
Sesuai janji, tanpa mengurangi waktu dan kesempatannya, Tomy langsung mencumbui isterinya yang baru saja selesai mandi.
Gibran yang tertidur pulas tidak menyadari adanya pergulatan panas yang berpindah-pindah kesana kemari.
Tempat tidur, sofa, dapur, dah kamar mandi. Semua tempat di jelajahi dengan gaya yang berbeda-beda.
Desa*han Humaira tiada henti membuat Tomy terus bergairah. Ciumannya di tubuh Humaira membuat wanita itu menggeliat hingga Tomy semakin ingin terus menggodanya. Bukit kenyal yang terhampar membuat Tomy dengan leluasa membenamkan wajahnya disana.
"Mas..."
Humaira terus mende*sah atas jari jemari Tomy yang mahir memainkan perannya di tempat-tempat yang membuat jantung Humaira semakin berdebar. Humaira pun tak mau kalah, batang tumpul yang sedari menegang ia permainkan hingga akhirnya Tomy yang kini mende*sah.
Jari-jari tangan mereka sudah menemukan tempat parkir yang paling pas. Ciuman bibir pun menyatu mempertemukan lidah mereka hingga saling bertukar saliva.
Gairah memuncak sampai ke ubun-ubun hingga Tomy akhirnya memulai sentuhan karya terakhir. Batang tumpulnya mulai beraksi, pergerakan maju mundur dengan gagah Tomy lancarkan hingga Humaira mende*sah kuat.
"Mas... Ouh... Aah..."
"Nikmati sayang, terus lah mende*sah, aku suka mendengarnya.."
"Ouh...maaas...."
Perlahan Tomy membalikkan tubuh isterinya, memeluk tubuh ramping itu dari belakang sambil menciumi punggungnya.
"Sayang aku tidak tahan lagi..."
Dan akhirnya sesuatu yang hangat terasa mengalir dalam lubang gelap di bawah sana.
*****
Sementara itu, dikamar sebelah. Sama halnya dengan Tomy dan Humaira, Dika dan Yasmin pun sedang melakukan pergulatan panas. Peluh keringat telah membasahi tubuh, namun gairah bercinta belum juga padam.
Yasmin menduduki tubuh Dika layaknya kuda, dengan tersenyum puas Dika menyukai sifat agresif Yasmin yang seperti ini.
"Ayo yank... goyang..."
Dika memainkan bukit kembar yang ada di depannya sambil menikmati goyangan Yamsin yang membuatnya mende*sah.
"Oh... Yank, kamu hebat...!"
Terus menerus hingga akhirnya Yasmin menggeliat dibarengi Dika yang sudah sampai tahap memuntahkan cairannya.
Keduanya terbaring kelelahan di tempat tidur dengan napas terengah-engah.
"Kamu mau mandi?"
Tanya Dika yang melihat Yasmin tampak sangat kelelahan.
Yasmin mengangguk, ia tidak bisa tidur pulas jika tubuhnya terasa lengket oleh keringat.
"Aku siapin air hangat ya. Kamu berendam saja, aku nggak akan ganggu"
__ADS_1
Dika pun mengisi bathup dengan air hangat untuk isterinya. Setelah Yasmin berendam, ia pun mandi dengan shower tanpa melakukan aksinya lagi.
Hampir satu jam setelah Dika selesai mandi, Yasmin tak kunjung ke luar dari kamar mandi ruangan itu. Dika lalu melihat ke dalam kamar mandi karena cemas. Namun tenyata, Yasmin sedang tertidur di dalam bathup.
"Sayank... Udahan ya, yuk pindah ke kamar"
Ujar Dika membangunkan Yasmin yang tampak masih mengantuk. Setelah membersihkan diri dibantu oleh Dika, Yasmin di baluti handuk tebal lalu di angkat Dika menuju tempat tidur.
Handuk basah itu di lepas, Yasmin langsung bersembunyi di balik selimut karena lelah dan ngantuk. Ia pun tertidur tanpa mengenakan pakaian.
Dika terkekeh melihat kelakuan isterinya. Namun ia akhirnya mengikut jejak Yasmin dengan tidur tanpa mengenakan pakaian. Ia pun memeluk tubuh isterinya di balik selimut dan tak lama kemudian ikut terlelap bersama isterinya.
Keesokan harinya, di siang hari mereka menyusuri kembali tempat-tempat wisata yang belum mereka datangi.
"Mas coba foto berdua sama Dika deh..."
"Buat apa?"
"Sudah lah, ayo...!"
Humaira menarik lengan Tomy mendekatnya pada Dika. Wanita itu tahu walau mereka terlihat bagai musuh tapi dalam lubuk hati mereka saling menyayangi bagai saudara kandung.
"Mas senyum, jangan kaku gitu?!"
"Satu, dua, ti... ga...!"
"Aww!!"
Tepat dihitungan ke tiga, Tomy menginjak kaki Dika hingga pemuda itu meringis. Dan hasilnya, kamera pun menangkap ekspresi Dika yang kesal sambil menatap Tomy yang tersenyum.
"Aku lihat dong kak"
Ujarnya mendekat pada Humaira.
Humaira lalu melihatkan hasil jepretannya. Yasmin terkekeh sama halnya Humaira setelah melihat foto itu.
"Gemes deh, lucu banget mereka. Padahal udah tua gini kelakuan masih aja kayak anak kecil"
Ujar Yasmin mengomentari Tomy dan Dika.
"Kamu nggak tahu aja, kalau suamimu itu manja banget sama mas Tomy"
"Masa?"
Yasmin rasanya kurang percaya dengan apa yang dikatakan Humaira, mengingat bagaimana sikap mereka ketika bertemu bagai kucing dan tikus. Namun setelah diperhatikan dengan seksama ternyata benar. Dika yang sering jail menandakan jika ia meminta perhatian dari Tomy sang abang. Begitu pula Tomy yang cuek mengekprsikan rasa sayangnya dengan mengomeli Dika.
Begitu hari demi hari di habis oleh keluarga itu dengan selalu tersenyum dan tertawa bersama. Akur, saling menghargai dan peduli terhadap satu sama lain, menciptakan kenyaman dan rasa kekeluargaan yang harmonis.
Tak terasa seminggu berlalu, mereka harus meninggalkan kota Paris dan menuju Korea dimana Umi menjalani pengobatan disana.
Korea tak kalah indah dengan Paris. Ini kali pertama Yasmin dan Humaira manapakkan kaki disana. Mereka langsung menuju penginapan yang tidak jauh dari lokasi Umi.
__ADS_1
Tomy sengaja menyewa satu rumah untuk mereka menginap selama seminggu kedepan. Rumah sederhana yang terlihat hangat itu di sukai Humaira, Yasmin bahkan Gibran. Halaman kecil di dalam rumah bisa digunakan untuk tempat Gibran berjalan sambil bermain.
"Kamar kalian di ujung sana, dan kamar kami di sebelah sana"
Ujar Tomy menunjuk kamar dari ujung ke ujung pada Dika dan Yasmin.
"Nggak bersebelahan bang?"
"Ck, aku tidak ingin mendengar dengkuranmu"
Ujar Tomy sambil berlalu menuju kamarnya.
Dirumah itu ada dapur kecil untuk mereka masak. Humaira dan Yasmin memutuskan untuk market terdekat mencari bahan makanan untuk mereka masak.
"Gibran biar aku yang jaga, kau pergilah di temani Dika dan Yasmin"
"Iya mas. Oh ya, mas mau makan apa malam nanti?"
"Apapun yang kau masak aku pasti makan"
"Hehehe iya deh kalau gitu"
Dan Mereka pun berangkat mencari market terdekat.
Mereka membeli beberapa macam sayur serta bumbu dapur dan juga beberapa seafood.
Selama liburan mereka harus jeli dalam memilih makanan untuk mereka, mana yang boleh dan tidak untuk di makan.
"Aku rindu opor ayam"
Ujar Dika mengusap perutnya.
"Jarang ada pemotongan muslim disini Dik, makan seafood aja biar aman. Nanti akan aku ajari Yasmin masak sesuatu yang belum pernah kalian cicipi"
Ujar Humaira sambil memilih beberapa ikan serta beberapa jenis seafood lainnya.
"Untung ya kak, di penginapan itu ada kulkas yang bisa menyimpan bahan makanan kita"
Ujar Yasmin sambil membantu Humaira.
"Itu abangmu yang beli. Karena dia yang meminta untuk masak selama kita disini"
"Oalah..., hehehe"
Yasmin terkekeh mendengar ucapan Humaira.
Selesai belanja lalu mereka pulang dengan tangan penuh kantong belanjaan. Sepanjang jalan mereka terkekeh melihat seorang direktur tampan memanggul sekarung beras. Dika hanya bisa merasa tak berdaya di kerjai dua wanita cantik itu.
__ADS_1
✨LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊
✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗