
Rahma dan Marisya akhirnya lulus juga menyusul Fajri dan Zia, mereka lulus dengan gelar masing-masing, dan saat wisuda Marisya didampingi kedua orangtuanya beserta Fajri kakak kandungnya. Sedangkan Rahma didampingi kedua kakak kandungnya serta Zia yang ikut serta hadir diacara wisudanya, Rahma mengundang Zia, karena Zia berperan penting akan kuliahnya selama ini. Tanpa bantuan keluarga Zia, Rahma tidak mungkin menyelesaikan kuliahnya sampai detik ini.
"Congrats ya Dek, semoga tercapai segala cita-cita kamu selama ini, dan menjadi calon istri kakak yang baik", ucapan selamat Zia untuk Rahma sambil tertawa, seolah Zia hanya bergurau akan kata-katanya soal calon istri, padahal dari lubuk hatinya yang paling dalam begitu yang diharapkannya.
" Maunya Kak Zia itu sih !! " seru Marisya meledek Zia.
" Terimakasih atas perhatian kakak selama ini ke aku, maafkan aku belum bisa membalas apa-apa untuk kakak", ucap Rahma dengan memeluk Zia, dan pelukan hangat itu karena Rahma menganggap Zia sebagai kakak yang sangat menyayanginya.
Fajri yang telah lulus gelar hukumnya dan akan melanjutkan pasca sarjana di fakultas hukum selanjutnya, begitu juga dengan Marisya karena mereka bercita-cita ingin menjadi pengacara.
Zia dan Rahma mengabadikan foto mereka berdua saat Rahma wisuda, dan Zia pun share foto tersebut diakun medsosnya, dengan capture simbol "love". Membuat orang-orang yang melihat foto tersebut mengira kalau mereka benar-benar punya hubungan serius. Begitupun keluarga Rahma yang melihatnya, karena bagi keluarga Rahma apapun yang dipilih Rahma itu adalah pilihan yang terbaiknya, apalagi selama ini mereka kenal baik dengan Zia dan keluarganya.
Untuk saat ini Zia sedang melaksanakan KOAS kedokterannya, dan setelah itu Zia akan melanjutkan pendidikannya mengambil jurusan spesialis Penyakit Dalam. Dan Rahma pun sudah mulai bekerja sebagai sekretaris anggota dewan. Mereka berdua semakin sibuk, tapi sesibuknya Zia, Zia masih menyempatkan waktu untuk bertemu Rahma walaupun hanya sekedar menjemput Rahma pulang bekerja.
__ADS_1
Tapi berhubung Rahma seorang sekretaris An**ota Dewan Komisi *II yang super sibuk dengan segala aktivitasnya. Mau tidak mau Zia pun harus mengerti keadaanya, Zia pun memakluminya. Zia pun paham melihat Rahma sibuknya seperti apa, karena Rahma lebih banyak waktu keluar kota dan terkadang keluar negeri. Ada juga beberapa teman seruangan yang pernah dikenalkan oleh Rahma kepada Zia.
Karena saking sibuknya mereka berdua, Zia pun hampir putus asa akan hubungannya, apalagi tau akan pergaulan Rahma dilingkungan kerjanya yang bergaul dengan para pejabat penting. Zia pun kualahan harus mengalah untuk bertemu dengan Rahma yang semakin sulit.
Zia teringat akan moment saat waktu wisuda Rahma, Zia merasa ada lampu hijau untuknya dihati Rahma karena Rahma memeluknya dengan mengucapkan terimakasih. Untuk kali ini Zia berniat untuk melamar Rahma. Toh sudah tidak ada lagi alasan untuk menolak karena Rahma tidak harus fokus dengan belajar lagi seperti sebelumnya yang menolak cinta laki-laki lain karena ingin fokus belajar.
Zia meminta kepada Fajri dan Marisya untuk mengatur akan soal niat Zia ingin melamar Rahma, tentunya kedua sahabatnya ini sangat gembira jika ada hubungan yang jelas tentang hubungan Zia dan Rahma.
Pertemuan mereka berempat diatur oleh Fajri dan Marisya. Marisya mempunyai rencana kalau seolah-olah pertemuan ini tidak disengaja. Mereka berencana akan menginap satu malam di daerah penggunungan di Vila keluarga Zia.
M : Rah, lu ikut ya kita ke Puncak weeknd ini
R : Mar, sorry gw ada jadwal ke Sing untuk dari Jumat sampai Minggu sore
__ADS_1
M : ok, kita undur next weeknd yah.. lu harus bisa, kalau enggak gw marah !
R : ok, gw usahakan Mar, tp btw ada acara apa nih Mar tiba-tiba lu ajak gw ke puncak?
M : ga ada acara apa-apa, kangen aja pengen kumpul berempat
R : puncaknya dimana?
M : villa Kak Zia
R : ok, tapi langsung pulang kan?
M : nginep dong Rah, lu ga kangen pengen curhat sampai bergadang sama gw?
__ADS_1
R : kangen lha, ok gw usahakan ya
JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH