Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Aji Mumpung


__ADS_3

# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘


*****


Malam semakin larut. Puing-puing arang dengan sisa asap menjadi pemandangan menyedihkan di mata Yasmin. Gadis itu menangis tersedu-sedu. Butik yang ia buka dengan semua tabungannya baru saja musnah di lahap api. Ditambah lagi bangunan ruko miliknya itu belum sempat ia asuransikan.


"Sementara kamu tinggal sama kak Nia mau? Atau ke apartemen ku?"


Dika memberi usulan untuk tempat tinggal Yasmin sementara. Karena pemuda itu tahu kalau keluarga gadis itu sudah pindah ke Bandung.


"Aku nggak enak sama kak Nia, dia sudah banyak membantuku. Dan kamu jangan cari kesempatan dalam kesempitan deh yank..."


Ucap Yasmin sambil membersihkan wajahnya dari sisa air mata.


"Apartemen ku ada 2 kamar. Kamu bisa memakai salah satunya sampai ruko itu selesai di bangun lagi"


Ujar Dika agar Yasmin merasa aman untuk tinggal bersamanya.


"Butuh waktu lama buat bangun ulang ruko itu. Hasil butik ku di Bandung sudah aku serahkan sama adikku untuk biaya hidup keluarga kami. Jadi aku nggak bisa langsung bangun. Mungkin aku harus bekerja dulu di tempat lain"


"Biar aku yang bangun, tapi mungkin akan ku ubah bentuknya"


Ujar Dika memberikan semangat pada Yasmin.


"Lagi-lagi aku ngerepotin orang lain"


Yasmin merasa menjadi beban bagi hidup orang lain.


"Jadi kamu anggap aku orang lain...?"


Ucap Dika merasa tidak senang.


"Bukan gitu yank..."


Yasmin semakin merasa bersalah setelah mengucapkan kata-kata itu.


"Sudah lah... toh itu juga bakal jadi usaha isteriku nanti. Uang ku uangmu juga..."


Ujar Dika sambil menatap Yasmin dengan senyumnya.


Yasmin hanya bisa menerima kebaikan yang diberikan oleh Dika.


"Janji ya... kamu nggak akan macem-macem selama aku tinggal di apartemen mu?"


Ucap Yasmin sambil menatap tajam Dika.


"Jadi kamu mau tinggal bareng aku?"


"Hanya sampai pembangunan selesai"


"Oke..."


Jawab Dika santai tanpa beban.


Yasmin pun di bawa menuju ke apartemen Dika.


"Singgah dulu jika ada toko yang masih buka. Aku perlu beberapa baju dan pakaian dalam"


Pinta Yasmin yang baru sadar semua pakaiannya sudah habis terbakar.


"Oke..."


Mereka pun singgah di sebuah supermarket yang masih buka. Yasmin segera memilih beberapa baju yang nyaman di pakai untuk kesehariannya, dan beberapa pakaian dalam tentunya.


Tanpa Yasmin sadar, Dika menyelipkan sesuatu di tumpukan belanjaan Yasmin. Dan ketika Yasmin hendak membayar tagihannya, Dika memaksa Yasmin untuk memilih berapa bahan makanan untuk stok mereka karena apartemennya tidak ada makanan sama sekali.

__ADS_1


Yasmin lalu menuruti Dika dan kemudian memilih beberapa bahan makanan. Sedangkan Dika langsung membayar tagihan baju dan segera menyusul Yasmin di lantai 1.


"Halo Nura, kabari sama karyawan lainnya kalau aku merubah sistem kerja sementara"


"Maksudnya gimana kak ya?"


"Ruko sedang mengalami musibah kebakaran, kalian mungkin nggak bisa datang kerja kayak biasanya"


"Innalillah..., kok bisa kak?"


"Aku juga nggak tahu. Intinya kamu sampaikan aja sama semua karyawanku kalau aku merubah sistematis kerja sementara sampai ruko selesai dibangun lagi. Aku udah oder kain buat baju jualan kita berikut nya. Dan karena belum ada tempat, sementara kita via online saja dulu jualannya. Lalu kalian aku bagi kerjanya bergantian. Seminggu A kerja seminggu B kerja. Kamu tolong atur ya siapa yang di A dan B?!"


Jelas Yasmin panjang lebar.


"Lalu gudang barangnya kak?"


"Sementara stok barang kalian ambil di apartemen tempat ku tinggal. Ambil setelah transaksi deal ya...? Alamat nya ntar aku Dm..."


"Oke kak...,kakak yang sabar ya... semoga semua bisa teratasi dan kakak sukses kembali.."


"Aamiin... kalian juga yang sabar ya, sementara ini nggak bisa nerima gaji full karena sistem kerja yang baru..."


"Iya kak..yang penting kami nggak di pecat. Hehehe..."


"Kluk"


"Telponan ma siapa?"


Tanya Dika ketika mendekati Yasmin.


"Karyawan lu yank, kan kasian besok datang tahu-tahu nggak kerja. Sementara ini aku jualan via online aja dulu, soalnya kain yang aku pesan minggu lalu mungkin tiba besok atau lusa. Sayangkan kalau didiemin aja..."


"Kayak aku dong, sayang banget kalau didiemin"


"Apaan sih yank..."


Ujar Yasmin sambil mencubit perut Dika.


"Aww, ampun... ampun. Ssshh kamu ya.. cium ntar"


Ucap Dika gemes.


Selesai berbelanja mereka lalu menuju apartemen Dika.


Yasmin menyusun pakaiannya yang tadi ia beli ke dalam lemari di kamar yang akan ia tempati.


Dika hanya memperhatikan dari ambang pintu sambil melipat tangan di dada.


"Cuma di lihat aja nih? Nggak bantuin?"


Dika hanya menggeleng menjawab ucapan Yasmin.


Saat memegang pakaian dalam, Yasmin terlihat berpikir sambil mengangkat tinggi cela*na da*lam di depannya.


Warna hitam berenda tipis dan seksi membuat Yasmin mengerutkan dahinya.


"Perasaan aku nggak ada milih yang beginian deh?"


Pandangan Yasmin langsung tertuju pada Dika dengan tatapan tajam membunuh.


"Kamu kan yank?!"


Tuduh Yasmin pada kekasihnya itu.


Dika langsung bergegas kembali ke kamarnya dengan langkah seribu.

__ADS_1


"DIKAAAA....!!!"


Yasmin berteriak geram dengan kelakuan kekasihnya itu.


*****


Berita terbakarnya ruko Yasmin akhirnya sampai kepada Nia, Humaira dan Tomy. Terutama Nia, wanita itu begitu sedih mendengar kabar itu. Nia tahu bagaimana perjuangan gadis itu untuk sampai pada tahap ini tidaklah mudah. Wanita itu mencoba berpikir untuk membantu lagi Yasmin dengan semampunya.


Dika menolak, karena pemuda itu ingin lebih berperan untuk kekasihnya. Sikap Dika membuat Nia merasa senang. Adiknya perlahan menjadi pria yang lebih bertanggung jawab dari sebelumnya. Nia sudah lama tidak mendapat laporan kalau Dika ke klub malam atau bermain bersama gadis-gadisnya yang dulu. Kini ia bisa sedikit bernapas lega untuk masalah Dika.


"Halo, lagi dimana yank?"


Tanya Dika begitu panggilan telponnya di angkat oleh Yasmin.


"Assalamualaikum sayank..."


Ucap Yasmin mengarahkan kekasihnya.


"Iya... Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam, aku lagi di notaris ngurus surat-surat ku yang habis terbakar. Lalu setelah ini aku ke bank buat buku baru karena yang lama juga terbakar"


Jelas Yasmin.


"Udah cari tahu apa penyebab kebakaran?"


"Sementara ini katanya konsleting listrik. Tapi aku belum cek cctv sekitar"


"Ya udah yang itu biar aku yang urus. Kamu bisa masak?"


"Bisalah...kamu mau makan apa aku buatin?"


"Makan kamu boleh?"


"Lagi Haram. Belum di halalin..."


"Hehehe... bisa aja jawabnya. Ya udah habis ngurus surat-surat langsung pulangnya. Aku selesai kerja juga langsung pulang"


"Oke... see you yank..."


"See you to my love"


"Kluk"


Yasmin hanya menggeleng mendengar gombalan Dika. Dirinya harus terbiasa dan kuat menghadapi kenakalan Dika padanya. Jika tidak, Yasmin akan sama seperti gadis-gadis sebelumnya.


Dika sudah mirip buaya yang di jinakkan pawangnya oleh Yasmin. Yasmin pun kembali ke urusannya agar cepat selesai dan segera menyiapkan makan malam untuk mereka.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2