Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Makan malam


__ADS_3

Malam ini adalah malam penuh kecemasan untuk Zia dan Rahma, karena harus makan malam bersama dengan orang yang menjijikan untuk mereka berdua yaitu Wiliam. Tuan Law mempersilahkan Zia dan Rahma untuk menikmati hidangan yang disediakan.


" Zi.. Wiliam akan menetap beberapa saat disini, karena Om meminta ia untuk mengurus segala urusan Om yang ada disini, Om memikirkan jika sudah saatnya Wiliam menikah, apakah kau punya kenalan gadis baik baik Zi untuk calon istri Wiliam ?", ucap Tuan Law dan meminta kepada Zia dihadapan Wiliam untuk mengenalkan gadis mungkin teman Rahma dengan maksud seperti Rahma wanita yang cantik, bertutur kata yang lembut, dan etika sopan santunnya terlihat akan ia wanita berpendidikan.


"Dad, sudahlah, aku belum ingin menikah, nanti aku akan tentukan sendiri istriku nanti", ucap Wiliam tertuju kepada Ayahnya.


" Cobalah kau dengan Rahma referensikan gadis baik baik kepada Om mungkin teman kalian, nanti Om yang akan pilihkan untuk Wiliam", ujar Tuan Law kepada Zia dan Rahma tanpa memperdulikan Wiliam ada bergabung makan satu meja dengan mereka.


"Boleh, tapi carikan yang seperti Rahma ya, kalau tidak ada mending tidak usah. Aku lebih senang seperti ini Dad ", ucap Wiliam dengan santai tapi berimbas dengan respon raut wajah Zia dan Rahma yang merasa sudah semakin tidak nyaman.


" Kalau kita ingin mendapatkan istri wanita baik baik, rubah prilaku kita menjadi baik, karena wanita baik baik akan bersedia menikah dengan pria yg baik", ucap Zia dengan berupa nasehat dengan kata kata yang menusuk untuk Wiliam.


"Memangnya kau sebaik apa Zi.. ", balas Wiliam dengan sinis.


" Kau tanyakan saja pada istri saya ini kenapa dia memilih saya, padahal diluar sana banyak laki laki lebih diatas saya yang mengejar istri saya ini termasuk seorang yang bernama Wiliam ", jawab Zia dengan santai dengan menyudutkan menyindir Wiliam.


"Pasti kau pakai pelet Zi.. hahaha ", ocehan Wiliam yang makin membuat Zia geram dan menggelengkan kepalanya karena lelah dengan ocehan Wiliam yang tidak masuk akal.


" Tidak usah dengarkan Wiliam Zi.. Om minta tolong, tolong carikan calon untuk Wiliam seperti istri kau Zi.. karena selama ini Wiliam selalu membawa wanita urakan, terkadang yang merokok lha, senang clubbing lha, pakaiannya tidak sopan lha, sekali berpakaian sopan tuturnya yang tidak bisa sopan, ya begitulah", ucap Tuan Law dengan serius namun Zia dan Rahma tidak memberi respon apapun dan hanya berpura pura menikmati makanan yang sedang mereka makan.

__ADS_1


Sejak mereka duduk di meja makan, Wiliam tidak berhenti mencuri pandang kepada Rahma, hingga Rahma yang tanpa melihat Wiliam sama sekali merasa risih dengan mata jalang itu.


Tuan Law dengan Zia sedang asik bercengkrama membahas tentang strategi bisnis Tuan Law selama ini, sehingga Zia tidak memperhatikan jika wajah dan tubuh istrinya telah menjadi pemandangan halusinasi untuk Wiliam yang sedang berpikiran mesum.


Rahma jengah dengan sikap Wiliam, dan memberi kode berdehem kecil kepada suaminya agar segera meninggalkan tempat ini.


"Baik Om, hari sudah malam, sebaiknya kami pamit pulang ", ucap Zia dan beranjak dari tempat duduknya berdiri menggandeng tangan istrinya.


Tuan Law mengantar Zia dan Rahma sampai diteras rumahnya hingga masuk ke mobil mereka, tanpa Wiliam yang enggan mengantar tamunya.


Mas Anto melajukan kendaraannya, ketika melihat kaca spion yang ada diatas kepalanya untuk mengawasi penumpangnya yang sedang duduk kursi belakang ia melihat wajah nyonya mudanya sangat pucat.


" Saya baik baik aja kok Mas Anto, kenapa ?", jawab Rahma dengan bingung karena ia merasa ia baik baik dan sehat saja. Lalu Zia sebagai seorang suami mendengar pertanyaan Mas Anto kepada Rahma ia menatap dan memeriksa keadaan istrinya, dan memastikan jika istrinya baik baik saja.


" Maaf Bu, wajah ibu pucat sekali saya lihat dari cermin ini Bu", jawab Mas Anto seraya menunjukan kaca spion yang ada diatas kepalanya.


"Mana pucat Mas, baik baik aja kok ini fresh", ucap Zia memastikan wajah istrinya segar dan cerah.


" Saya serius Pak, maaf ya Pak, malah tadi saya sempat terkejut kaget seperti bukan istri bapak saat saya melihat dipantulan cermin", jawab Mas Anto meyakinkan jika memang ada yang tidak beres dengan Nyonya mudanya.

__ADS_1


"Mungkin Mas Anto lelah, setelah sampai rumah, istirahat lha Mas.. ", ucap Zia memaklumi Mas Anto maupun Mas Anto salah atau benar akan penglihatannya.


" Maafkan saya Pak ", ucap maaf Mas Anto.


" Santai Mas.. " jawab Zia seraya mengusap pundak Mas Anto dari belakang.


*flashback*


" Wil, Daddy akan berkunjung ke Rumah Sakit milik Zia, apa kamu mau ikut Daddy?", tanya Tuan Wiliam kepada anaknya saat mereka berdua menikmati sarapan sebelum memulai aktifitas sehari hari.


" Wiliam ada urusan Dad, jadi Daddy aja yang ketempat Zia. ", jawab Wiliam sekenannya.


" Oh ya Dad, sekali kali ajak Zia dengan istrinya bertamu kerumah kita ini, undang makan malam saja, nanti Wiliam yang akan atur makanannya ", sambung Wiliam dengan pikirannya yang penuh dengan kelicikannya ingin menjebak Zia dengan Rahma.


" Ok nanti Daddy akan undang mereka sekalian ", jawab Tuan Law tanpa mengetahui tujuan anaknya.


Wiliam mempersiapkan sajian yang akan dihidangkan sebelum Zia dengan Rahma datang. Wiliam dibantu oleh para koki dirumahnya. Setelah masakan siap untuk dihidangkan dan ditata dimeja makan, Wiliam memerintahkan seluruh para asisten untuk kembali ketempat istirahat agar tidak mengganggu para tamu nantinya. Dan setelah para asisten rumah sudah menghilang, Wiliam diam diam memberikan tetesan air dari dalam botol kecil pada makanan yang nanti akan disajikan oleh tamunya.


********

__ADS_1


HAY READERS.. MAAFKAN AUTHOR LAMA UP YA. TOLONG BERIKAN SEMANGAT DENGAN MEMBERIKAN LIKE AND VOTE UNTUJ AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH YANG SUDAH SUPPORT AUTHOR.


__ADS_2