
Yasmin mendapati lampu rumahnya telah menyala. Ia yakin jika Dika telah pulang lebih dulu darinya.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam" (Jawab serempak)
Ternyata dirumahnya sedang ada anak-anak dari ARTnya. Yasmin memberikan beberapa belanjaannya pada bu Tuti untuk di simpan kedalam lemari stok barang. Sedangkan paper bag masih ia pegang dan hendak ia bawa menuju kamarnya.
Melewati ruang tengah, ada anak bu Tuti yang sedang mengelap meja di ruangan itu. Gadis itu menunduk hormat dan tersenyum ramah pada Yasmin.
Lalu Yasmin segera menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas. Saat tiba di atas, Yasmin terkejut karena gadis tadi sedang berbicara santai dengan suaminya Dika.
Ada perasaan tidak senang ketika melihat gadis lain tersenyum manja dengan suaminya. Namun sejenak Yasmin merenung, bagaimana bisa gadis yang ia lewati tadi sudah ada di lantai atas bersama suaminya.
"Yank?"
"Eh yank, udah pulang?"
Ujar Dika sambil melihat ke arah Yasmin.
Wajah Yasmin terlihat tidak begitu senang.
Dika mendekati isterinya lalu merangkul bahunya.
"Dia isteri ku yang paling aku cintai. Cantikan?"
Yasmin bingung tak bergeming.
"Oh, ini pertama kali nya kita bertemu bu. Saya Yesa?"
"Dia kembar sayang, saudaranya ada di bawah"
"Lalu kenapa dia di atas?"
Tanya Yasmin sambil melihat ke arah Yesa.
Yesa akhirnya merasa kikuk di perhatikan Yasmin dengan tatapan tajam. Terlihat sekali jika Yasmin tidak menyukai kehadirannya.
Gadis ini berbeda dari yang dulu aku temui. Jika memang mereka kembar itu berarti gadis ini yang terekam cctv waktu itu dan yang di lantai bawah yang aku temui dulu.
"Maaf aku ingin berbicara dengan suamiku"
Yasmin menggandeng lengan Dika dan membawanya ke kamar mereka. Ia pun menutup pintu rapat-rapat agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh orang lain.
Di dalam kamar.
"Maaf..."
Ucap Yasmin sambil menundukan kepalanya.
"Maaf untuk apa?"
Tanya Dika bingung yang merasa isterinya tidak pernah melakukan kesalahan.
"Untuk yang kemarin "
"Sudah lah, perdebatan kecil itu sudah biasa terjadi. Baik yang sudah berumah tangga atau hanya sekedar berteman semua pernah berdebat. Berbeda pendapat itu biasa sayang, intinya jangan di bawa ke hati dan menjadikannya emosi"
Dika meraih tubuh isterinya, memeluknya dan mendaratkan ciuman di kening isterinya menandakan betapa sayangnya dia kepada Yasmin.
"Yank, aku tidak suka tatapan gadis itu padamu"
Ungkap Yasmin yang masih dalam pelukan Dika. Dika melepaskan pelukannya dan menatap lembut ke arah isterinya.
__ADS_1
"Aku tahu, dan aku nggak membalas perhatian gadis itu padaku. Aku hanya memandangnya sebagai anak bu Tuti"
"Kenapa bu Tuti membawa kedua anaknya kesini?"
"Itu....?"
Kali ini Dika ragu ingin mengatakannya karena takut Yasmin akan kembali merajuk padanya.
Flash Back On
"Miaaw... miaaw....?!"
Dua kucing sedang asik berbicara dengan bahasa mereka ketika Dika akan berangkat kerja di halaman rumahnya. Warnanya yang cantik serta tubuh mereka yang sedikit gempal sangat mengemaskan di mata Dika.
"Yasmin pasti suka dua kucing ini. Tapi aku sedang buru-buru. Sudah lah, masukin aja dulu kerumah"
Ujar Dika membawa kedua kucing itu masuk begitu saja kedalam rumahnya lalu menguncinya dari luar.
Yasmin lebih dulu pergi kerja karena ada komplenan barang oleh pelanggan hingga Dika berangkat sendirian pagi itu.Pemuda itu pun langsung berangkat menuju kantornya.
Saat siang hari, Umar sahabatnya menelpon mengabarkan bahwa dirinya akan segera menikah. Dika lalu mendatangi temannya Umar siang itu. Sedang asik mengobrol, Dika terdiam sesaat ketika sebuah notif pesan dari Yasmin masuk dan mengabarkan jika bu Tuti minta ijin datang sedikit sore untuk membersihkan rumah mereka. Barulah Dika teringat jika kucing itu bisa saja mati kelaparan karena tidak ada orang dirumahnya.
"Selamat dah kalau gitu, semoga langgeng sampe kakek nenek..."
"Aamiin, tapi acaranya kan belum? Jangan sampai nggak dateng lu, awas lu ya?!"
Ujar Umar memperingatkan Dika.
"Dah ah gue pulang dulu. Ada urusan mendesak"
Ujar Dika bangun dari duduknya dan pamit kepada Umar.
"Mendesak apaan, mau boker apa pipis ? wc gue udah kinclong, buang aja disini nggak apa-apa, 5 menit 30rb kalau pipis, kalau boker 2 kali harga. Bisa nego tipis lah sama gue?!"
"Siapa yang kebelet, gue mau pulang. Rumah gue kemasukan maling?!"
"Haaah? Astagfirullah, gue turun senang ya Dik"
"Loh kok senang?!"
"Itu artinya lu bakal ganti barang-barang yang hilang jadi baru, hehehe..."
"Sialan, doa lu bener-bener dah. Dah ah, gue pulang dulu. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam, hehehe..."
Dika bergegas menuju mobilnya dan segera pulang menuju rumahnya. Jalanan yang macet membuat Dika terjebak selama 1 jam di jalanan. Setelah pukul 16.12 baru lah ia sampai kerumahnya.
Ketika membuka pintu, Dika terperangah melihat keadaan rumahnya. Bulu dan bau kencing kucing dimana-mana. Bekas cakaran di beberapa tempat merusak benda-benda yang terkena cakaran mereka. Sepertinya kedua kucing itu baru saja melakukan physical battle di dalam rumahnya.
Begitu melihat ke dapur, Dika kembali terperangah. Jejak kaki kucing mengotori meja makannya, dan memecahkan beberapa piring kotor yang jatuh dari wastafel. Seperinya mereka makan sisa makanan yang tidak di habiskan Dika ketika sarapan pagi tadi.
Dika menepuk jidat ya. Ia pun segera menelpon bu Tuti dan mengatakan keadaan rumahnya yang kacau. Dan akhirnya datanglah bu Tuti membawa bala bantuan yaitu ke dua putri kembarannya. Dika meminta rumah itu bersih sebelum Yasmin pulang nanti.
Flash Back Off
Begitu lah Dika akhirnya menceritakan bagaimana rumah mereka kedatangan kedua anak bu Tuti. Yasmin pun menepuk jidatnya.
"Lalu di mana kucing itu yank?"
"Oh, sini yank. Mereka lucu banget"
Ujar Dika dengan bersemangat menuntun Yasmin ke taman belakangan menuju sebuah kurungan yang di buat dadakan dari tudung saji.
__ADS_1
"Astaga yank, mana bisa mereka tidur di dalam tempat beginian?!"
Yasmin membuka tudung saji itu dan tampaknya kedua kucing yang memang mengemaskan.
"Miaaw... Miaaw...?!"
"Aih, lucu banget?!"
Kucing itu tampak lucu di mata Yasmin. Ia lalu mengangkat satu persatu dan melihat jenis kelaminnya.
"Pantes aja berantem, keduanya jantan sih. Cari satu lagi yang betina yank biar akur, dan kalau bisa buatin kandang khusus jangan pakai tudung saji kayak gini?! "
"Iya, iya..., namanya juga tadi nemu. Dadakan yank"
Yasmin meraih satu kucing dan menggendongnya, dan satu lagi di berikan kepada Dika.
"Kita mandiin air hangat yuk, biar bersih mereka. Oh ya, beli kandang buat mereka yank sama makanan mereka, delivery aja. Gimana kalau kamar bawah yang di pojokan itu kita jadiin kamar mereka. Kandangnya taruh di situ aja. Kalau di sini kasihan, kena hujan yank"
"Iya boleh. Terserah kamu aja yank"
Dika merasa senang. Sepertinya mengambil kedua kucing liar itu untuk di pelihara bukanlah kesalahan. Melihat Yasmin yang antusias setidaknya itu dapat mengurangi pikiran isterinya tentang omongan orang tentang anak pada mereka.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan hendak memandikan kucing yang kini akan mereka pelihara.
"Pak Dika, bu Yasmin saya minta maaf...."
Ujar Yesa menghampiri mereka ketika baru saja masuk ke dalam rumah.
Dika dan Yasmin memperhatikan sekitar dan sepertinya gadis yang meminta maaf pada mereka itu mendapat teguran dan ibu mereka.
"Jangan di ulangi ya?!"
Ujar Yasmin tegas.
"Bu Yasmin, pak Dika saya minta maaf kurang bisa mendidik anak saya"
Bu Tuti turut menghampiri Yasmin dan Dika dengan wajah tertunduk. Di belakang bu Tuti ada Yesy yang merupakan kembaran Yesa itu tertunduk.
Yasmin menghela napas, ia akhirnya memilih untuk memaafkan dan melupakan apa yang terjadi.
"Iya bu, sudah nggak apa-apa. Gimana beres-beresnya sudah selesai?"
"Sudah bu..."
"Bawa aja beberapa stok makanan kemarin yang ada di kulkas buat ibu dan keluarga. Karena aku tadi baru belanja bahan makanan lagi. Yang sudah nggak bagus buang aja bu"
"Alhamdulillah makasih bu Yasmin, masih bagus semua bu. Yang jelek sudah saya buang. Tiap hari saya memeriksa bahan apa saja yang masih bisa di gunakan"
"Sukurlah kalau begitu"
Yasmin lalu mengeluarkan bahan makanannya dari kulkas dan memberikannya pada bu Tuti. Beberapa barang yang ia beli pun ia berikan mengingat bu Tuti dan kedua anaknya sudah bekerja keras membersihkan rumahnya sampai malam hari.
"Terima kasih bu, kalau begitu kami permisi. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
Jawab Yasmin dan Dika serempak.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan rencana mereka untuk memandikan kedua kucing itu.
✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊
__ADS_1
✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗