Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Cemburu


__ADS_3

Rutinitas kesibukan tidak pernah lepas dari orang-orang yang mencari nafkah atau orang-orang yang berusaha mengejar harapan dan impian mereka.


"Ting"


Suara notif dari handphone Yasmin.


Dika : mau makan siang bareng hari ini?


Yasmin : Aku udah ada janji sama temenku mau survei bahan di pasar.


Dika : Cowok?


Yasmin : Kepo


Dika : Aku temenin


Yasmin : nggak usah, kamu kan sibuk banget. Ntar di marahin bang Tomy mangkir mulu


Dika : Aku beresin kerjaan ku secepatnya


Yasmin : Aku nggak maksa


Dika : Aku yang mau


Yasmin : Malam aja kita makan bareng sama kak Nia


Dika : Beda, itu bertiga. Aku mau berdua aja ma kamu


Yasmin : Ya udah setelah itu kita mampir ke rumah kak Nia


Dika : Nice. see u.. sunshine...


Obrolan Dika pagi itu membuat Yasmin berpikir untuk menjalankan strategi yang di berikan kak Nia. Yasmin yang juga memiliki perasaan terhadap tidak mau memiliki hubungan yang rumit bersama Dika. Walau sebenarnya ia kecewa dengan kelakuan pemuda itu yang suka berganti pasangan, namun Yasmin berharap dengannya Dika dapat berubah menjadi lebih baik.


Yah, masa lalu hanyalah masa lalu yang menjadi jejak dalam proses perjalanan kehidupan seseorang. Tidak ada yang dapat merubah apalagi menghilangkan jejak masa lalu itu. Namun kenangan masa lalu dapat memudar jika kita menapaki kini esok dan seterusnya dengan sesuatu yang lebih baik.


"Hei... udah lama nunggu?"


Sapa seorang gadis pada Yasmin yang sedang duduk di sebuah kafe.


"Nggak juga, pa kabar kamu Rin?"


"Aku baik, seneng deh akhirnya temenku udah mulai sukses"


Yasmin dan temannya Ririn berpelukan karena sudah lama tidak bertemu.


"Alhamdulillah..., semua berkat doa kalian juga. Maaf ya aku menghubungi mu mendadak nggak tahu nih mau minta tolong ke siapa. Aku cuma teringat kamu yang jago banget ngublek-ngublek pasar dulu. Hehehe..."


"Ilih kamu, kayak aku orang lain aja. Aku malah seneng di ajak beginian. Yuk... langsung aja, siap-siap gempor tu kaki ya.."


Ajak Ririn sambil bercanda.


"Gendong kalau gitu..., hehehe..."


Mereka lalu pergi menuju pasar dimana terdapat banyak sekali penjual bahan kain dengan kualitas berbeda-beda.


*****


"Pak Dika ini data tempat distributor barang kita yang bapak minta"


Ujar Sela bawahan Dika bagian penanganan data.


Dika menerima berkas itu lalu memeriksanya sebentar. Di antara daftar pemilik beberapa distributor itu ada nama yang tidak asing menurut Dika.


"Aku akan ke lapangan. Wan, siapkan mobil segera"


"Baik pak"


Jawab Wandi sekretaris Dika.


Dika lalu menuju ke beberapa tempat sesuai dengan data yang diberikan Sela padanya.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu pak?"


"Kami dari Auto World Company, sudah membuat janji dengan pak Galih Gunawan"


"Oh, silahkan masuk pak..."


Pegawai itu mempersilahkan tim Dika untuk masuk ke ruangan Galih Gunawan yang di sebut tadi.


"Sudah gue duga, elu rupanya...?!"

__ADS_1


Sapa Dika ketika menemui seseorang yang sangat ia kenal.


"Loh Dika? Lu dari AWC? Pa kabar bro?!"


Mereka pun berjabat tangan penuh semangat setelah lama tak bertemu.


"Gue baik, wah... sukses ya sekarang?"


"Apaan, lu yang sukses. Dah jadi bos-bos ya, bisa-bisanya masuk AWC yang keren gitu?!"


"Jadi enaknya kita sekalian makan siang aja gimana? Sekalian reuni?"


"Boleh"


Mereka pun beranjak pergi mencari restoran yang banyak di gemari muda-mudi masa kini. Obrolan mengenang masa lalu pun tak luput dari bahasan setelah mereka selesai membahas pekerjaan.


Arah mata Galih terfokus pada gadis yang baru saja masuk ke dalam restoran yang sama. Obrolan Dika tidak lagi didengarnya dengan fokus karena sosok gadis yang mencuri pandangannya.


"Sebentar Dik, gue ngeliat cewek gebetan gue dulu"


Ujar Galih meminta ijin meninggalkan Dika sesaat untuk menghampiri gadis itu. Galih pun segera beranjak dari duduknya untuk mendekati gadis yang baru saja mendapatkan tempat di restoran itu. Dika menatap ke mana Galih pergi. Pemuda terkejut ternyata Yasmin dan seorang temannya lah yang di datangi oleh Galih.


Dika membalik badan sambil meneguk minumannya. Melihat Yasmin tersenyum pada Galih membuat Dika merasa kesal. Dika mendirikan smartphonenya bertahan pada gelas minumannya untuk melihat perbincangan antara Yasmin dan Galih melalui pantulan layar hand phonenya.


Melihat tawa Yasmin dan Galih semakin membuat Dika memanas, Pemuda itu pun menumbangkan hand phonenya ke atas meja tak ingin melihat wajah bahagia keduanya.


"Yes, gue seneng banget akhirnya gue bisa dapet nomer hand phonenya bro...?!"


Ujar Galih saat kembali duduk bersama Dika.


"Emang siapa sih?"


"Inget nggak dulu gue pernah cerita ada cewek yang pengen gue deketin tapi gue nggak pede karena belum mapan? Nah ni dia ceweknya. Cantik kan bro, namanya Yasmin..."


Deg, aliran darah Dika rasanya semakin naik hingga mendekati ubun-ubun. Sorot matanya tajam meski bibirnya tersenyum.


"Masih jomblo bro, ini kesempatan gue?!"


Ujar Galih bersemangat dengan wajah tersenyum bahagia.


Dika yang mendengar ucapan Galih semakin kesal karena Yasmin mengatakan dirinya jomblo.


"Semoga berhasil bro, sorry nih.. gue nggak bisa lama-lama. Masih ada distributor lain yang mesti gue samperin"


Mereka pun berjabat tangan. Dika lalu beranjak melewati pintu samping agar tidak terlihat oleh Yasmin.


Di dalam mobilnya Dika mengepalkan tangannya. Cukup lama pemuda itu di dalam mobil hingga supir pun memberanikan diri untuk bertanya karena bingung.


"Kita nggak jalan pak?"


"Sebentar lagi"


Kata Dika fokus menatap arah pintu restoran.


Dika ternyata menunggu Yasmin keluar lalu mengikuti kemana gadis itu pergi. Setelah mengetahui Yasmin kembali ke butiknya, barulah Dika meneruskan pekerjaannya.


*****


Malam yang di nantipun tiba. Hujan lebat yang membasahi bumi tak menghentikan langkah Dika untuk menghampiri Yasmin atas janji mereka malam itu. Sedan hitam terparkir rapi di depan ruko butik milik Yasmin.


Selama ini pemuda itu membantu Yasmin saat butik sudah tutup. Dika yang datang menjemput Yasmin saat butik masih buka tentu saja menjadi pusat perhatian karena wajah tampannya. Para pegawai wanita yang terpesona akan wujud visual Dika, mengambil foto pemuda itu, lalu menguploadnya ke medsos mereka. Like dan komentar pun membanjiri postingan mereka.


"Sudah siap?"


Tanya Dika pada Yasmin.


"Hujan loh..."


Jawab Yasmin sambil memandang keluar jendela.


"Kan pake mobil..."


"Ya udah..."


Mereka lalu pergi ke sebuah restoran dengan nuansa romantis untuk makan bersama. Untuk saja di daerah itu tidak sedang turun hujan hingga mereka bisa duduk di tempat terbuka yang Dika pilih. Yasmin yang di perlakukan manis oleh Dika tersenyum dengan lembut.



"So weet ya..."


"Buat mu tentu aja..."

__ADS_1


"Sama cewek lain gini juga?"


Tanya Yasmin sedikit kesal.


"Dulu, sekarang nggak Lagi. Just for you now... "


"Yakin?"


Yasmin mulai mengikuti alur gombalan Dika sambil tersenyum menatap pemuda itu yang meraih jemarinya.


"Dika!!! Siapa perempuan ini?!!"


Yasmin dan Dika terkejut saat seorang gadis menghampiri mereka dengan marah sambil menunjuk ke arah Yasmin.


Dika langsung melihat ke arah Yasmin yang mulai terlihat kesal.


"Jangan kemana-mana oke? Dan lu ikut gue?!"


Pinta Dika pada Yasmin dan langsung menyeret Cindy menjauh dari Yasmin.


"Siapa lagi perempuan itu Dik?"


"Jangan ikut campur urusan gue Cin?! Udah gue bilang kan ke lu bahwa kita nggak ada hubungan apa-apa?!"


"Enak aja kamu bilang gitu setelah kita udah sering melakukan?! Br*ngsek kamu Dika!!"


"Kita melakukannya suka sama suka, just for fun oke?! Dan gue nggak pernah ngajakin lu pacaran!!"


"Nggak ada yang boleh milikin kamu kecuali aku!! Aku bakal habisi tu cewek?!"


"Sakit jiwa lu?!"


Setelah perdebatan panjang akhirnya Cindy pergi meninggalkan Dika. Pemuda itu pun lalu kembali menghampiri Yasmin. Namun sayangnya, Yasmin sudah tidak lagi ada di tempat itu.


"Oh.. ****!!"


Dika menjambak rambutnya frustasi. Rencana penembakkannya gagal malam itu karena Cindy.


*****


Cindy berjalan mondar mandir sambil menggigit ujung kuku jari tangannya. Pikiran kalut melihat Dika bersama gadis lain. Dika yang selama ini mengabaikan pesan dan telepon darinya membuat gadis itu berang, di tambah lagi melihat adegan romantis Dika yang bukan di tujukan untuknya.


Sial!! Siapa lagi cewek yang bersama Dika itu? Kayaknya dia bukan wanita tempo hari. Aku harus kasih dia pelajaran, beraninya ngerebut Dika dariku!! (Batin Cindy)


Flash Back On


"Siapa dia Dik?!"


Tanya Cindy setelah berada dalam mobil Dika.


"Udah jelas kan dia sendiri yang bilang dia bukan siapa-siapa?!"


"Bohong!!"


Bentak Cindy pada Dika.


"Gue mesti jelasin yang kayak gimana lagi sih?! Dan gue minta, lu jangan lagi perlakukan dia kayak gitu. Dia itu sahabat kak Nia"


Dika terpaksa membawa nama kakaknya untuk meredam emosi Cindy pada Humaira.


"Awas ya kalau kamu bohong. Dan jangan deket-deket sama wanita itu, aku nggak suka!!"


Ancam Cindy dengan wajah kesal dan marah.


"Terserah, jangan ngatur hidup gue?!"


Jawab Dika tanpa melirik sedikit pun pada gadis itu.


"Kamu tahu kan Dik aku cinta banget sama kamu"


Ucap Cindy mulai melemah untuk meluluhkan hari Dika.


"Gue nggak pernah minta lu untuk cinta sama gue"


"Kamu tu emang nyebelin ya. Turunin aku disini, aku mau turun aja?!"


Ancam Cindy pada pemuda itu.


"Oke!"


Dengan senang hati Dika menepikan sedan hitamnya dan menyuruh gadis itu keluar dari mobilnya. Cindy yang gengsi karena ucapannya pun mau tidak mau keluar dengan wajah sangat kesal dan marah.

__ADS_1


Begitu Cindy keluar Dika langsung meninggalkan gadis itu yang berteriak tidak jelas.


Flash Back Off


__ADS_2