Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
pelan pelan


__ADS_3

Siang hari dengan cuaca terik dengan tanpa hembusan angin. Rahma yang baru keluar dari pintu lobby, tak lama Zia pun tiba dilobby gedung kantor Rahma, Rahma langsung masuk kedalam mobil Zia, dan Zia langsung melajukan kendaraannya sebab kendaraan tidak boleh terparkir dilobby, di lobby hanya untuk menurunkan dan menaiki penumpang.


"Mau makan apa Dek kita?", tanya Zia pada Rahma yang pandangannya kosong melihat kearah depan.


" Apa yaa.. terserah kakak deh yang enak apa, aku ga mau makan nasi pastinya ", jawab Rahma lemah lembut tanpa menoleh kearah Zia.


" Kamu kok ga makan nasi? nanti maag kamu kambuh gimana?, tanya Zia heran dan masih khawatir karena kondisi Rahma yang harus cukup asupan nutrisi apalagi Zia tahu bahwa perempuan yang dicintainya sejak masih sekolah menengah punya riwayat sakit maag


"Nasi kalorinya waw bgt Kak, aku pengen makan sesuatu tapi tanpa nasi aja, seperti bakso, soto, salad, gado gado ya seperti itu Kak", saut Rahma yang tidak ingin berat badannya naik karena mengkonsumsi kalori berlebihan.

__ADS_1


" Kamu mau gemuk juga pasti tetap cantik wahai sayangku, malah makin montok dan seksi. Cewek itu ga bagus kalau terlalu kurus. Cukup ideal aja, apalagi tubuh kamu sudah termasuk katagori ideal, kalaupun kita makan kalorinya sebesar nasi, pengeluaran kalori juga harus seimbang sayang..apalagi kegiatan kamu yang mengeluarkan kalori besar", penjelasan Zia dengan suara beratnya yang khas.


"Iya Om Dokter..terimakasih konsultasi gratisnya, tapi kan rutinitas aku tidak seberat kuli bangunan", jawab Rahma dengan senyum terpaksa pada Zia. Zia pun membalasnya dengan tertawa.


Karena Rahma menyerahkan Zia untuk memilih Menu apa makan siang mereka hari ini. Zia berhenti di Restaurant Pxxxx Hxx, agar Zia bisa tetap makan nasi dan Rahma bisa makan salad yang diinginkannya. Saat Zia membuka pintu Restaurant untuk Rahma. Semua mata yang ada diruang itu melihat kearah Rahma yang wajahnya sangat cantik. Seperti para TKI dulu pernah mengatakan, kalau mereka saja sesama kaum perempuan senang melihat wajah Rahma, apalagi kaum laki laki ?. Zia yang melihat kondisi seperti itu sudah terbiasa sejak dulu.


" Kak, kakak ga apa-apa makan siang diluar seperti ini, bukannya kakak makan siang yang dekat dekat Rumah Sakit aja. Nanti pasien kakak nunggu lama karena kakak makan siangnya jauh", tanya Rahma pada Zia dan sambil menunggu makanan pesanan mereka.


" Enak banget jadi pasien kakak, punya dokter yang tulus dan pengertian, berprinsip ga akan ngaret dari jam praktek yang seharusnya", saut Rahma yang tengah memuji Zia.

__ADS_1


"Huush ! mana enak jadi pasien kakak Dek.. Mereka yang rata-rata punya penyakit ga main-main, maka dari itu kakak tidak mau membuat pasien kakak menunggu kakak, sebab mereka sedang sakit, jangan sampai membuat mereka menunggu..", saut Zia dengan nada datar.


" Iya ya Kak, mana ada orang yang pengen sakit", ucap Rahma berpikir polos.


"Kalau kamu sama kakak bertukar peran Dek, kamu malah dokter untuk kakak, dan kakak pasien kamu, karena kamu yang bisa menyembuhkan hati kakak", gombal Zia pada Rahma membuat wajah putih mulus Rahma memerah.


Saat pesanan makanan mereka datang, mereka berdua menikmati makanan, Zia tidak sama sekali ingin membicarakan hubungannya dengan Rahma untuk selanjutnya, karena pembicaraan seperti itu bagi Zia terlalu dini untuk dibicarakan sekarang apalagi kondisi Rahma masih berduka.


Selesai mereka berdua makan, Zia mengantar Rahma lebih dulu ke kantor Rahma, setelah itu Zia melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit tempatnya berpraktek. Entah mengapa Zia memberanikan diri mengirim pesan pada Rahma setelah sampai Rumah Sakit dengan simbol LOVE.

__ADS_1


Rahma membuka pesan dari Zia, namun Rahma berpikir jika Rahma selalu dengan Zia, akan bisa membuatnya tidak mengingat segala kenangan indah bersama Yoga karena pasti akan membuatnya sedih. Dan pasti juga dengan berjalannya waktu Rahma bisa mencintai Zia, walaupun entah kapan datangnya cinta itu. Dan pesan simbol LOVE itu tidak dibalas oleh Rahma. Zia pun sadar dan memahaminya.


HAY READERS. JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH


__ADS_2