum tipis, merasa Yuni tidak dapat menemukan barangnya Sela pun menerobos masuk ke dalam ruangan itu.


"Minggir!!"


Dengan mendorong sekuat tenaga, dua penjaga itu pun sesaat terpisah hingga memberikan celah untuk Sela bisa masuk ke dalam.


"Bu, mohon tunggu di luar?"


Pinta Yuni ketika melihat Sela dengan langkah cepat sudah masuk kedalam ruangan.


"Berisik!!"


Sela tidak peduli dengan permintaan Yuni, ia pun mencari barang yang ia maksud dengan melihat dan membuka setiap celah sofa tempat yang memungkinkan gelangnya terletak di situ.


"Ada apa ini?!"


Kedatangan Tomy mengejutkan Yuni namun membuat Sela tersenyum dalam hatinya.


"Maaf pak, ibu ini kehilangan perhiasannya. Dan ia mencarinya disini karena ia yakin tertinggal di sini"


Jawab Yuni melaporkan yang sebenarnya terjadi.


"Maaf ya mas jika aku ganggu. Tapi gimana ya? Gelang permata berlian itu berharga banget buat ku"


Ujar Sela membela diri.

__ADS_1


"Romi bantu cari, dan temukan secepatnya"


Ujar Tomy agar wanita itu segera pergi dari hadapannya.


"Baik pak"


Romi lalu membantu Yuni mencari gelang yang di maksud. Namun sepertinya gelang itu begitu sulit di temukan.


Sela mencari gelang di dekat meja Tomy.


"Oh, itu?!"


Ujar Sela langsung mendekat kursi yang sedang di duduki Tomy.


Ia pun berjongkok untuk memungut sesuatu dan...


"Ketemu?!"


Sela menunjukkan pada Tomy gelang yang ia maksud. Namun saat ia mencoba untuk bangun tiba-tiba...


"Kreekk!"


Dres mini yang ketat dan tipis itu sobek di bagian bokong nya hingga memperlihatkan bokong indahnya yang di tutupi cela*na da*lam tipis berwarna merah dengan renda di sekeliling nya.


Romi, Yuni dan Tomy mendengar jelas suara sobekkan itu. Sela segera berdiri dan berbalik badan membelakangi Tomy. Ia menutupinya dengan tangannya agar terlihat tidak sengaja memperlihatkannya pada Tomy. Padahal wanita itu memang sebenarnya sengaja agar Tomy bisa melihat keindahan itu di banding para sekretarisnya.


Tomy berpaling ia tahu tujuan dari wanita itu.


"Kalian keluarlah... dan Yuni pesan pakaian untuk nona Sela"


"Baik pak"


Romi dan Yuni segera meninggalkan ruangan.


"Iya mas"


Sela hendak melangkah kakinya namun tiba-tiba high heels nya goyang hingga ia jatuh ke pangkuan Tomy.


Posisinya jatuhnya sangat tepat, bokongnya yang hanya dilapisi cela*na dal*am begitu terasa menduduki kejantanan milik Tomy.


Wanita itu berusaha bangun dengan bergerak dan perlahan menggesekkan bokongnya di atas batang tumpul yang sedang tertidur itu.


Tomy akhirnya membantu mengangkat tubuh wanita itu untuk menyingkir dari pangkuannya.


Cih..! Masa nggak mempan? Apa dia impoten?! Kali ini pasti bangun...


Begitu bangun Sela langsung duduk kembali kepangkuan tapi kali ini ia menghadap ke arah Tomy. Kakinya yang terbuka lebar membuatnya lebih leluasa menggesek bagian intimnya di area kejantanan Tomy berada.


Belahan baju tipis itu terbuka lebar hingga menyembulkan dua bukit yang masih tertutup bra seksi yang senada dengan cela*na da*lamnya. Sela men*de*sah untuk memancing hasrat Tomy pada dirinya.


"Hentikan!"


Ucap Tomy datar lalu mengangkat tubuh wanita itu agar tidak menduduki tubuhnya.


Tomy langsung melangkahkan menjauh dari wanita itu.


"Duduk di tempat semestinya, atau aku akan menyuruh Romi memaksamu untuk duduk?!"


Ucap Tomy dengan nada dingin tanpa melihat ke arah Sela.


"Ck...!"


Sela menghentakkan kakinya lalu melangkah menuju sofa dan duduk disana sambil melipat tangan di dada dengan wajah kesal.

__ADS_1


Tidak beberapa lama setelah Sela duduk, Yuni mengetuk pintu dan memberikan pakaian baru kepada Sela.


Wanita itu lalu ke toilet di ruangan itu dan berganti pakaian disana.


"Tunggu disini sampai dia selesai. Setelah itu, pastikan dia langsung menuju lift"


"Baik pak"


Jawab Yuni.


Setelah berkata demikian, Tomy masuk sebuah ruangan yang ada dalam ruangannya itu. Itu adalah wadrobe room, ruangan kecil yang dilengkapi dengan beberapa pakaian ganti serta tempat tidur berukuran single untuknya beristirahat sejenak jika ia merasa kurang nyaman.


"Ck...!"


Tomy berdecak sambil melihat ke arah celana di bagian area kejantanannya. Di sana ada bercak basah milik Sela yang tertinggal di celana itu.


Tomy lalu mengganti celana lama dengan yang baru, dan membuang celana itu ke tempat sampah.


Seketika Tomy traveling, tiba-tiba saja ia membayang Humairalah yang melakukan hal tadi pada dirinya. Junior pun terbangun dari tidurnya, menegang hingga mengetatkan celana yang baru saja ia gunakan.


Hah, ini gila... (batin Tomy)


"Kau bersabarlah...,lubang mu sedang tahap renovasi. Jadi sebaiknya kau tidur lagi lebih lama"


Gumam Tomy pada batang tumpulnya.


*****


Dengan langkah cepat Sela memasuki mobilnya. Didalam mobil ia memukul-mukul stir mobilnya dengan tangannya geram.


"Sial?! Aku di permalukan olehnya. Awas saja kau Tomy... aku akan balas perlakuanmu hari ini padaku?!"


Ucap Sela geram dengan wajah memerah penuh amarah.


"Padahal aku sudah sangat ingin melakukannya tadi, bisa-bisanya batang tumpulnya tidak terpengaruh sedikitpun dengan ransa*ng*an milikiku, huh?!"


Wanita itu lalu mencari cara bagaimana agar ia bisa membalas Tomy hingga lelaki itu tunduk pada dirinya.


Terlintas sebuah ide yang membuat wanita itu tersenyum.


"Kali ini aku harus bekerja sama dengan bibi, aku yakin bibi akan setuju dengan ide ku ini"


Gumam Sela penuh keyakinan.


Perlahan wajahnya pun tersenyum membayangkan ide itu akan berjalan lancar sesuai keinginannya.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2