Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Masa-Masa Indah


__ADS_3

Seminggu di Bali lantas tidak mengakhiri masa honeymoon Dika dan Yasmin. Setelah kembali dari perjalanan honeymoon mereka, bulan madu masih berlanjut di rumah baru yang di hadiahkan Tomy untuk Dika.


Apartemen milik Dika ia sewakan. Lantai atas butik tempat tinggal Yasmin ketika masih gadis kini di jadikan ruang istirahat ketika sedang bekerja di butik saja.


Aroma kopi menyeruak di dalam kamar hingga membangunkan Dika yang tadinya masih terlelap. Yasmin duduk di pinggiran tempat tidur sambil membelai lembut pipi Dika, hingga membuat lelaki itu tersenyum dan meraih tangan itu lalu mengecupnya.


"Bangun yuk, kita sarapan?"


"Aku masih ngantuk"


Jawab Dika dengan mata terpejam.


"Ayolah...perutku udah keruyukan loh yank?"


Dika membuka matanya melihat raut wajah istrinya di pagi itu.


"Kamu manis walau cemberut begitu"


Ujar Dika dengan tatapan menggoda melihat bibir Yasmin yang manyun kedepan.


"Gombal mulu, nggak kenyang aku"


Dika lalu bangun dan langsung menangkap bahu Yasmin dan membuat wanita itu terbaring di tempat tidur mereka. Yasmin tahu maksud Dika melakukan hal itu. Pastilah lelaki itu ingin melakukan hubungan suami isteri di pagi itu.


Ya Allahl... Belum cukup apa 3 ronde tadi malam


"Sekali lagi ya?"


Pipi Yasmin merona meski hatinya ingin menolak karena pinggangnya masih sakit akibat pergulatan yang tiada henti setelah mereka menikah.


"Ini masih pagi loh yank..."


"Anggap saja kita sedang olah raga pagi. Melakukan aktifitas itu juga olah raga kan?"


"Ya tentu saja, olah raga yang sangat kamu senangi..."


Ujar Yasmin sambil melihat ke arah lain.


Ucapan Yasmin itu membuat Dika terkekeh. Melihat sikap isterinya yang seperti itu membuatnya tampak lebih menggemaskan di matanya.


Perlahan Dika melepas piyama yang dikenakan Yasmin. Satu persatu kancing baju ia lepas sambil melu*mat bibir isterinya pagi itu. Hingga dua bukit kembar pun menyembul dan menggairahkan Dika untuk segera mencicipinya.


Desa*han Yasmin sayup-sayup mulai terdengar hingga antena bawah Dika mulai menegang bagai telah menerima sinyal. Keduanya mulai di mabuk gairah asrama dan melupakan nyanyian keroncong perut yang minta di isi. Erangan kenikmatan semakin jelas terdengar ketika jari Dika menyentuh bagian intim Yasmin yang telah basah. Tanpa membuang waktu Dika langsung memasukan kejantanannya dan melakukan aksinya.


Keringat bercucuran dengan napas terengah-engah ketika pemuda itu telah selesai menjalankan misinya. Namun kemudian ia langsung mengangkat tubuh Yasmin membawa ke kamar mandi bersama dirinya.


"Sepertinya di bathup akan lebih menyenangkan"

__ADS_1


Ujar Dika sambil mengedipkan sebelah matanya kembali menggoda sang isteri.


"Haaah....lagi yank?! Bisa gila aku!"


Gerutu Yasmin namun ditanggapi Dika dengan terkekeh sambil melangkah menuju kamar mandi.


Selama ini Dika cukup menahan hasratnya kepada Yasmin semenjak mereka memutuskan untuk pacaran. Dika menghormati permintaan Yasmin yang tidak ingin melakukan hubungan bebas sebelum ada ikatan sakral. Apa lagi Dika dulunya adalah playboy yang tidak jauh dari hubungan bebas. Tentunya menahan hasratnya tidaklah mudah. Terlebih tubuh Yasmin yang ideal dan parasnya yang cantik namun sederhana merupakan tipe wanita yang di inginkan Dika.


*****


Malam itu Tomy masih sibuk menelpon Romi dan Wandi padahal ia sudah berada di rumah. Dika yang memperpanjang masa bulan madunya, dengan sengaja mematikan ponselnya setelah meninggalkan pesan singkat untuk sang abang.


Dika : Bang...


Dika : Abang adalah panutan hidup aku


Dika : Abang adalah jagoan yang bisa di andalkan


Dika : Nambah 2 minggu lagi ya bang. Dan jangan dipotong gaji, kasian Yasmin ntar nggak makan


Dika :CU bang😚💕


Humaira mengeryitkan dahi melihat Tomy berdecak sambil melonggarkan dasinya.


"Kenapa mas?"


"Tidak ada apa-apa, hanya sedikit kesal dengan kelakuan bocah gila"


Ujar Tomy dengan santainya saat menjawab pertanyaan isterinya.


Bocah gila? Ini pasti Dika..


Dalam keluarga itu, yang selalu membuat ulah adalah Dika hingga Tomy menggelarnya bocah gila. Namun ungkapan itu tidak serta merta menunjukan bahwa Tomy tidak menyukai Dika. Malah sebaliknya, pemuda itu mendapatkan posisi bagai adik kandung oleh Tomy yang ternyata sangat menyayanginya.


"Dika ya?"


"Hmm..."


"Kenapa lagi dia?"


Tomy memberikan smartphonenya untuk memperlihatkan pada Humaira pesan yang dikirim Dika untuknya.


"Hahaha..."


Humaira tergelak melihat emot yang di kirim Dika.


"Sudahlah mas..., dia lagi jalani masa-masa indah. Biarin aja. Toh Ntar dia masuk pasti nggak akan sibuk sendiri. Lagi pula kredibilitas Dika pada pekerjaannya juga tidak mengecewakan"

__ADS_1


"Kalau begitu apa aku juga ikut cuti seperti dia?"


"Mulai deh..., mas mau bunuh Romi dan Wandi apa dengan pekerjaan. Kasian loh mereka juga cuma bisa cuti setahun sekali. Jangan bilang mas udah ngasi bonus dobel. Tetap aja mereka bukan robot mas"


"Hehehe, tahu aja kamu sayang apa yang aku pikirkan"


"Tahu dong...,mandi ya? Setelah itu kita makan malam. Ntar sebelum tidur aku pijitin mas biar mas nggak terlalu kecapean"


"Makasih sayang, kamu isteri yang pengertian"


Puji Tomy lalu mencium pipi isterinya. Lalu ia pun beranjak ke kamar mereka dan segera mandi untuk membersihkan diri.


Tidak lama Tomy datang dengan aroma wangi segar setelah mandi. Mereka pun lalu makan malam bersama dengan putra mereka Gibran dan Umi.


"Mi, tidak ada kepikiran untuk menikah?"


Penyataan Tomy yang tiba-tiba membuat Umi dan Humaira tersedak.


"Uhuuk, uhuk... uhukk!!"


"Minum sayang..."


Tomy segera menyodorkan air putih untuk Humaira.


"Siapa yang mau sama Umi pak? Hidup seperti ini aja Umi udah bahagia"


"Akan lebih bahagia kalau Umi menikah dan punya keluarga sendiri. Aku tidak bermaksud mengusir Umi dari sini. Tapi aku ingin Umi bahagia, bahkan Umi boleh membawa suami Umi nanti untuk tinggal di sini"


Hening, ucapan Tomy yang tidak bermaksud menyinggung malah menjadikan suasana makan malam itu menjadi tidak enak.


"Aaah, maaf kalau aku berkata seperti ini. Sungguh aku tidak memiliki maksud lain selain ingin orang-orang disekitarku bahagia. Sebenarnya aku telah mencarikan Umi dokter bedah plastik yang bisa mengubah paras Umi. Itu juga jika Umi mau"


Ucapan Tomy langsung di sambut senyum lebar Humaira. Wanita itu tak menyangka suaminya juga ikut memikirkan kakak angkatnya. Humaira yang tadinya tidak menyukai ucapan Tomy yang seakan-akan ingin Umi meninggalkan mereka, ternyata hanyalah kesalah pahaman pemikirannya semata.


"Umi...."


Humaira menatap Umi dengan harap agar wanita itu mau menerima tawaran suaminya untuk melakukan operasi plastik.


"Maafkan aku yang selalu merepotkan Hum, dan bapak. Bapak sungguh sangat baik, bagaimana nanti aku membalas kebaikan bapak?"


Ujar Umi sambil berkaca-kaca mengatakan isi hatinya.


"Cukup dengan kamu bahagia, maka Humaira juga akan ikut bahagia. Kebahagian isteriku adalah yang utama. Dia bahagia maka aku juga akan bahagia"


NOTES :Aku ngenes, bang Tomy aku mau jadi yang ke dua😭. Kenapa aku nulis kata-kata Tomy kayak gitu ya? Baper sendiri 🥲


✨LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊

__ADS_1


✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗


__ADS_2