
Seiring waktu bukan Zia tidak merindukan kedua orangtuanya, akan tetapi ia lebih khawatir akan keselamatan sang istri yang sedang terancam, maka dari itu ia harus segera kembali menemani istrinya dirumah.
" Nda.. Yah.. maafkan aku, aku harus pulang, aku jadi semakin khawatir dengan keadaan istriku kalau masih saja ada yg ingin berbuat tidak baik dengannya ", ucap Zia dengan raut wajah sedih karena tidak ada henti hentinya ada saja yang ingin berbuat jahat pada istrinya.
" Iya Zi.. segera lha kau temui dan selalu kau temani istrimu, kasian dia, dia yang selalu butuh kau dan menjadi tanggung jawab kau ", ucap Ayah mengerti keadaan anaknya.
" Bunda bangga padamu Nak, kau mencintai dan bertanggung jawab untuk keluarga kecil kau, jangan pernah takut akan kebenaran, karena kebenaran akan selalu ada jalan keluar", ucap Bunda memberi semangat kepada Zia.
" Zi.. sebaik baik penolong dan pelindung, itu hanya kepada Allah, adukan segalanya di malam tahajud kau, doa bunda dan ayah selalu menyertaimu nak ", ucap Ayah memberi nasehat kepada Zia.
" Zia tidak takut dengan segala ancaman rendahan seperti itu Yah Nda.. Zia hanya sedih dengan Rahma, kesabarannya sedang diuji saat sedang hamil seperti ini, Zia minta tolong sama Ayah dan Bunda, tolong cari tahu darimana amplop ini bisa ketangan Bunda dan Ayah ", ucap Zia sambil beranjak dari sofa empuk itu.
" Zi.. untuk cari tahu tentang amplop ini kau tdiak usah pusing, serahkan pada Ayah, kau hanya temani istri kau saja dirumah, jika kau menguatkan dan memberi support padanya pasti Rahma akan kuat ", ucap Ayahnya dengan tenang seraya menyeruput kopi hitam yang sudah biasa ia minum di sore hari.
" Zi.. beginilah resiko punya istri cantik dan baik hati ", ucap Bunda sambil tersenyum meledek Zia dan suasana hati Zia pun menjadi tersenyum.
__ADS_1
" Iya terimakasih Nda Yah, Zia pamit dulu", ucap Zia seraya meraih tangan dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan tidak lupa mencium kening mereka satu persatu.
" Ok hati hati Nak, Insya Allah besok pagi bunda kerumahmu, bunda rindu dengan menantu Bunda yang cantiknya dimana mana jadi rebutan ", ucap Bunda tersenyum menggoda Zia lagi.
" Bilang aja Bunda iri kalah cantik sama istriku ", ledek Zia membalas ledekan sang bunda dan Ayah Bunda tertawa terbahak bahak.
Zia meninggalkan kantor milik Ayah dan Bundanya. Zia masuk ke dalam mobilnya. Jiwanya masih belum tenang dengan hal ini. Ia tidak habis pikir jika menikah dengan Rahma akan membawa kebahagian untuk Rahma, akan tetapi masih ada saja orang orang yang tidak ingin melihat Rahma wanita yang dicintainya tidak bahagia hidup dengannya.
Lamunan Zia terhenti ketika mendengar suara handphonenya berdering, dan ia langsung meraihnya karena nada dering suaranya dikhususkan untuk istri tercintanya.
" Waalaikumsalam suamiku tersayang.. ", jawab salam Rahma dengan lembut membuat Zia tersenyum bahagia dengan rayuan istrinya.
" Iya istriku tersayang, kenapa ? kangen ya ? sabar ya.. ", cerocos Zia tanpa titik dan koma menggoda istrinya.
" ih geer banget.. aku mau minta tolong Yang, aku kepengen es dawet, tapi yang enak, udah gitu sama sate padang ya Yang ", ucap Rahma dengan lembut dan manja meluluhkan hati siapapun yang mendengarnya terutama suaminya.
__ADS_1
" Iya sayangku, istriku tersayang, mantan sahabatku yang sekarang menjadi bidadari surgaku ", ucap Zia makin membuat istrinya berbunga bunga dan tersipu malu.
" Ih.. ya udah cepat pulang ya jangan lama lama ", ucap Rahma dengan lembut.
" Iya, sayang, pasti kamu udah kangen kan sama suami kamu yang ganteng ini ", ucap Zia menggoda istrinya.
" Ih kamu nih, ya sudah hati hati di jalan, Assalamualaikum ", ucap Rahma karena tidak ingin memperpanjang ledekan suaminya.
" Waalaikumsalam ", jawab salam Zia dengan tawa renyah karena tahu Istrinya tidak ingin digoda olehnya yang tidak akan berhenti jika tidak dihentikan oleh Rahma.
Zia melajukan kendaraannya, didalam perjalanan pikirannya tertuju dengan Rahma.
" Kenapa Wiliam ga sama perempuan yang mirip itu aja sih, kan sama tuh mirip, masih aja penasaran sama bini gw ", gerutu Zia dalam hatinya.
" Apa yang dicari Wiliam sih ?", tambah gerutu Zia dalam hatinya.
__ADS_1
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.