
Tak butuh waktu lama bagi Tomy membuka bisnis baru. Gedung lama bekas kantor yang dipakai Juan sebelumnya telah di rehap lebih mewah dan menjadi lebih meyakinkan. Sesuai kesepakatan, Dika menjadi direktur utama perusahaan kecil itu.
Perusahaan itu sebenarnya milik Humaira. Namun karena sang isteri tidak tahu mengelola perusahan maka perusahaan itu diberikan kepada Dika dengan pembagian 30% keuntungan diberikan kepada Humaira.
"Jadi bulan ini isinya begini saja pak?"
Tanya Notaris pribadi Tomy.
"Ya, sementara itu dulu. Seperti biasa, bulan depan kau bisa datang lagi jika ada perubahan"
Ujar Tomy. Lelaki itu ternyata setiap bulan selalu mengubah wasiatnya. Tindakan itu Tomy lakukan untuk mempermudah segala sesuatunya bila terjadi hal buruk padanya.
Harta milik Tomy yang seharusnya ia berikan pada isterinya Nia, kini berpindah menjadi milik Humaira. Karena Nia sudah tiada, jadi sedikit miliknya ia berikan pada Dika sebagai ganti Nia. Dan artinya perusahaan itu telah resmi menjadi milik Dika.
Peresmian kantor baru pun digelar dan berlangsung dengan meriah. Beberapa artis dan model di undang sebagai pemeriah acara. Dan tentu saja beberapa dari mereka ada yang mengenal Dika secara pribadi.
Hadirnya mereka membuat Yasmin seharian cemberut. Pasalnya, para wanita itu dengan sengaja dan berlomba-lomba mencoba mencari perhatian kekasihnya Dika.
Dika menjadi salah satu pengusaha muda yang sukses serta memiliki wajah yang tampan. Dika yang telah terbiasa di keliling wanita cantik tidak terlalu merespon mereka yang mencoba mencari perhatian padanya. Pemuda itu cukup sibuk menyapa calon klien dan rekan kerjanya.
"Selamat pak Dika!"
"Terima kasih pak, semoga setelah ini kerja sama kita bisa memberikan hasil yang luar biasa"
"Hoho... tentu saja. Semoga kita semua sukses kedepannya"
Yasmin yang mendampingi Dika saat itu menjadi pusat perhatian kaum hawa yang nyinyir dan selalu ingin tahu wanita yang dekat dengan pemuda itu saat ini.
Dika dan Yasmin serta Tomy dan para tamu lainnya mengelilingi ruang dalam gedung, dan memperkenalkan barang yang menjadi bisnis perusahan itu.
Perusahaan itu bergerak di bidang penyediaan
barang, khususnya barang-barang kebutuhan keamanan kerja. Seperti helm, sepatu, rompi, alat-alat kerja lapangan dan lain-lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan sebuah konstruksi.
Dan tentu saja Tomy pun ikut menanam saham disana. Lelaki yang selalu melihat peluang bisnis itu tidak mau melepaskan kesempatan itu begitu saja. Ia terus mengumpulkan pundi-pundi untuk masa depan anak dan isterinya.
*****
Menjelang sore acara pun berakhir. Namun Dika dan Yasmin masih berada di kantor baru itu beserta beberapa staf yang bekerja disana.
"Mana dia?! Aku mau lihat orang yang telah mengambil perusahaan anakku?!"
Ibu Juan di temani Rima menerobos masuk ke dalam gedung. Dika yang sedang berada di lobi memperhatikan keributan yang di buat oleh mantan ibu mertua Humaira itu.
"Ada apa ini?"
Dika mendekati mereka. Aura Dika yang casanova langsung memanahkan panah cupid ke hati Rima. Gadis itu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada pemuda itu.
"Bu, bicara baik-baik aja. Jangan buat keributan, malu di lihat orang-orang?!"
__ADS_1
Rima menasehati ibunya sambil menutup separuh wajahnya dengan tangannya.
"Apa kalian menipu anakku hingga perusahannya bangkrut dan beralih ke tangan kalian?!"
Tanya ibu Juan yang terlihat sangat marah. Di sampingnya tampak Rima berusaha memenangkan ibunya.
"Dalam dunia bisnis tidak ada tipu menipu. Yang ada hanya penawaran yang kita pilih mau ambil atau nggak?! Dan dalam hal itu kepintaran harus di gunakan untuk menelaah, menyaring, dan memprediksi apakah sesuatu yang akan di pilih bisa membawa kemajuan atau sebaliknya"
Ibu Juan terdiam. Ia yang tidak begitu paham dengan dunia bisnis sehingga tidak bisa membalas ucapan Dika.
"Udah bu, kita pulang aja yuk?!"
Rima yang malu dengan Dika mengajak sang ibu pulang. Ia yang jatuh hati pada Dika tak ingin mendapat penilaian jelek di mata pemuda itu.
"Awas ya!"
Ucap ibu Juan sembari berlalu dari hadapan Dika.
Dika dengan sentainya tak terlalu peduli dengan ancaman kecil itu. Ia pun memasang kaca mata hitamnya dan menghampiri Yasmin pujaan hatinya.
"Siapa?"
Tanya Yasmin yang penasaran dengan dua wanita itu. Yasmin yang tidak mengetahui semua permasalahan tampak bingung mengamati apa yang sebenarnya terjadi.
"Sepertinya anak gadisnya terpesona padaku?"
Ujar Dika yang mengisengi Yasmin, walau sebenarnya memang kenyataannya begitu. Dika yang peka akan gerak-gerik wanita tahu kalau gadis tadi pasti terpesona padanya.
"Aww... Aww.. Aww... sakit, ampun yank!"
Yasmin mencubiti perut Dika geram. Pemuda itu hanya pura-pura meringis kesakitan agar aksi kekasihnya pun berhenti.
"Lihat aja aku juga bisa?!"
Ucap Yasmin sedikit mengintimidasi Dika.
"Bisa apa?"
Yasmin diam tak ingin menjawab pertanyaan Dika.
"Ayolah, bisa apa yank?"
Tidak juga Yasmin menanggapi meski wajah Dika mulai serius.
Lelaki itu langsung memeluk kekasihnya tidak peduli di hadapan para staf yang masih ada disana.
"Lepasain Dika, kamu nggak malu apa di lihat bawahan mu?!"
"Terserah aku. Dan kamu nggak boleh menyukai pria lain selain aku"
__ADS_1
Bucin, seperti itu lah Dika pada Yasmin. Meski dikelilingi wanita cantik namun baginya hanya Yasmin yang ada di hatinya.
*****
Dirumah, Rima terhanyut dalam lamunannya. Wajah Dika kian membayangi pikirannya malam itu. Rasa penasarannya yang begitu besar membuatnya berencana untuk mengetahui Dika lebih banyak.
"Bu, pemuda tadi dia pemilik pemilik perusahan abang kan?"
"Sepertinya begitu. Kenapa?"
"Dia tampan. Cocok nggak bu, kalau dia jadi kekasihku?"
Mendengar ungkapan anaknya, sang ibu langsung memiliki khayalan.
"Jika dia jadi suamimu, maka perusahaan itu akan jadi milikmu juga. Itu berarti masalah ekonomi kita akan segera teratasi"
Rima tersenyum seringai, kenyataan sang ibu mendukung dirinya menjadi kekuatan baginya.
Sedang asik mengobrol tiba-tiba Juan melintas di hadapan mereka, wajah lelaki itu tampak kusut dan tidak bersemangat.
"Bang kenapa, kusut gitu?"
Juan menatap sedih sang ibu dan juga adiknya.
Lelaki itu menghela napas panjang sebelum berbicara.
"Yunita di tahan di kantor polisi dengan tuduhan rencana pembunuhan"
"Apa?!"
Sang ibu dan Rima sama-sama terkejut.
"Siapa yang mau dibunuh?"
Tanya sang ibu.
"calon bayi..., Hum... Humaira"
Jawab Juan tertunduk lemah.
"Apa? Humaira? Dia hamil? bukannya dia mandul?"
Sang ibu tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Pikirannya langsung kacau setelah tahu calon mantu yang satu di penjara sedang mantan mantu yang dibuang sedang hamil.
"Dia tidak mandul ibu, dia hamil, dia bisa hamil. Dan ibu mendorongku untuk membuangnya. Padahal dulu kami hidup bahagia?!"
"Jadi kau sekarang menyalahkan ibu?!"
Ibu dan anak itu terus bertengkar karena kesalahan masa lalu mereka. Ya, masa lalu yang sangat berharga yang kini sudah menjadi cerita usang bagi Humaira.
__ADS_1
✨LIKE DAN KOMEN, please....
✨Baca juga Dream Destiny, bagi kalian yang menyukai kisah romansa istana. Terima kasih 😊