Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Ancam Mengancam


__ADS_3

# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘


*****


"Berdasarkan laporan serta bukti yang ada, anda akan kami tahan sampai sidang di gelar nanti"


Cindy dan Sinta akhirnya mendekam dalam penjara sementara. Wajah Sinta langsung pucat pasti. Gadis itu tidak pernah mengira tidakan Cindy berdampak besar pada dirinya. Ia tak mampu membayangkan betapa marahnya kedua orang tuanya jika mengetahui apa yang terjadi padanya.


Cindy mondar-mandir di dalam sel sambil menggigit ujung kukunya. Tangannya dingin serta tubuhnya gemetaran karena ternyata, bukti si pelapor begitu detail di luar perkiraannya.


"Nona Cindy silahkan keluar, ada tamu yang menjenguk anda"


Kata salah seorang petugas ke polisian.


Cindy melihat ke arah Sinta yang kelopak matanya mulai tergenang air mata dalam diamnya. Gadis itu lalu keluar mengikuti langkah kaki petugas di depannya.


Di dalam ruangan yang sempit itu seorang lelaki paruh baya berkaca pinggang menatap dinding sambil terlihat menahan emosinya. Lelaki itu pun berbalik ketika terdengar langkah kaki masuk ke dalam ruangan itu.


Petugas menunggu di luar untuk memberi keleluasaan mereka untuk berbicara.


"Pi.... hiks....?"


"Bodoh!! Mau berapa kali papi harus membereskan perbuatanmu ha?!"


"Pi...tolong Cindy pi, kali ini Cindy janji ini yang terakhir?"


Cindy merengek, memohon dengan menyatukan kedua tangannya.


"Kali ini papi nggak bisa bantu kamu. Anggap ini pelajaran buat mu?!"


Pria itu berkata tanpa menoleh sedikitpun ke arah putri.


"Pi... Cindy nggak betah di dalam sini pi. Keluarin Cindy pi, pengacara papi kan banyak?"


"Jalani hukumanmu?!"


Pria paruh baya itu meninggalkan putrinya yang menangis sesugukan. Sedikit banyak lelaki itu juga sedih putrinya harus mendekam di penjara. Namun karena bukti yang kuat serta ancaman seseorang membuat pria itu mengurungkan niatnya menguras rekeningnya untuk mengeluarkan Cindy.


Flash Back On


"Kau yang melaporkan putri ku?"


Yasmin menggenggam kuat tangan Dika karena takut. Baru kali ini gadis itu menghadapi masalah yang bersangkutan dengan hukum.


"Benar... bukti sudah mengarah jelas pada putri anda. Bahkan sidik jarinya di mobil pun ada. Dan gelang yang di gunakan pelaku saat melempar puntung rokok adalah gelang yang di pakai putri anda saat ini. Orang bayaran sudah mengaku. Menyerah sajalah..."


Tegas Dika menatap dingin pria yang merupakan ayah dari Cindy.


Mereka bertemu di baseman apartemen Dika ketika Dika dan Yasmin hendak memasuki mobil. Lelaki paruh baya itu menghampiri Dika agar mencabut laporannya. Namun ternyata Dika tidak mau melepaskan Cindy begitu saja. Ia juga ingin lepas dari jerat Cindy yang selalu mengancam dengan kekuasaan ayahnya.


"Kau tidak tahu siapa aku?"


"Tahu. Seorang koruptor proyek yang terbengkalai 3 tahun itu kan. Dan juga mafia barang ilegal serta seorang suami yang berselingkuh dengan seorang artis yang tidak terlalu terkenal bukan?"

__ADS_1


Jawab Dika membeberkan keburukan pria paruh baya itu.


"KAU?!!!"


Lelaki itu naik pitam. Wajahnya merah menahan amarahnya. Beberapa anak buah dari pria itu bersiap maju untuk memberi pelajaran. Namun di tahan karena pria itu melihat Dika sedang mengamati cctv yang bisa melihat jelas ke arah mereka.


"Jangan campuri urusan ku, maka nasib bapak akan aman ditangan ku. Data yang aku punya sudah siap ke media jika bapak menolak kata-kataku?!!"


Ancam Dika dengan wajah serius. Pemuda itu juga tidak punya kekuatan senekad itu jika tidak di backing oleh sang abang yang memiliki banyak relasi yang kuat.


"Pegang kata-katamu?!!"


Ucap pria itu lalu segera masuk ke mobilnya di ikuti oleh anak buahnya dan pergi meninggalkan Dika dan Yasmin.


Sepeninggalan mereka, Yasmin langsung terduduk lemas di lantai jalan di susul oleh Dika.


"Loh?"


Yasmin yang tadinya gemetar tiba-tiba hatinya serasa tergelitik melihat Dika yang ikut melorot. Gadis itu bingung melihat jiwa Hero Dika tiba-tiba lenyap begitu saja.


"Bukannya kamu Hero banget tadi yank?"


"Tiga lawan 1, jago bela diri pula, ya pasti kalah lah... beda aliran aku sama mereka yank....aku cuma jago taklukin hati wanita bukan jago adu jotos"


Ujar Dika serius sambil mengusap rambutnya menenangkan dirinya yang juga sebenarnya ketakutan.


"Ck... ish...!"


Wajah Yasmin langsung cemberut mendengar penuturan Dika.


"Bang Tomy?"


"Data-data itu bang Tomy yang carikan. Mantep kan..?"


"Banget... kenapa aku nggak cari calon suami kayak bang Tomy aja ya? Udah kaya, setia, perhatian, baik banget, dan keren lagi..."


Ucap Yasmin memuji Tomy yang sebenarnya menjaili Dika.


"Ck... ya udah sana pacaran sama bang Tomy. Yang ada di sleding Jane kamu nanti?!"


Kali ini giliran Dika yang cemberut mendengar penuturan Yasmin.


"By the Way aku mau tanya dong yank, bukannya namanya Humaira kenapa kamu panggil Jane?"


"Jangan bahas dia deh, nanti kamu cemburu, terus ngambek, terus diemin aku, marahin aku... nggak ah, aku nggak mau jawab?!"


"Huh, jawab yank... aku nggak akan ngambek"


"Janji?"


"Em..."


"Nahkan?!"

__ADS_1


"Iya... iya... aku janji?!"


"Janji ya?!"


"Iyaa..."


Mereka pun menautkan jari kelingking mereka untuk janji yang disepakati.


Dika lalu menceritakan kisah nasib Humaira sebanyak yang ia tahu dari hasil infomasi yang ia dapatkan. Pemuda itu juga menceritakan bagaimana perlakuan yang diterima Humaira di daerah tempat tinggalnya dulu ketika Dika beberapa kali menemui wanita itu.


"Setiap orang memiliki permasalahan hidup masing-masing. Berat atau ringan itu berdasarkan kemampuannya mengatasi. Penilaian orang nggak bisa kita jadikan acuan ringan atau beratnya suatu masalah. Bisa aja menurutnya ringan tapi bagi kita berat atau sebaliknya. Karena masalah kita orang lain nggak akan tahu secara detail apa yang kita hadapi... "


Ungkap Dika setelah selesai menceritakan tentang Humaira.


Yasmin tidak berkata apa-apa, karena seberat apapun yang ia alami, tentu saja baginya berat. Namun setelah mendengar kisah Humaira, ternyata hidup Humaira lebih berat dari pada dirinya.


Melihat Yasmin yang hanya diam Dika merasa gadisnya itu sedang menimbang antara kisah hidupnya dengan Humaira.


"Intinya, apa pun keadaan kita sekarang syukuri aja. Karena kita pasti sudah diberikan yang terbaik oleh yang di atas..."


Ujar Dika yang langsung terkejut sendiri dengan ucapnya yang tentu saja mendapat lirikkan dari Yasmin.


"Hehehe... tapi benerkan?"


Ucap Dika kikuk.


Yasmin tidak menjawab tidak juga melirik. Terlihat Jelas kalau kata-kata Dika menyentuh hatinya.


Flash Back Off


*****


Berita pernikahan Tomy yang kedua menggemparkan keluarga besarnya. Apalagi calon yang di pilih Tomy adalah wanita dari kalangan biasa.


"Siapa sih wanita pengganggu itu? Bisa-bisanya dia datang menghancurkan semua rencanaku?! Lihat saja apa yang akan aku lakukan. Pokoknya aku harus dapat banyak bagian harta peninggalan ayah. Kenapa juga sih ayah hanya mewariskan ke cucunya aja?! Ck..!!"


Wanita berumuran 50 tahunan itu menggerutu mendengar kabar pernikahan itu. Ia terlihat sangat marah karena rencananya gagal setelah Tomy mengabarkan pernikahan keduanya. Wanita itu pun segera menyusun strategi baru demi tercapainya tujuannya.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.

__ADS_1


Terima kasih 🙏


__ADS_2