
Dika memandang sinis Rey yang berlalu melewati dirinya. Terlihat sekali kalau tatapan mereka menunjukkan kalau mereka tidak menyukai satu sama lain
"Siapa dia yank?"
Tanya Dika yang terlihat sedikit kesal.
"Ya orang lah"
Yasmin pun ikut kesal melihat kekasihnya bertanya seperti itu padanya.
"Aku juga tahu dia orang. Tapi kenapa dia senyum-senyum gitu ke kamu? Aku nggak suka?!"
"Baru juga senyum, gimana kalau meluk apalagi nidurin?!"
Jleb. Ucapan Yasmin yang menyindir Dika begitu menohok. Pemuda itu langsung berubah ekspresi menjadi tidak nyaman. Sudah terlanjur semua terjadi. Dika hanya bisa menyesal atas kelakuannya dulu. Dan ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk berubah menjadi lebih baik.
"Oh nak Dika, ayo masuk?!"
"Iya bu"
Ibunda Yasmin mengenal Dika sebagai teman sekolah anaknya. Yasmin yang belum menceritakan hubungan asmaranya dengan Dika, tampak belum ingin mengenalkan pemuda itu sebagai kekasihnya. Mengingat dia dan Dika masih dalam perang dingin serta menunggu keseriusan yang Dika maksud.
"Minum apa nak?"
"Air putih aja bu, dia lagi diet"
Ujar Yasmin yang segera menjawab pertanyaan sang ibu.
Dika tidak protes, apapun yang di berikan Yasmin ia tidak mempermasalahkannya.
"Ya sudah, ibu ambilin bentar ya..."
Sepeninggalan ibu, Dika langsung meraih tangan Yasmin.
"Yank, aku minta maaf kalau sudah nyakitin hati kamu. Aku nggak tahu harus ngomong apa lagi. Di hati aku sekarang, esok dan nanti cuma ada kamu. Tolong terima aku apa adanya yank, dengan kesalahan di masa lalu ku sebagai kekuranganku. Aku mencintaimu...cuma kamu... "
Ungkap Dika dengan tatapan mata yang terlihat sungguh-sungguh.
Ada rasa senang kalau dihati Dika hanya ada dirinya seorang sekarang. Namun gadis itu belum merasa tenang jika wanita-wanita itu masih berkeliaran di dekat Dika.
"Ini terakhir!"
Mendengar ucapan Yasmin mata Dika tampak berbinar.
"Pasti yank, pasti!"
Ucap Dika sungguh-sungguh. Senyumnya langsung terukir di wajahnya membuat Yasmin mengalihkan pandangannya dan tersenyum kecil.
"Ehem, ini nak...?"
Ibu datang membawa nampan berisi air minum serta cemilan ringan. Senyum ibu terukir saat tanpa sengaja ia melihat Dika menggenggam tangan Yasmin dan melepaskannya ketika ia berdehem.
Malam itu pun Dika dan Yasmin tampak mulai menjalani hubungan mereka secara normal seperti biasanya.
Dika yang memang sudah dikenal sebagai sahabat Yasmin berbaur santai bersama keluarga kecil itu.
*****
__ADS_1
Kehadiran Rey semakin membuat cemas Dika hingga pemuda itu meminta Tomy untuk mempercepat kedatangannya.
Jum'at barokah, begitu pula untuk Dika karena Tomy menyanggupi untuk datang sehari lebih awal dari janjinya.
Malam itu pun rombongan datang membuat Yasmin dan keluarga yang tanpa persiapan apa-apa terkejut bukan main.
Tomy, Humaira dan Gibran serta Umi juga datang meramaikan. Tomy yang takut terjadi sesuatu pada keluarganya, membawa Humaira dan Gibran ikut bersamanya, serta Umi agar dapat membantu mengasuh Gibran jika mereka sedang sibuk.
Wajah kedua orang tua Yasmin tampak kebingungan. Apalagi Yoga sang adik tampak ternganga melihat seorang crazy rich ada di depan matanya. Yoga yang bercita-cita menjadi jutawan, mengenal sosok Tomy yang selalu menjadi motivator bisnis dan sering muncul di media.
"Jadi ibu, bapak, dan adik, kedatangan kami kesini dengan niat baik yaitu melamar Yasmin untuk Dika. Maklum bu, pak..., anaknya udah nggak sabaran"
Ujar Tomy menjelaskannya maksud dan tujuan mereka datang ke sana malam itu.
"Oh... ya sudah nikah aja"
Langsung, singkat, padat dan tanpa basi basi. Jawaban sang bapak membuat Tomy dan Humaira tercengang bahkan Yasmin dan sang ibu ternganga.
"Loh pak, langsung?"
Tanya sang ibu kebingungan.
"Biarin bu, biar nggak nambah dosa"
"Bener juga, ya sudah kapan tanggal mainnya?"
"Loh bu?"
Sang bapak terlihat bingung.
"Tanggal nikahnya pak maksud ibu"
Tanya Yasmin yang tampak melengos melihat kedua orang tuanya memutuskan tanpa melibatkan dirinya.
"Nggak perlu, kamu pasti setuju. Kemarin tanpa sengaja ibu lihat kalian berpegangan tangan"
Yasmin hanya melengos mendengar penuturan sang ibu. Sementara Dika tampak tersenyum senang sang mertua mendukung dirinya.
Tanggal pernikahan pun di tetapkan setelah bulan puasa yang akan datang sebentar lagi. Baik keluarga Dika maupun Yasmin sudah sepakat acara nikah dan resepsi akan di adakan di Jakarta. Mengingat banyaknya kerabat serta relasi yang tinggal disana.
"Nggak nginap disini?"
Tanya sang ibu pada Tomy.
"Lain kali saja bu, kebetulan kami sudah memesan kamar hotel. Rencananya kami ingin sekalian menghabiskan akhir pekan disini"
"Waah, sambil bawa keluarga jalan-jalan ya?"
"Iya bu, kebetulan isteri saya ingin sekali jalan-jalan ke kota ini"
"Oh.. begitu. Iya nggak apa-apa. Semoga betah di Surabaya jadi kapan-kapan bisa balik lagi kesini"
"Insyaallah betah bu..."
Jawab Humaira dengan tersenyum ramah.
Mereka pun pamit untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1
Dika dan Yasmin tidak mau melepaskan genggaman tangan mereka. Wajah Dika di penuh senyum kebahagian. Yasmin pun tak menampik bahwa ia juga merasakan hal yang sama. Namun bersamaan dengan kebahagiaan mereka, ada seseorang yang harus mengubur rasa sukanya dalam-dalam.
Sepeninggalan Tomy dan keluarganya dari rumah Yasmin, Yoga masih terduduk tak bergerak dengan wajah bengong sambil tersenyum.
"Kamu kenapa nak?"
Tanya ibu yang melihat Yoga tampak aneh.
Yoga tersadar dari lamunannya dan akhirnya berajanak ke kamarnya tanpa menjawab pertanyaan sang ibu.
Ibu hanya melengos melihat sikap anaknya yang demikian.
*****
Seminggu setelah acara lamaran, Yasmin kembali ke butiknya dan melakukan kegiatan seperti biasanya. Hingga Ramadhan tiba, Yasmin dan Dika perlahan mulai mempersiapkan pernikahan mereka yang akan di lakukan 2 bulan lagi.
"Puasa yank?"
Yasmin sengaja mencandai Dika yang tampak lemas di layar smartphonenya.
"Aku kangen yank..."
"Tahan yank..., tinggal 24 Hari lagi kok"
"Lama banget yank..."
Dika mengeluh karena Yasmin memintanya untuk tidak bertemu langsung selama bulan Ramadhan kecuali acara buka bersama. Yasmin ingin fokus melakukan ibadah dalam bulan Ramadhan. Pasalnya jika ada Dika, bisa-bisa pahala puasanya akan selalu berkurang.
"Sabar... kamu kan tahu ntar ibadah kita berkurang pahalanya"
"Ntar aku bersedekah biar nambah lagi yank"
"Mau sedekah itu nggak nunggu pahala udah berkurang kali yank"
"Tapi aku kangen..."
"Haaah, tahan dulu yank..."
"Sekali aja ya aku mampir, aku pengen peluk kamu. Kangen banget sama harum mu..."
"Tuh kan niat aja udah ngurangi pahala"
"Ntar aku ngaji, tadarusan..."
"Bisa aja kamu ngelesnya. Aku nggak mau pokoknya. Udah ya.. butik lagi ramai"
"Aku kesana ya bantuin?"
"Nggak usah...,udah ya? Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam..."
"Kluk"
Panggilan telepon pun di akhiri Yasmin. Namun Dika tak putus asa, ia pun meminta Humaira untuk mengajak buka bersama dua hari sekali. Setidaknya pemuda itu hanya mampu bertahan selama 2 hari.
Sosok Dika yang casanova tak luput dari gosip di antara teman-temannya. Hingga rencana pernikahan Dika pun tersebar ke telinga para mantan dan juga Rima.
__ADS_1
🌠Like dan komen dong 😊🙏
✨Baca juga Dream Destiny, bagi kalian yang menyukai kisah romansa istana. Terima kasih 😊