Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Perdebatan Dua Sepupu


__ADS_3

Tomy yang tadinya hendak keluar karena telah selesai urusannya ditoilet menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Naima sedang berbicara dengan Humaira.


"Tomy mana?"(Suara Naima)


"Ada perlu apa, katakan saja padaku biar aku sampaikan?! Mas Tomy sedang di toilet"(Suara Humaira)


"Aku hanya ingin menyampaikan sendiri langsung ke Tomy. Karena kamu juga nggak akan tahu apa yang kami bicarakan"(Suara Naima)


"Apa itu masalah pekerjaan?"(Suara Humaira)


"Bukan, tapi..."(Suara Naima)


"Kalau begitu itu nggak penting. Maaf kami sedikit sibuk. Lain kali saja" (Suara Humaira)


Tomy terkekeh mendengar ucapan isterinya. Ia tidak menyayangkan Humaira memperlakukan Naima seperti itu karena Naima memang terlihat tidak menghargai status mereka. Tomy tidak mampu memperlakukan Naima secara tegas seperti wanita lain yang menggoda dirinya karena Naima adalah putri dari dosen panutannya. Tetapi lelaki itu lega, Humaira dapat menggantikan dirinya.


Tomy melihat Humaira menghela napas, wanita itu terlihat menahan emosinya. Tomy lalu berjalan perlahan mendekati isterinya. Dan langsung mencium bibir berwarna cerry itu tanpa memberi aba-aba pada pemiliknya ketika tubuh mereka sudah tidak menyisakan jarak.


"Isteriku yang paling cantik, dan yang paling aku cintai"


Ungkap Tomy ketika mereka telah melepaskan pangutan bibir mereka.


"Makanya mas, jangan beri kesempatan lalat berada di antara kita. Karena sejauh dan sedalam apapun kita saling mencinta, seekor semut pun mampu merobohkan rumah besar jika di beri kesempatan"


"Hehehe, jika aku tidak mampu menghalau lalat itu, maka kau yang harus segera bertindak sayang. Seperti tadi..."


"Mas dengar?"


"Hm, dan aku tidak ingin menyakiti perasaan isteriku. Jadi sayang, sewajarnya saja jika ingin menghalau"


"Iya mas"


Mereka pun saling berpelukan setelah mengutarakan isi hati satu sama lain.


*****


Sementara itu, Naima segera masuk ke dalam mobil dengan hati kesal.


"Sudah ketemu Naima?"


"Iya pa, rupanya ada di dalam tas. Ima tadi nggak ngecek dalem-dalem"


"Ya sudah. Jalan Yan?!"


Perintah Budiman kepada Yanto supirnya.


Sombong sekali isteri Tomy itu. Hanya wanita murahan aja belagu! Lihat saja akan aku buka topengmu supaya Tomy tahu siapa wanita yang ia nikah itu sebenarnya.


Naima masih kesal atas perlakukan kasar Humaira padanya. Ia bertekad untuk mengatakan informasi yang ia dapat mengenai Humaira isterinya.


"Pa, Ima mau ke rumah Bastian aja ya?"


"Loh, tidak jadi nemani papa ketemu Om Bimo?"


"Nggak deh pa"


"Ya udah habis nganter papa nanti Yanto nganter kamu ke rumah Bastian"


Bastian adalah sepupu Naima. Ibu Bastian dan ibu Naima merupakan kakak beradik yang sangat dekat. Sehingga Naima dan Bastian pun menjadi sangat dekat pula.

__ADS_1


Setelah mengantarkan papa nya, supir pun mengantarkan Naima ke rumah sepupunya Bastian. Lelaki itu sedang bermain game saat Naima masuk ke kamarnya.


"Nggak sadar udah tua masih aja main game! Kapan majunya hidup lu?!"


Naima yang melihat Bastian sedang asik bermain game langsung kesal karena lelaki itu tidak pernah mengindahkan nasehat siapa pun untuk tidak terus bermain game.


"Ish datang-datang ganggu aja. Lu aja yang nggak tahu, main game sekarang juga menghasilkan uang"


Bastian melirik sekilas Naima dan langsung kesal. Ia mencoba membela dirinya tanpa melihat lawannya bicara.


"Iya tapi nggak seberapa. Emang cukup buat biaya hidup lu, belum lagi ntar lu nikah, buat anak sama isteri lu?"


"Lu aja yang nggak tahu kalau...."


"Ya...ya...ya...ya..., dan gue nggak mau tahu"


"Terus ngapain lu kesini?!"


Bastian semakin kesal Naima menutup kedua telinganya karena tidak mau mendengar alasannya.


"Lu ingat Tomy kan? Itu loh mahasiswa yang papa bimbing dulu yang sering kerumah?"


"Tahu, kenapa?"


Jawab Bastian yang masih fokus bermain gamenya.


"Udah tajir dia sekarang"


"Tapi masih cupu kan?"


"Siapa bilang?! Jika di banding lu, lu cuma dapet nilai 5 dan dia 10"


Tanya Bastian melihat sekilas Naima dengan wajah kesal.


"Dalam hal ini nggak ada nepotisme! Dan yang bikin gue sebel isterinya, belagu banget tu perempuan!"


"Ngapain sih repot-repot ngurusin rumah tangga orang?!"


"Lu nggak tahu kan siapa isterinya??"


Bastian tampak serius tidak menjawab karena musuh sedang mengepung dirinya di dalam game.


Naima langsung merampas smartphone yang sedang di gunakan Bastian untuk bermain game.


"OHH... SHI*T!! Lu mau ngapain?! Sini hape gue, gue lagi war, dasar cewek breng*sek!!"


Naima tidak peduli umpatan Bastian yang di tujukan padanya. Ia terus menghindar dari amukan Bastian sambil mengotak ngatik ponsel lelaki itu.


"Balikin hape gue, cewek breng*sek?!!"


"Nih!!"


Naima menunjukan foto seseorang yang ada di galeri Bastian.


"Lu apaan sih?!"


Bastian merebut kembali hape miliknya. Dan kembali lagi ke permainan game nya.


"Deep" (Suara dalam game)

__ADS_1


"Kampr*et, jadi kalahkan gue. Bakal habis nih dikatain Noob! Aargh.... Sialan lu Naim!!"


Naima hanya melipat kedua tangannya di depan dada dengan tenang melihat Bastian yang ngamuk terhadap dirinya.


Kedua sepupu itu selalu ribut jika bertemu dan memang tidak pernah terlihat dewasa di usia mereka yang sudah menginjak kepala 3.


"Udah?!"


"Ngapain sih lu buka-buka foto Jane?"


"Itu isterinya Tomy*


"Haaah?!"


Bastian langsung tertegun mendengar Jane adalah isterinya Tomy. Wanita malam yang dulu menghilang keberadaan.


"Apa? Lu salah kali??"


Ujar Bastian sambil nyengir.


"Gue nggak buta ya dan nggak pernah salah kalau lihat orang. Namanya sekarang Humaira, gue nggak tahu yang mana yang asli dan palsu di antara Jane atau Humaira. Yang jelas dia orang yang sama"


"Jadi tujuan lu apa? Bukannya lu emang nggak suka Tomy dari dulukan?"


"Gue emang nggak suka papa jodohin gue dulu sama dia. Tapi sekarang beda, dia udah nggak kayak dulu. Dan lagi isterinya itu nggak cocok banget dengan dia?!"


"Hei, dari mana lu bisa nilai cocok nggaknya. Asal mereka bahagia, itu udah lebih dari cocok"


"Nggak bisa, gue nggak suka wanita mura*han itu?!"


"Hei, don't be a bit*ch!! Gue nggak suka!! Sudahlah ngapain ngurusin rumah tangga orang?"


"Apa lu nggak mau Jane lagi?!"


Tanya Naima mencoba mencari teman untuk memihak dirinya.


"Itu udah lewat Naim. Gue udah punya Meta sekarang. Lagi pula itu cuma masa lalu, gue cuma penggemar goyangannya bukan cintanya"


Ujar Bastian santai.


"Pokoknya gue harus kasih tahu Tomy dulu. Hasilnya belakangan"


"Keras kepala banget lu?!"


"Samakan?"


Ujar Naima yang membalikkan omongan Bastian.


"Terserah! Gue nggak ikutan"


Bastian kabur ke kamar mandi meninggalkan Naima yang berpikir sendiri.


Papanya dulu memang sempat menjodohkan dirinya dengan Tomy tanpa sepengetahuan lelaki itu. Namun tidak berhasil karena Naima sendiri menolak tidak mau dengan pemuda bertampang cupu. Padahal waktu itu Tomy pun sudah dekat dengan Nia tanpa sepengetahuan mereka.


Naima yang lebih muda dari Tomy 3 tahun tidak pernah sekalipun memanggil lelaki itu berdasarkan pangkat. Ia lebih dekat dengan menyebut nama saja, apa lagi Tomy sering membantunya menjelaskan materi kuliah jika ada yang tidak ia mengerti.


✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗


✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2