
# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘
*****
Tak ada satupun benang yang menutupi tubuh Humaira maupun Tomy. Keduanya telah dipenuhi hasrat yang menggebu untuk segera merasakan puncak kenikmatan.
Ciuman-ciuman panas Tomy meninggalkan kissmark dibeberapa bagian ditubuh Humaira. Berakhir di bukit indah yang begitu menggoda untuk dilahap. Tangan Tomy meremas lembut bukit itu, sebelahnya lagi ia e*m*ut bagai bayi besar nempel pada ibunya.
Perlahan Tomy mulai berpindah menyusuri bagian bawah tubuh isterinya. Ia segera menuju keberadaan tempat yang sudah lama ditunggu oleh batang tumpulnya.
Humaira yang telah basah mempermudah Tomy menjalankan aksinya. Ia pun menerobos masuk dan perlahan mulai menggoyangkan pinggulnya.
Pergerakan tanpa henti yang di lakukan Tomy membuat Humaira tak mampu lagi mengimbangi. Ia pun menikmati dengan pasrah kerja keras Tomy di atas tubuhnya.
"Aahh... ahh... ahh..."
Lenguhan terus kekuar dari bibir seksi Humaira.
Napasnya tengah-engah dengan peluh keringat membanjiri tubuhnya. Tidak hanya keringat, sesuatu dibawa sana juga banjir membasahi seprai berwarna putih itu.
"Sayang aku mau keluar...! Oohh....!!!"
Jeritan tertahan di rahang Tomy, hingga membuat wajahnya merah padam. Kejantanannya menyemburkan sesuatu yang hangat di dalam sana.
Tubuhnya langsung jatuh ke samping dengan napas terengah-engah. Kenikmatan yang sudah lama tidak pernah ia rasakan begitu sempurna baginya malam itu.
"Ahh, aku harus akui, aku sangat menikmatinya malam ini. Aku sungguh bahagia sayang"
Ujar Tomy lalu mencium kening Humaira.
Mendengar ucapan Tomy Humaira juga merasakan hal yang sama.
"Baru sama mas aku kewalahan..."
Ujar Humaira tersipu.
"Sungguh?"
Humaira mengangguk tersenyum. Wanita itu lalu meletakkan kepalanya di dada bidang Tomy.
Tomy meraih dagu mungil Humaira lalu me*lu*mat kembali bibir seksi itu. Dan sekali lagi pergulatan panas terjadi hingga menjelang subuh.
Flash Back On
Malam itu, Humaira dan Tomy bersiap untuk perjalanan bulan madu mereka selama 15 hari kedepan. Setelah bulan madu di tunda selama 1 bulan, akhirnya mereka pergi ke Maldives untuk menanam benih disana.
Danu dan Nia mengantarkan mereka sampai ke depan pintu rumah. Senyum bahagia yang berisi harapan terlukis jelas di wajah wanita yang rapuh itu. Nia menitikkan air mata mengantarkan keberangkatan mereka.
"Kami akan segera kembali sayang..."
Tomy memeluk Nia dan mencium kening serta pipi wanita itu.
"Umm... lakukan sebaik mungkin sayang..., aku tahu kamu pasti bisa"
Ujar Nia memberi semangat pada sang suami.
Setelah melepaskan pelukan mereka, kini berganti Humaira yang memeluk Nia.
"Perlakukan dia sepenuh hatimu..., dia suamimu. Bahagiakan dia..."
Ucap Nia pada Humaira sambil mengelus punggung wanita itu.
Humaira hanya mengangguk menjawab saran dari isteri pertama suaminya. Sungguh wanita yang memiliki hati yang begitu besar. Humaira pun berjanji dalam hatinya, berusaha untuk tidak mengecewakan Nia dalam bentuk apa pun.
__ADS_1
"Danu..., papi pergi ya...?"
Pamit Tomy membelai pucuk kepala Danu dan mencium pipi bocah laki-laki itu.
"Danu itut, mau itut... mau itut ibu. Danu cayang ibu..."
"Iya... ibu juga sayang Danu, nanti ibu belikan Danu mainan yang banyak ya..., tapi Danu bobok sama Umi dulu ya?"
Ujar Humaira menyenangkan hati anaknya.
"Mau... mau... mainan, bobok cama Umi.."
"Anak pintar..."
Humaira pun mencium kening dan pipi Danu bertubi-tubi.
Kemudian Tomy dan Humaira memasuki mobil yang di supiri Romi.
"Sebentar mas..."
Ujar Humaira ketika mobil yang di kendarai mereka hampir jalan.
Wanita itu lalu melangkah cepat menghampiri anaknya kembali. Danu dipeluk erat seakan-akan ia tak mau melepaskan Danu. Hatinya merasa bimbang meninggalkan Danu.
" Nggak apa-apa Hum, ada kami yang menjaga Danu"
Ujar Umi yang paham jika Humaira berat meninggalkan Danu.
Pergi bekerja atau berbelanja ke Mall sudah biasa bagi Humaira. Namun meninggalkan anaknya untuk berangkat keluar negeri entah mengapa terasa berat bagi wanita itu. Apalagi ia belum pernah berpisah sehari pun dari Danu.
"Ayolah... kita bisa ketinggalan pesawat nanti"
Ujar Tomy datang menghampiri dan merengkuh bahu Humaira.
*****
Di dalam pesawat, Humaira tertidur di bahu Tomy. Ia tak sadar ketika pesawat telah menjejakkan rodanya di atas aspal di Maldives.
"Sayang bangunlah... kita sudah sampai"
Ujar Tomy membangun Humaira dengan mengelus lembut pipi wanita itu.
Perjalanan yang di tempuh kurang lebih 7 jam dengan kecepatan 700km/jam itu membuat Humaira tampak lelah. Tanpa membuang waktu Tomy pun membawa isterinya menuju tempat bulan madu mereka.
Mata Humaira bersinar ketika mereka tiba disana. Perasaan kagum dan senang menyelimuti hari wanita itu melihat pemandangan disana.
Tomy langsung mengajak Humaira melihat kamar bulan madu mereka. Tanpa malu-malu Humaira langsung merebahkan tubuhnya begitu melihat kasur yang empuk.
"Waah, empuk sekali...."
Ujar Humaira telungkup sambil membelai-belai permukaan tempat tidur itu.
Tomy terkekeh melihat kelakuan isterinya. Melihat posisi Humaira seperti itu, bokong wanita itu tampak sangat menggoda di mata Tomy. Lelaki itu lalu menutup pintu rapat, kemudian berjalan perlahanan mendekati wanita pengisi hatinya kini.
Tomy menimpa tubuh Humaira dari atas. Perlahan ia mengecup punggung wanita itu, lalu menyingkirkan rambut panjang Humaira ke samping lehernya.
Leher jenjang putih itu pun di kecup menciptakan sensasi-sensasi menggetar ditubuh Humaira.
"Aahh... maaas..."
Benda tumpul yang sedari tadi telah mengeras dan menegang begitu terasa di bokong Humaira membuat wanita itu melenguh.
__ADS_1
"Uuh...maas..."
Tomy lalu membalikkan tubuh Humaira, kini kejantanannya berada tepat di atas di tujuan visi dan misinya.
Walau tubuh masih berbalut pakaian yang menutupi tubuh mereka namun sentuhan kepemilikan keduanya begitu terasa.
"Uuh...aahh...maaas..."
Humaira terus melenguh ketika Tomy meremas lembut salah satu bukit kembarnya. Tomy lalu maraup bibir Humaira dan me*lu*mat nya seakan-akan haus akan dahaga.
Pangutan-pangutan tanpa henti dilakukan Tomy dan Humaira. Keduanya saling bergantian menghisap bibir lawan hingga saliva mereka saling bertukar.
Baik Tomy maupun Humaira tidak menahan lagi hasrat di hati dan tubuh mereka untuk segera bercumbu menikmati gairah asrama mereka.
"Kruyuuukk..."
Sesuatu menghentikan ciuman panas itu. Humaira tersipu malu, sedangkan Tomy terkekeh mendengar nyanyian dalam perut Humaira yang kelaparan.
"Sebaiknya kita makan dulu, lagi pula ini sudah sore. Aku tidak mau kau kelaparan dan membuat bulan madu kita menjadi penyiksaan bagimu"
Ujar Tomy mengusap lembut kepala Humaira.
"Hehehe ayo...?!"
Mereka lalu bangun dan merapikan diri untuk menuju restoran di tempat itu.
Untuk menyiapkan tenaga nanti malam, Tomy sengaja memesan banyak makan untuk dia dan isterinya.
Tanpa ragu Humaira yang sedang lapar-laparnya menyantap makanan yang ada di meja mereka.
"Umm... enak!"
Ujar Humaira penuh semangat.
Tomy terkekeh, sambil menyantap pula makanannya.
Setelah selesai makan, mereka kembali menuju kamarnya. Humaira dan Tomy mandi bersama di dalam kolam renang yang berada di teras kamar mereka.
Ciuman panas pun terjadi, hingga mereka memutuskan untuk beralih ke tempat tidur.
Flash Back Off
Notes : Panas... panas... panas..., yang jomblo hareudang eui... 🤣🤣, maaf ya... 🏃♂🏃♂🏃♂
✨Beri dukungan untuk aku dong😘
* Like 👍
* Komen
* favorit ❤️
*Rate⭐⭐⭐⭐⭐
*Hadiah
*Vote, Terima kasih 🤗
✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.
Terima kasih 🙏
__ADS_1