Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Pertolongan Datang


__ADS_3

"Loh bu, ada apa kemari?"


Tanya Romi yang melihat kedatangan Humaira apalagi di ikuti Juan sang mantan.


"Pak Romi sendiri kenapa disini?"


Tanya Humaira balik.


"Itu, bapak nyuruh mencari pak Dika. Dan ternyata beliau ada dirumah"


"Loh, nggak keluar negeri?"


"Tadi nya kami semua mengira begitu bu. Tapi ternyata pak Dika ada di rumahnya. Tapi...."


Romi menggantung kalimat berikutnya karena takut apa yang ia pikirkan salah dan akhirnya menjadi kabar yang tidak jelas.


"Tapi kenapa?"


"Itu. bu, pak Dika terlihat lusuh dan kumuh sekali. Padahal ini rumahnya harusnya bisa berganti pakaian atau membersihkan diri. Dan lagi pergelangan tangan pak Dika keduanya memar. Pak Dika juga terlihat tidak biasa...."


Juan tiba-tiba langsung melewati Humaira dan Romi yang sedang berbicara. Ia berusaha masuk ke dalam rumah Dika.


Melihat reaksi Juan seperti itu dan setelah mendengar cerita Romi, Humaira curiga Rima ada di rumah Dika dan telah melakukan sesuatu disana.


"Pak Romi, Rima kabur dari rumah sakit. Kami curiga dia kesini"


Ujar Humaira memotong pembicaraan Romi.


Romi segera berbalik badan dan langsung mengikuti Juan, mencoba masuk ke rumah Dika.


"Ting... Tong!"


Sekali lagi bel pintu di tekan karena Dika tak kunjung ke luar dari rumah.


"Praaangg!!"


Terdengar dari luar rumah sesuatu baru saja pecah di dalam rumah Dika.


Humaira, Juan dan Romi menjadi tegang. Mereka bukan tidak tahu apa saja yang mungkin sanggup di lakukan Rima.


"Ceklek... Ceklek... Ceklek!!"


"Pak Dika ada apa? Tolong buka pintunya?"


Tanya Romi sambil memegang gagang pintu berusaha untuk membuka pintu itu.


"Brakk... Brakk...Brakk...!!"

__ADS_1


"Pak Dika buka pintunya?! Jika nggak, saya akan dobrak?!"


Ujar Romi sambil menggedor pintu itu dengan kuat.


Juan melihat ke arah Romi yang tampak serius mengatakan akan mendobrak pintu itu.


Dan tiba-tiba...


"PRAAANGG!!"


Sebuah kaca jendela rumah Dika pecah di hantam sebuah kursi yang berlapis besi.


Humaira yang merasa ketakutan dan cemas segera menghubungi suaminya Tomy.


"Mas... Tolong cepat kemari?!"


"Ada apa sayang, kau terdengar panik?!"


"Dika mas, dia di rumahnya?! Sepertinya sesuatu telah terjadi padanya dan Romi disini mencoba mendrobak pintu rumahnya"


"Baik lah, sayang.. sebaiknya kau sedikit menjauh dari sana. Atau tunggu di dalam mobil? Dewi ada kan? Segera lapor ke petugas keamanan setempat. Aku segera kesana"


"Iya mas"


Humaira segera menjalankan apa yang Tomy perintahkan. Ia pun duduk di dalam mobil sambil menunggu Dewi datang membawa petugas keamanan setempat.


Juan dan Romi terkejut melihat Yasmin tergeletak di lantai dengan luka tusukan di bahu kanannya. Sedangkan Dika dan seorang gadis tampak masih berusaha untuk melawan satu sama lainnya.


Tidak menunda waktu lebih banyak, Romi berusaha masuk ke dalam melewati jendela yang pecah di ikuti Juan. Dengan sekuat tenaga ia menerjang tubuh Rima dari samping. Rima pun jatuh terjungkal.


Sayangnya, jatuhnya Rima tepat di dekat tubuh Yasmin yang bersimbah darah. Rima kembali menodong pisau, kali ini ia menargetkan pucuk kepala Yasmin sebagai sasarannya.


"Rima hentikan!!!"


Suara Juan mengalihkan pandangan Rima mengarah kepada lelaki itu.


"Sudah lah Rima, hentikan?! Lepaskan wanita itu, ayo kita pulang... Ibu menunggu dirumah, dia sangat khawatir padamu"


Ucap Juan lembut dan tenang untuk meredakan emosi adiknya agar tidak berbuat lebih nekad lagi.


"Rumah? Ini rumahku kak?! Perempuan ini telah merampasnya dari ku!!"


Ujar Rima dengan nada geram dan marah.


"Bukan Rima, ini bukan rumah mu..., jangan seperti ini. Untuk apa kau lakukan hal berbahaya seperti ini?"


"Mereka mengkhianatiku kak!! Mereka bermain di belakang ku?!!"

__ADS_1


"Zraaaassshhhh..."


Hujan pun turun dengan lebatnya ketika Dewi dan beberapa petugas datang dan mencoba masuk ke dalam rumah itu.


"Hentikan Rima, lelaki di dunia ini bukan hanya ada Dika seorang. Ayo kita pulang, rapi kan dirimu. Lihat lah, kau keliatan lusuh. Atau kita berbelanja beli baju baru untukmu. Kau suka itu kan?"


"Kau bicara apa kak? Aku nggak bisa mendengarmu! Sudah lah, kau bohong kan kak?! Kau datang dengan banyak pasukan?!"


Ujar Rima yang tidak begitu jelas mendengar ucapan Dika karena derasnya suara hujan yang turun. Rima marah karena melihat banyak orang yang datang dan mencoba mengacaukan rencananya.


Tidak lama kemudian, Tomy juga datang. Ia melihat Humaira di dalam mobilnya bersama Dewi asistennya. Lelaki itu lalu mengamati situasi di dalam. Ia lalu mengambil jalan memutar kesamping untuk bisa masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang.


Dan untungnya, Rima lupa mengunci pintu belakangan sewaktu mengeluarkan Nayu dan Yuna. Sehingga memudahkan Tomy masuk ke dalam rumah itu.


Dengan langkah perlahan-lahan Tomy mendekati Rima tanpa menarik perhatiannya. Ia meminta semua orang untuk tidak mempedulikan dirinya ketika ada yang melihat kedatangannya.


Bang Tomy?! Apa yang harus ku lakukan ya Allah...,nyawa isteriku sedang dalam bahaya?!


Dika tampak berpikir keras. Selama sehari semalam dia dan Yasmin di sekap tak sekali pun Rima melakukan kekerasan padanya. Setiap Rima marah, selalu Yasmin lah yang menjadi sasaran pelampiasannya.


Jika tebakan ku benar, cewek gila ini tidak mau aku terluka. Baiklah akan aku coba mengalihkan perhatiannya. Wajah tampan hanya membawa bencana lebih baik aku menjadi jelek dari pada aku kehilangan isteriku.


"Dia akan mati kak?!"


Ancam Rima pada Juan dan semua orang yang memandangnya.


"RIMA LIHAT!!"


Rima bersiap menancapkan pisau di kepala Yasmin namun berhenti ketika Dika berteriak sambil menyayatkan gunting kuku ke wajahnya yang sedari tadi ia simpan.


Darah mengalir di pipi Dika. Meski perih dan sakit ia mencoba menahan dan melakukan lagi sayatan berikutnya.


"SAYANG APA YANG KAU LAKUKAN?!! JANGAN LUKAI WAJAHMU?!! JANGAN HIKS... HIKS...?!!"


Rima berteriak antara sedih dan marah melihat Dika melukai dirinya sendiri. Pikirannya langsung goyah dan lupa akan tujuannya menghabisi Yasmin.


Dengan kesempatan itu, Tomy langsung menangkap tangan Rima dari belakang dan menjatuhkan pisau itu lalu menendang sejauh-jauhnya. Romi dengan cepat bergerak pula membantu tuannya menahan dan mengamankan Rima yang berusaha mengamuk.


Kejadian berlangsung cepat hingga akhirnya Rima berhasil di tahan dan di amankan.


Yasmin dan Dika segera di bawa kerumah sakit. Oleh Tomy dan Humaira. Sedangkan Rima di bawa ke kantor polisi di dampingi Juan dan juga Romi.


Derasnya Hujan yang di bareng kilatan dan suara petir yang menggelegar menutupi kejadian dari tetangga sekitar bahwa telah terjadi sesuatu di komplek itu.


✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊


.

__ADS_1


__ADS_2