Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Sarah dan Wiliam


__ADS_3

"Kak Zia menganggapku hanya juniornya dikampus dihadapan istrinya, tapi mudah mudahan hanya dihadapan istrinya saja untuk menjaga perasaan istrinya, namun tidak dihatinya ", keluh Sarah dalam hatinya saat ia merapikan hijabnya dicermin toilet dalam Mall.


***


Zia tidak bisa memejamkan kedua matanya. Ia dibuat resah karena ulahnya sendiri tidak ingin terus terang kepada istrinya. Ia lupa bahwa istrinya sama sama lulusan Universitas Xxx dan bukan orang orang bodoh yang dapat kuliah di Universitas ganas itu.


Zia bermaksud ingin menjaga perasaan istrinya, jika ia tahu siapa Sarah untuknya, pasti Rahma lebih murka dari ini.


*flashback*


Saat Zia terpuruk, patah hati akan perpisahannya dengan Rahma, apalagi Zia mengetahui Rahma akan segera dilamar oleh Yoga, Sarah lha yang menghiburnya dan memberi semangat.


Kenapa harus Sarah? karena Sarah pernah mengungkapkan perasaannya kepada Zia, bahwa ia mengagumi Zia. Sarah berusaha mencoba mendekati Zia yang dingin, tetapi dengan gaya Sarah yang cuek, manja serta riang berhasil membuat Zia memberikan perhatiannya pada Sarah. Seiring waktu mereka menjadi saling mengenal dikampus.


Hingga Zia lulus dan menunaikan sumpah kedokterannya, Sarah meminta Zia untuk melamarnya. Zia tidak habis pikir bahwa ia merasa hubungannya dengan Sarah hanya sekedar teman.


Zia menjelaskan pada Sarah bahwa ia hanya mencintai seorang wanita yaitu Rahma. Akan tetapi Sarah tetap dengan pendiriannya ingin membuat Zia mencintainya. Namun disaat Zia sedang terpuruk, Zia mencari Sarah karena Sarah anak yang periang pastinya bisa menghibur Zia yang sedang patah hati saat itu.


Zia memberikan dan menghabiskan waktunya untuk Sarah. Hingga tiba waktunya Zia sadar tidak ada yang bisa menggantikan posisi Rahma dihatinya. Zia pun berusaha menghindar dari Sarah agar Sarah tidak terluka lagi. Dan sudah sekian lama Zia dan Sarah tidak pernah bertemu lagi. Tapi bertemu kali ini dalam keadaan yang tidak tepat.


****


"Yang... aku ga bisa tidur Yang.. ", gumam Zia tepat ditelinga istrinya.


Rahma yang sudah tidak peduli dengan suaminya yang masih belum bersedia menceritakan masa lalunya dengan Sarah. Zia yang tahu jika istrinya belum lelap.


" Yang, dia itu pernah minta aku ngelamar dia waktu aku wisuda pertama. Dipikirnya dulu aku suka sama dia, padahal aku cuma anggap dia teman, tapi dia salah mengartikan kebaikan aku. Pas kamu mau lamaran sama mantan kamu itu, aku dekat lagi sama dia, tapi aku ga bisa lanjutin karena aku ga bisa ngelupain kamu, posisi kamu ga ada yang bisa gantikan. Aku tinggalin dia daripada anak orang terluka lagi. Udah cuma begitu aja kok Yang. Yang... Yang... maafin aku Yang.. cintaku hatiku cuma ada kamu dari dulu, kalau ga percaya kamu tanya dia, kenapa aku nolak dan ninggalin dia. Cuma satu alasannnya dari dulu, karena posisi kamu dihatiku ga bisa digantikan dengan siapapun.", jelas Zia memelas panjang lebar, dengan tetap memeluk istrinya, karena Zia sudah menepati janjinya dan menceritakan semuanya apalagi Zia mengatakan posisi nama Rahma tidak bisa tergantikan oleh siapapun dihatinya sejak dulu dan sekarang, Rahma langsung membalas pelukan suaminya.


Zia yang merasa lega sebab istrinya sudah memaafkannya dengan membalas pelukannya. Zia pun mencium tiap inci wajah istrinya. Lalu mereka berdua berciuman dengan lembut.


" Yang.. ini gimana Yang.. udah begini", ucap Zia menuntun tangan istrinya ke area sensitifnya yang sudah menegang.

__ADS_1


" Puasa dulu ya... ", jawab Rahma dengan genit dan membalikan tubuhnya membelakangi suaminya. Zia pun memeluknya dari belakang istrinya.


Dan mereka berdua tertidur pulas mungkin karena lelah dengan pikiran mereka.


****


Hari demi hari sudah berlalu tidak terasa sudah seminggu, Rahma yang sudah selesai dengan datang bulannya sejak dua hari yang lalu. Dan besok pagi adalah hari peresmian Rumah Sakit Astra, yang akan dihadiri oleh keluarga besar Astra pastinya.


Seperti biasa pagi hari Rahma menyiapkan sarapan untuk suaminya, dan sudah seminggu ini Rahma sudah dibantu oleh Mba Ira dan anaknya Galih yang masih sekolah menengah tahap 1. Galih anak yang rajin, sebelum berangkat kesekolah ia membantu ibunya Mba Ira menyapu halaman depan yang lumayan luas. Selain itu tidak segan segan Galih menguras kamar mandi yang ada dirumah itu. Zia yang melihat rajinnya Galih membelikan Galih sepeda motor untuk transportasi kesekolahnya dengan syarat tidak perlu nongkrong dijalan sepulang sekolah. Galih anak yang penurut ia pun menaati perintah itu.


Mba Ira digaji besar oleh Zia, karena bukan hanya sekedar membantu pekerjaan rumah saja, tapi diberikan amanah untuk menjaga nyonya mudanya jika Zia tidak disamping nyonya mudanya itu, termasuk menjadi pelindung jika ada laki laki yang mata keranjang menatap tidak lazim dengan nyonya mudanya itu. Serta biaya sekolah dan uang saku Galih juga ditanggung oleh Zia. Mba Ira menyanggupi itu semua.


Rahma yang sedang melayani suaminya berpakaian yang rapi untuk siap siap praktek masih di RS milik pemerintah tersebut. Dan hari ini adalah praktek terakhirnya dirumah sakit tersebut. Dan Rahma mengantarkan Zia sampai diteras halaman.


"Mba Ira, kita ke supermarket yuk Mba ", ucap Rahma menghampiri mba Ira di dapur.


" Ayo Bu.. aku ganti baju panjang dulu ", jawab Mba Ira.


Rahma dan mba Ira sedang memilih milih sayuran segar di supermarket.


"Haduh maaf, aku ga asing wajahnya cuma lupa namanya", ucap Rahma yang mengeryitkan kedua alisnya berusaha mengingat nama si pria ini.


" Masa lupa sama jagoan basket SMA XX", ucap pria itu.


"Ah.. Kak Wiliam !!", tebak Rahma berhasil mengingatnya.


" Hahahaha.. gimana sekarang kamu ?", sambut tawa Wiliam karena Rahma berhasil mengingatnya.


"Ya maklum ya kak sudah hampir 10 tahun ga ketemu", ucap Rahma tersenyum gerogi.


" Iya soalnya kan aku kuliah di Amrik Rah.. Ini aku juga baru balik dari Amrik, kamu sekarang tinggal dimana?", ucap Wiliam makin tampan dengan wajah blesteran China Jerman.

__ADS_1


"Aku tinggal residen di belakang supermarket ini Kak", jawab Rahma yang masih gerogi karena khawatir Mba Ira mengadukan pada bos besarnya.


" Nanti aku mampir deh kerumahmu ya", ucap Wiliam dengan logatnya yang sudah sulit berbahasa Indonesia seperti dulu, mungkin karena sudah lama ia tinggal di negara orang.


"Jangan sekarang Kak, kalau malam nanti pas suamiku pulang baru Kak Wiliam boleh kerumah aku, maaf ya kak, hindari fitnah", ucap Rahma yang takut menatap Wiliam karena tatapan mata Wiliam seperti mau menerkam Rahma.


" Oh kamu sudah married ? sama siapa ? jangan bilang kamu married dengan macan penjaga kamu di sekolah dulu ?", ucap Wiliam yang membuat Rahma dan Mba Ira bingung dengan sebutan macan penjaga, sebab waktu semasa sekolah julukan macan penjaga Rahma ditujukan memang untuk Zia, tapi Rahma tidak tahu akan itu, dan sebetulnya sebutan macan penjaga itu hanya untuk dikalangan murid laki laki yang berusaha merebutkan Rahma.


"Macan penjaga?", pertanyaan Rahma mengeryitkan kedua alisnya.


" Iya Zia Astra !!", jawab Wiliam lugas.


"Oh.. iya aku menikah dengan macan penjaga aku, Zia Astra ", ucap Rahma tersenyum.


" Sudah ku duga, beruntung sekali dia, gimana kabar Zia ?", tanya Wiliam sepertinya basa basi menanyakan kabar Zia.


"Kak Zia suami yang baik ", jawab Rahma menghela nafasnya.


" Waktu itu aku ketemuan dengan Zia di NY, Zia waktu itu sedang ada seminar kedokterannya", cerita Wiliam dan sepertinya walaupun Rahma tidak tahu persis hubungan mereka seperti apa tapi sepertinya hubungan Zia dengan Wiliam baik baik saja.


" Ok boleh aku minta no kamu Rah ?", pinta Wiliam, dan reaksi Mba Ira sudah saling melirik dengan Rahma.


"Ok.. 08xxxxxxxxxx ok Kak Wiliam aku pamit ya.. ", pamit Rahma pada Wiliam, dan Wiliam pun mengucapkan salam pada Rahma.


****


"Bu itu ibu kasih nomor telepon Ibu, nanti Bapak marah !!", tanya Mba Ira yang sudah mulai protek dengan urusan nyonya mudanya.


" Tenang aja mba, itu no suamiku yang aku kasih ke orang tadi", jelas Rahma dan mba Ira pun merasa lega.


"Kenapa dunia sempit sekali ya", gumam Rahma dalam hatinya.

__ADS_1


bersambung


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. JANGAN LUPA VOTE AUTHOR JUGA YA. TERIMA KASIH.


__ADS_2