Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Hukuman


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian itu, kesehatan Yasmin perlahan mulai membaik. Semua upaya di kerahkan Dika untuk mengobati isterinya dalam bentuk fisik mau psikisnya.


Keluarga Yasmin yang datang merawat  ikut membantu dalam proses penyembuhan psikisnya.


Untuk menghilangkan trauma Yasmin, Dika menjual rumah pemberian Tomy hadiah pernikahannya. Atas saran Tomy, Dika membeli lagi rumah di kawasan rumah Tomy dengan sedikit tambahan bantuan dari abangnya.


Dika mempekerjakan beberapa orang untuk keamanan rumah barunya, serta memasang banyak CCTV untuk menambah keamanan mereka.


Lalu di hari selasa pagi pukul 09.00 sidang perkara penganiayaan serta percobaan pembunuhan pun di gelar dengan Rima sebagai tersangka utamanya.


Sesuai dengan janjinya, Tomy tidak akan membiarkan Rima lolos dari hukuman berat. Dengan usaha dan kerja samanya bersama para pengacara yang ia sewa, serta dengan bukti-bukti dari CCTV yang berhasil di ambil di rumah Dika, Rima pun di jatuhi hukuman seumur hidup apabila ia di dapati tidak mengalami gangguan jiwa.


Karena psikologinya terganggu, ia mendapatkan pengobatan di RSJ dan di tempatkan di dalam ruang isolasi khusus tanpa bisa di jenguk oleh siapapun. Selama ia dinyatakan sakit jiwa, pengobatannya akan terus berada dalam  pengawasan kepolisian.


Penjatuhan hukuman untuk Rima membuat Dika kecewa karena ulah gadis itu nyawa bayinya melayang dan nyaris membunuh isterinya juga.


Namun dalam Pasal 44 KUHP menyatakan pengidap gangguan jiwa tidak bisa dipenjara. Ketika pelaku memang mengalami gangguan jiwa maka ada enam tahap, pertama kepolisian, kedua kejaksaan, ketiga pengadilan, keempat dikembalikan kejaksaan, kelima ke lapas, dan terakhir proses persidangan. Ketika dalam persidangan terbukti gila, maka baru bisa dibebaskan.


Semua prosedur itu telah di lakukan, dan hasilnya Rima memang mengidap gangguan jiwa yang berawal dari OLD yang ia idap.


Orang yang mengidap gangguan jiwa dapat saja melakukan pembunuhan atau penganiayaan karena mereka sulit mengendalikan diri, prilaku, emosi dan pikirannya. Sehingga mungkin saja melakukan tindakan berbahaya bagi orang lain maupun dirinya.


Ibu Juan menangis karena ia tidak menyangka anak gadisnya akan mengalami gangguan jiwa. Juan tidak bisa berbuat apa-apa karena ia sendiri melihat bagaimana adiknya melukai Yasmin. Mereka hanya bisa pasrah menerima keputusan pengadilan.


Di Rumah Sakit Jiwa, Rima di masukan ke dalam ruang isolasi khusus. Bahkan dirinya pun tidak di bebaskan dalam ruangan khusus untuknya. Semua itu merupakan upaya agar tidak terjadi hal yang dapat melukai orang lain dan dirinya sendiri.


*****


Hampir empat minggu berlalu, Yasmin dinyatakan sudah bisa di rawat jalan. Dika pun membawa isteri tercintanya pulang kerumah baru mereka.

__ADS_1


Rumah baru mereka lebih besar dari rumah sebelumnya. Karena itu, Dika memutuskan untuk mengajak ayah dan ibu serta adik Yasmin untuk tinggal bersama mereka. Tentu saja keputusan itu disambut hangat kedua orang tua Yasmin. Mereka tidak ingin lagi sesuatu hal buruk terjadi pada putri mereka.


Suasana yang ramai akan membuat Yasmin lebih terhibur dan tidak merasa ketakutan. Apalagi di kelilingi oleh orang-orang terdekatnya.


"Lalu bagaimana dengan rumah di Surabaya?"


Tanya Yasmin pada kedua orang tuanya serta Dika.


"Disana ada adikmu Kinar dan Aisyah tante mu"


"Apa Kinar baik-baik saja bu?"


Yasmin menanyakan kabar adiknya Kinar kembaran Yoga.


"Hadeh, semenjak butik disana kamu serahin ke dia, dia menjadi gila kerja sekarang. Bahkan tantemu Aisyah juga ikut-ikutan"


Yasmin tersenyum mendengar penuturan sang ibu. Tak heran jika tantenya berperilaku sama dengan Kinar adiknya, karena usia mereka hanya terpaut 2 tahun.


Ujar Dika menyarankan.


"Ibu terserah nak Dika saja. Apapun keputusan nak Dika dan Yasmin jika itu yang terbaik, ibu dan ayah akan mengikutinya. Lalu kapan kalian akan ke Korea?"


Tanya ibu yang mendengar bahwa Dika akan membawa Yasmin untuk melakukan operasi plastik di wajahnya akibat bekas sayatan yang di lakukan Rima.


"Secepatnya, sedang Dika urus bu. Dan mungkin kepergian kami sedikit lama untuk proses penyembuhan Yasmin"


Ujar Dika menjelaskan.


"Iya nggak apa-apa, ibu ngerti. Kamu sedang mengusahakan yang terbaik untuk Yasmin. Tapi apa hanya Yasmin?"

__ADS_1


Tanya sang ibu karena sedari tadi Dika tidak menyebutkan tentang bekas sayatan di wajahnya.


"Iya bu Yasmin saja. Dika nggak berniat untuk mengubah penampilan Dika yang sekarang. Karena wajah Dika membawa bencana untuk Yasmin, jadi biarlah seperti ini aja"


"Hiks... hiks... yank..."


Yasmin menangis mendengarkan penuturan Dika yang menyalahkan dirinya atas kejadian itu.


"Nggak apa-apa sayang, ini hukuman buat ku. Lebih baik wajahku cacat dari pada harus melukai mu lagi"


Ujar Dika sambil mengusap air mata di pipi Yasmin.


Ibu pun menitikkan air mata, terharu akan kehidupan rumah tangga yang dijalani putrinya bersama Dika.


Dika tidak beduli akan penampilan wajahnya. Bahkan karyawan-karyawan kantornya yang dulu sering melirik Dika kini menjadi segan dah takut melihat tampang Dika yang sekarang. Apalagi Dika sudah jarang tersenyum kepada orang lain.


*****


Akibat perbuatan Rima, ibu Salmah dan Juan mendapat perlakuan bulan-bulanan warga sekitar. Bahkan mereka di usir dari sana karena warga tidak ingin mengalami kejadian menyeramkan jika Rima keluar dari RSJ.


Juan memutuskan untuk menjual rumah mereka dan membeli rumah yang sedikit lebih kecil dari rumah yang


mereka jual. Lokasinya sangat jauh dari tempat sebelumnya.


Juan ingin memulai hidup baru dengan membuka usaha rumahan bersama ibunya. Keinginannya untuk bersama Cindy sementara ia kubur dalam-dalam. Karena kasus Rima, ayah Cindy jadi berpikir dua kali untuk menerima Juan bersama Cindy. Padahal Cindy dan Juan sudah merajut cinta selama 4 bulan terakhir.


"Hiks... hiks..., ibu nggak habis pikir. Selama ini Rima tidak pernah tergila-gila pada lelaki manapun seperti sekarang ini. Tapi kenapa hanya sekali bertemu pemuda itu, Rima menjadi berubah seperti ini"


Ibu Salmah menangis meratapi nasib Rima putrinya.

__ADS_1


"Bu, selama ini Rima nggak pernah serius berpacaran dengan lelaki manapun. Ia hanya sekedar bermain-main dengan mereka. Namun begitu melihat Dika, dia langsung jatuh cinta. Dia nggak pernah merasakan hal itu sebelumnya hingga ia tidak bisa mengontrol emosi perasaannya. Cintai itu kian tumbuh. Apalagi Rima yang tidak pernah di tolak oleh lelaki yang ia inginkan, mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan tentu menjadi pukulan berat dalam hatinya. Maka dia pun berusahan mendapatkan hati Dika dengan caranya. Dan cinta itu lama-lama berubah menjadi obsesi. Dan lambat laun tanpa penanganan yang tepat hal itu bisa menjadi sebuah awal dari sebuah tragedi"


✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊


__ADS_2