
# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘
*****
Mengelilingi Maldives selama beberapa hari tidak pernah membuat bosan Humaira, karena ia begitu menyukai lautan. Dari mendayung, berenang, hingga snorkeling di lakukan Tomy dan Humaira selama menikmati masa bulan madu mereka.
Apapun yang Humaira ingin lakukan, Tomy segera menurutinya.Tomy tidak pernah perhitungan untuk urusan keuangan pada isterinya-isterinya. Apa yang ia peroleh dari kerja kerasnya semua untuk membahagiakan isteri-isterinya dan anaknya kelak. Dan beruntunglah Tomy, karena kedua isterinya buka tipe wanita yang menghamburkan uang dengan sia-sia.
Tubuh Humaira yang lasing berbalut dress 7/8 begitu cantik di pakai olehnya. Banyak kaum adam yang melirik ke arah isterinya meski mereka sendiri membawa pasangan masing - masing. Tentu saja hal itu membuat Tomy berang. Lelaki itu akhirnya selalu menggandeng tangan isterinya kemana pun mereka melangkah.
"Mas aku haus?"
"Duduklah disini, dan jangan kemana-mana. Aku akan membelikan mu minuman dan akan segera kembali"
"Iya mas"
Tomy lalu meninggalkan Humaira di sebuah kursi panjang dengan pemandangan cantik menghadap ke laut.
Tidak lama datang seseorang yang menghampiri Humaira.
"Excuse me miss, may i sit here?" (Permisi nona, bolehkah aku duduk disini?)
Sapa seorang lelaki ketika ada tempat kosong di samping Humaira.
Orang ini ngomong apa ya? Apa dia mau duduk disini?
"Yes..."
Satu kata yang Humaira tahu pasti dalam bahasa itu.
"Thank you..."(terima kasih)
Jawab lelaki itu. Sesekali ia mencuri pandang ke arah Humaira yang hanya fokus melihat pemandangan laut sambil menunggu suaminya Tomy datang.
"Did you come here alone or with friends?"(Apa anda datang sendirian ke sini atau bersama teman?)
Duh... ni bule ngomong apa lagi coba?!
Humaira yang tidak terlalu paham bahasa inggris sama seperti othor yang nulis ini, mencoba menerka-nerka apa yang dimaksud lelaki itu.
"With..."
Suami bahasa inggrinya apa ya? Boy kan laki-laki, boy aja lah... suami nggak tahu.
"With my boy..."
Jawab Humaira sambil tersenyum. Sudah menjadi etika untuk wanita itu selalu tersenyum ramah.
"Ohh... too bad you already have a boyfriend. But if you want to have fun wiht me, i'm always ready anytime" (Oh... sayang sekali anda sudah punya pacar. Tapi jika anda ingin bersenang-senang denganku, aku selalu siap kapan pun)
Humaira hanya cengengesan merespon ucapan bule itu. Kata-katanya terlalu panjang hingga Humaira tidak mengerti apa yang lelaki itu bicarakan.
Dari kejauhan tangan Tomy terkepal memegang botol minuman yang ia beli untuk Humaira. Pemandangan yang bikin darahnya naik ke ubun-ubun itu, membuat ia mempercepat langkahnya mendekati isterinya yang sedang berbicara dengan orang asing.
"Mas..."
Senyum senang Humaira terlihat jelas begitu Tomy datang menghampirinya.
"Minumlah..."
Tomy segera memberikan botol minuman yang sengaja ia beli karena Humaira yang berkata kehausan ketika mereka beristirahat sejenak di bangku itu.
"Excuse me, may i sit next to my wife?" (Permisi, boleh aku duduk di samping isteriku?)
"Your wife?! Oh... of course" (Isterimu?! Oh.. tentu saja)
__ADS_1
Sedikit terkejut lelaki itu mengetahui kenyataan jika wanita yang berusaha di dekatinya itu sudah bersuami.
"We're on our honeymoon here" (Kami sedang berbulan madu ke sini)
Ujar Tomy tanpa ditanya oleh si bule. Lelaki itu mencoba menegaskan untuk jangan pernah mencoba mendekati isterinya. Karena sebagai lelaki, Tomy juga paham insting predator yang mencoba mendekati mangsa.
"Sure.. okey" (Oke...tentu)
Lelaki itu hanya tersenyum tidak enak, lalu menjauh dari Humaira dan Tomy.
"Bicara apa saja tadi?"
"Nggak tahu mas, aku hanya menebak saja"
"Tapi sepertinya kalian akrab, sampai-sampai kau tersenyum padanya"
Ujar Tomy sambil memandang ke arah lain.
"Mas cemburu?"
Tanya Humaira yang langsung mengamati sikap suaminya yang kikuk itu.
"Tidak. Aku hanya tidak suka isteriku berbicara dengan orang asing"
Tomy beralasan.
"Aku juga nggak tahu mas dia ngomong apa. Aku kan nggak begitu tahu bahasa inggris mas"
Ungkap Humaira sambil menunduk memainkan kakinya.
"Hehehe... kau tidak bisa bahasa inggris?"
Tomy terkekeh ternyata isterinya itu hanya tersenyum bodoh mendengar ucapan si bule.
"Mas jangan meledek dong ..."
"Ya sudah, nanti ketika pulang kerumah, mas akan mendatangkan guru privat untukmu. Sepertinya bahasa inggris akan sangat perlu untukmu. Karena jika ada pekerjaan keluar negeri, kau akan mendampingi ku kelak"
Ujar Tomy sambil merangkul hangat Humaira.
"Iya mas..."
Jawab Humaira sambil membalas rangkulan suaminya.
"Bagaimana setelah ini kita ke hawaii, laut disana juga indah. liburan kita masi ada 9 hari lagi"
"Nggak, disana banyak bule seksi dengan bikini. Aku nggak mau mas melihat mereka"
"Hehehe... jadi sekarang kau yang cemburu?"
"Cemburu pasti, mana ada isteri yang tahan lihat suaminya melirik wanita lain"
Ungkap jujur Humaira.
"Lalu bagaimana dengan Nia?"
Tomy pun lalu mencari tahu perasaan isteri-isterinya.
"Kak Nia spesial, untuknya apapun akan aku lakukan"
Ucap Humaira memandang teduh ke arah Tomy yang tersenyum mendengar penuturannya.
Tomy meraih kepala Humaira dan mencium kening wanita itu.
"Bagaimana jika kita kembali ke kamar untuk persiapan tempur kita malam nanti?"
__ADS_1
"Boleh, kali ini aku yang akan memanjakan mas"
"Wah, aku jadi tidak sabar menunggu saat itu"
Mereka lalu beranjak dari duduknya, melangkah pergi kembali menuju kamar bulan madu mereka.
*****
Menjelang malam, Humaira merasa gelisah tidak seperti biasanya. Namun kehangatan Tomy membuatnya rasa cemas hilang untuk sesaat.
Aktifitas malam pun kembali terjadi. Tomy berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginannya isterinya Nia. Berbagai cara dan gaya mereka coba. Apalagi Tomy yang sudah lama tidak melakukannya tentu memiliki hasrat yang lebih dari pada Humaira.
Terengah-rengah keduanya terkulai lelah ketika puncaknya telah tercapai di keduanya.
"Besok kita cari suasana baru, bagaimana jika kita mengunjungi tempat bersalju?"
Ajak Tomy memberi saran pada Humaira.
"Salju? Aku mau mas. Aku belum pernah merasakan salju"
"Baiklah...besok kita cek out dari sini. Kita akan berbelanja pakaian musim dingin terlebih dahulu. Baru langsung terbang kesana"
"Kemana?"
Tanya Humaira antusias.
"Emm... bagaimana kalau ke Swiss?"
"Aku ngikut aja mas"
Jawab Humaira tersenyum senang.
Keesokan harinya, sesuai rencana mereka meninggalkan Maldives dan pergi menuju Swiss untuk perjalanan bulan madu yang masih tersisa 8 hari lagi.
Kembali lagi Humaira merasa cemas entah kenapa. Sesekali ia terlihat gusar hingga mencuri perhatian Tomy.
"Ada apa sayang...?"
"Entahlah mas, perasaanku nggak enak aja"
"Khawatir Danu?"
"Iya sedikit"
"Nanti setelah tiba di Swiss kita akan menelpon kerumah"
Ujar Tomy mencoba menenangkan.
"Iya"
Jawab Humaira menganggukan kepala. Wanita itu memejamkan matanya selama perjalanan dalam pesawat menuju Swiss.
✨Beri dukungan untuk aku dong😘
* Like 👍
* Komen
* favorit ❤️
*Rate⭐⭐⭐⭐⭐
*Hadiah
*Vote, Terima kasih 🤗
__ADS_1
✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.
Terima kasih 🙏