
Siapa dia? Pertanyaan itu terus saja terlintas di kepala Rima. Gadis yang baru pertama kali merasakan debaran yang tak biasa itu begitu penasaran terhadap Dika. Ia pun menguras sedikit tabungannya untuk meminta seseorang menggali informasi tentang Dika.
Rima yang sudah jatuh hati itu terobsesi untuk memiliki Dika. Ia belum pernah merasakan debaran hati seperti itu hingga dia yakin kalau Dika adalah jodohnya.
"Masih muda banget, kaya, dan tampan. Tipe aku banget! Pokoknya aku harus dapetin dia, harus!!"
Dengan membawa tekad yang kuat Rima kembali mendatangi kantor Dika. Gadis itu tidak mendatangi langsung, lebih tepatnya hari itu ia mengikuti Dika, mengikuti apa saja kegiatan pemuda itu sehari penuh.
Namun ada yang mengganjal di hati Rima. Pagi sebelum ke kantor, siang saat jam istirahat, serta malam ketika pulang kantor, tempat yang Dika tuju adalah sama yaitu Butik.
Hari ke 2, kembali Rima melakukan hal yang sama. Dan tempat yang di tuju Dika juga sama dengan yang kemarin.
Lalu hari ke 3, informan yang di tugaskan Rima datang membawa laporannya.
"Dika Anggara Direktur utama perusahan Safety, anak yatim piatu, memiliki satu kakak yang telah tiada. Kakaknya Nia Fatmala mendiang isteri dari Tomy Gunawan sang crazy rich. Dia... memiliki rumor seorang play boy dan sekarang memiliki seorang kekasih bernama Yasmin yang merupakan pemilik sebuah butik. Lalu tempat tinggalnya, apartemen Big House. Cuma itu saja yang bisa di gali nona. Maaf karena sepertinya orang ini memiliki kekuasaan sehingga informasi sedikit di tutupi"
Begitu lah laporan yan di berikan informan sebelum lelaki itu meninggalkan Rima yang tampak terkejut.
"Yasmin, butik... aku tahu sekarang. Jadi dia selalu ke tempat kekasihnya?!"
Gumam Rima pelan. Rima yang kecewa serta terbakar api cemburu mulai merasa aliran darah mendidih di dalam tubuhnya. Minuman kaleng ia genggam kuat hingga penyok.
"Apa yang harus aku lakukan?!"
Patah hati sebelum merasakan indahnya cinta. Rima pun sedih dan sangat marah. Gadis muda yang masih labil itu belum mampu mengontrol emosinya. Ia pun pulang untuk memikirkan langkah ke depannya.
*****
Sementara itu, ditempat lain. Didalam sebuah ruangan, para model sedang di rias dan berganti pakaian untuk di foto.
"Tahu nggak sih siapa cewek yang di gandeng Dika saat acara?"(Martha)
"Kayaknya nggak terkenal deh, mungkin cewek biasa"(Nadya)
"Ck...ck... ck, Dika... Dika... mainannya anak kampung sekarang?!"(Martha)
"Padahal gue jatuh cinta setengah mati sama dia"(Chika)
"Sama Dika jangan baper deh, yang ada sakit hati ntar"(Martha)
"Bener, bukan lu aja yang jatuh cinta sama Dika, gue rasa beberapa rekan model kita juga jatuh cinta sama dia"(Westy)
"Oh iya, inget model Cindy itu nggak? Keknya dia udah lama nggak kelihatan"(Nadya)
"Loh, lu belum tahu?"(Westy)
"Apaan?"(Martha)
"Dia kan lagi mendekam di penjara"(Westy)
"Hah?! Yang bener?"(Martha)
__ADS_1
"Iya, sumpah?!"(Westy)
"Kasus narkoba? Atau mucikari?"(Nadya)
"Bukan, kalau nggak salah bakar bangunan gitu. Dan katanya nih ya, yang nuntut dia si Dika itu"(Westy)
"Bukannya mereka pacaran ya?"(Chika)
"Pacaran? Hahaha... mana mau Dika terikat gitu. Dan gue yakin cewek yang sekarang nggak lama lagi pasti di campak juga"(Martha)
"Hahaha... bener...bener"(Westy)
Dan percakapan terus berlanjut. Namun Chika tampak melamun sesaat. Wanita itu tampak sedang berpikir.
Mungkin ini kesempatan ku untuk dekat dengan Dika lagi. Aku akan mencoba menemuinya besok.
Chika yang merupakan salah satu wanita yang pernah di tiduri oleh Dika dan terjerat pesona casanova itu, mencoba untuk mengambil kesempatan untuk mendekati Dika. Cindy yang merupakan model dan anak dari seorang pejabat adalah saingan berat bagi para model lainya. Sehingga mereka enggan untuk melakukan persaingan pada wanita itu.
Keesokan harinya, Chika mendatangi kantor Dika.
"Mbak saya mau ketemu pak Dika, bisa?"
"Sudah buat janji bu?"
"Belum sih, coba saja katakan Chika ingin bertemu ada urusan bisnis"
"Mungkin saat ini pak Dika sedang Breafing jadi saya coba sampaikan 30 menit kedepan"
"Oke nggak apa-apa, saya tunggu disana"
"Baik bu"
Chika pun dengan sabar menunggu kabar dari resepsionis. Ia pun dengan santai mengeluarkan smartphonenya dan melihat media sosialnya.
Setelah hampir satu satu jam, akhirnya Chika di panggil dan langsung menuju ke ruangan Dika. Wanita itu tampak tersenyum senang karena rencananya sampai detik ini berhasil.
Disana, terlihat Dika sedang menelpon kliennya saat Chika mengetuk pintu ruangannya. Dika pun menoleh dan memberi kode untuk masuk. Dengan sabar Chika menunggu Dika selesai menelpon sambil duduk manis di sofa ruangan itu.
"Ada apa, tumben nih?"
Tanya Dika setelah menutup telponnya.
"Sombong ya, udah nggak pernah lagi ngajak ketemuan?"
"Bukan begitu, akhir-akhir ini gue sibuk banget. Lihat saja..."
"Iya aku tahu"
"Lalu bisnis apa yang ingin kamu usulkan?"
"Oh, ini?"
__ADS_1
Chika mengeluarkan beberapa lembar berkas dari dalam tasnya, lalu berjalan mendekati meja kerja Dika.
"Aww...,brukk!!"
"Loh, Chika kamu nggak apa-apa?"
Chika yang tadinya berjalan mendekati meja Dika tiba-tiba jatuh terduduk. High-heels nya patah menyebabkan kakinya terkilir.
Dika lalu menghampiri wanita itu yang tampak meringis kesakitan. Ia pun mencoba untuk membantu Chika berdiri.
"Sebaiknya kamu duduk di sofa, gue akan mencoba mengobati sedikit. Bisa berdiri?"
Chika menggeleng karena kakinya terasa nyeri.
"Ya sudah, ayo gue bantu"
Dika pun berusaha memapah Chika untuk berdiri, namun saat melangkah dan menginjakkan kakinya yang terkilir, Chika meringis kesakitan dan jatuh ke dalam pelukan Dika.
"Assalamualaikum...,DIKAAA!!!"
"Loh, Yasmin?!"
Yasmin yang datang tiba-tiba langsung berteriak dan mengejutkan Dika yang tengah memeluk Chika tanpa sengaja.
"Siapa dia?!!"
Tanya Yasmin penuh emosi.
"Sebentar yank, jangan salah paham?!"
Dika langsung menggendong Chika gaya briddal dan meletakkan Chika di sofa. Chika yang mendadak di gendong seperti itu tentu saja melingkarkan tangannya di leher Dika.
"Ugh!!"
Yasmin menghentak kakinya marah dan langsung meninggalkan Dika sambil berlari menjauh dari ruangan itu.
"Yasmiiiin.....!!"
Dika berteriak, namun Yasmin tetap berlari meninggalkan Dika.
"Oh, Sial!! Kamu tunggu disini, gue akan minta asisten ngatarin kamu ke rumah sakit. Ada urusan hidup dan mati yang harus gue kejar"
Chika tertegun, ia hanya bengong dan terdiam melihat Dika yang begitu panik setelah terlihat oleh wanita yang bernama Yasmin tadi.
Tanpa menunggu jawaban dari Chika, Dika langsung berlari mengejar Yasmin dan meninggalkan Chika begitu saja.
Sial!! Kenapa timingnya pas banget sih?! Udah kayak skenario aja. Yasmin juga kenapa tiba-tiba datang nggak ngabarin dulu sih?!
Kehilangan jejak Yasmin, Dika berusaha menelpon gadis itu namun tidak di angkat. Beberapa kali ia mencoba dan hasilnya pun sama.
Notes : Udah menjelang pertengahan puasa nih. Readers, sebelumnya aku minta maaf ya. Mungkin mulai besok hingga hari raya Idul Fitri, Humaira ga bisa up setiap hari karena aku pasti mulai lebih sibuk. Tapi tetap aku usahain up kok. Jadi tetap stay ya... makasih 🙏🤗
__ADS_1
Like dan Komen nya jangan lupa ya...
✨Baca juga Dream Destiny, bagi kalian yang menyukai kisah romansa istana. Terima kasih 😊