Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
honeymoon part 2


__ADS_3

Saat Zia bertanya mengapa istrinya bersedih yang padahal dirinya berusaha membahagiakan istrinya, namun Rahma menjawab seolah kebebasannya direnggut karena pernikahan ini. Memang sejak dulu alasan Rahma menolak lamaran Zia selalu belum siap dan masih ingin bebas. Tapi bukankah sebelum mereka berdua Rahma telah hampir menikah dengan mantan kekasihnya?


"Kalau kamu hanya ingin kebebasan, aku akan beri kamu kebebasan tapi dengan ti..dak.. meninggalkanku kamu tetap istriku selamanya, dan satu lagi, aku ingin kita segera memiliki momongan, jadi aku tidak mau menghambatnya", ucap Zia tegas tidak ingin terbantahkan dan Zia pun kembali kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya.


Rahma yang tau akan kekecewaan suaminya, segera menghampiri Zia ditempat tidur, dan sebelumnya Rahma meminta maaf pada Zia karena ucapannya tidak bermaksud membuat suaminya kecewa. Zia pun sangat paham akan sifat Rahma sejak dulu, istrinya paling tidak bisa mengecewakan Zia dan berusaha menjaga perasaan Zia, bahkan jika harus mengecewakan, itupun ditahannya hingga berlarut larut seperti menolak lamaran Zia berkali kali kala itu.


Zia pun memeluk istrinya. Rahma pun tertidur pulas, berbalik dengan Zia yang sekarang tidak bisa pejamkan mata karena rasa khawatir akan istrinya.


Zia merasa sulit untuk menaklukan hati seorang Rahma, pikirannya berselimutkan laki laki seperti apa sosok Yoga yang dengan mudahnya membuat Rahma jatuh cinta dan sulit melupakannya. Zia berniat akan mencari tahu tentang sosok Yoga bila tiba nanti di tanah air.


Alarm adzan subuh berkumandang di hp Zia. Zia terbangun membangunkan istrinya untuk mandi bersamanya dengan air hangat dan melaksanakan sholat subuh jamaah bersamanya.


"Kakak aja yang mandi lebih dulu, sholatnya nanti baru jamaah bareng aku", pinta Rahma yang tidak ingin mandi bersama dengan suaminya.


" Memangnya kenapa kamu ga mau mandi sama suami kamu sendiri ?" , ajak Zia yang ingin membujuk istrinya.


"Aku malu, lagi pula nanti yang ada ujung ujungnya bukan mandi.. ", keluh Rahma dengan wajah makin menggemaskan untuk Zia, sebab istrinya sudah paham akan nafsu suaminya.


" Aaaaaa... Yang turunin Yang.. aku mau mandi sendiri.. ", pinta Rahma merengek karena Zia tiba tiba mengangakatnya ke kamar mandi.

__ADS_1


" Ga usah membantah kalau aku sudah perintahkan kamu wahai istriku, kamu mandi dengan suami kamu kok bukan dengan suami orang, lagi pula kamu tidak perlu malu, aku sudah hapal dengan lekuk tubuh kamu !", saut Zia dengan senyum menyeringai karena istrinya tidak bisa menolak keinginannya yang langsung membawa istrinya masuk ke kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


Langit diluar masih gelap, mereka yang baru keluar dari toilet dengan wajah Rahma yang ditekuk menggemaskan dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi dadanya sampai lututnya begitu juga Zia yang mengenakan handuk hanya menutupi dari pinggang sampai ke dibawah lututnya.


"Yang.. jangan dilipat seperti origami gitu dong wajah kamu, nanti aja dilipatnya pas habis sholat, jadi aku bisa luruskan lagi wajah kamu pakai bibir aku", goda Zia pada istrinya dengan senyuman genit dan kedipan satu mata.


"Ini lihat telapak tangan aku sampai keriput, kalau aku ga ingatkan waktu subuh hampir habis kamu ga kelar kelar tadi", keluh Rahma dengan wajah ditekuk menggemaskan bagi Zia.


" Kan tema kita honeymoon sayangku, sini sayangku.. mudah mudahan telapak tangan kamu yang menjadi keriput karena terlalu lama berendam di air menjadi saksi kamu diakhirat karena kamu sudah melayani suami kamu sebagai istri dengan ikhlas", goda Zia menarik telapak tangan istrinya yang sudah rapi memakai mukena, Zia pun tersenyum lebar yang makin membuat Rahma jengkel.


"Aamiin", saut Rahma dengan wajah tertunduk pasrah jika suaminya sudah menasehatinya.


Pagi dengan secercah sinaran mentari yang sudah mulai menghangatkan tubuh manusia walaupun suhu udara masih minus. Rahma yang berhasil menyuapi sarapan untuk suaminya yang sudah habis, merasa jengah karena Zia masih fokus dengan layar gadgetnya.


" Yang.. maaf, kita kembali kekamar saja ya, aku mengantuk ", ucap Rahma pelan, karena memang menjadi mengantuk karena suhu udara yang minus ditambah lagi menjadi bosan diacuhkan oleh suaminya.


" Tunggu sayang, sabar sebentar lagi, please... setelah ini aku mau ajak kamu keliling membeli sesuatu untuk kamu, aku mohon tunggu sebentar sebab diproyek sedang ada masalah", ucap Zia yang khawatir istrinya ngambek karena ia sadar sudah mencueki istrinya pagi ini karena urusan pekerjaan.


"Ya sudah kamu selesaikan dulu dikamar saja, aku juga bisa sambil tiduran menunggu kamu selesai dengan urusan kamu", saran Rahma walaupun dihatinya sudah merasa tidak nyaman dan sorot matanya sudah berbeda.

__ADS_1


Kalau saja dia bisa membalikan dan berdebat dengan suaminya, bisa saja ia mengeluh, Hallo kita sedang honeymoon tapi Big Boss masih memikirkan pekerjaan?, kalau begitu apa saja yang dikerjakan anak buahnya jika masih merepotkan bos nya?. Sayangnya Rahma tidak mungkin berbicara seperti itu kepada suaminya, ia lebih baik diam menahan kegeramannya.


Zia pun menyetujui untuk kembali ke kamar, dengan tangan kanan memegang gadget dan tangan kiri yang masih mengandeng tangan istrinya hingga masuk lift.


Setelah keluar dari lift, Zia tidak sadar jika istrinya sudah menghilang dari jangkauannya. Zia kelabakan mencari istrinya, dan langsung menelepon istrinya.


" Yang kamu dimana?", tanya Zia panik dari suara telepon.


"Aku sudah dikamar, seharusnya aku yang bertanya kamu masih dimana?", jawab Rahma yang terheran suaminya menanyakan istrinya dimana.


" oh ya sudah aku di pintu lift kaget kamu ga ada ", jawab Zia karena merasa lega jika istrinya dicarinya ternyata sudah dikamar. Zia pun sadar mungkin karena sejak tadi ia fokus pada layar hpnya sampai tidak memperhatikan istrinya.


Saat masuk kamar, Zia yang melihat, Rahma yang sudah tiduran ditempat tidur menutupi semua anggota badannya hingga ke kepala, mungkin karena tadi istrinya merasa kedinginan diluar.


Zia melepaskan sendalnya dan langsung melesap kedalam selimut memeluk istrinya, memastikan istrinya baik baik saja. Dibukanya selimut yang menutupi wajah cantik istrinya yang tengah tertidur.


Rahma yang hanya memejamkan matanya, merasakan bahwa ketika suaminya melepaskan pelukannya kembali pada layar gadgetnya. Pagi ini Rahma sangat kecewa, ia akan ambil keputusan jika suaminya masih sibuk sampai siang ini, ia berencana akan jalan jalan sendirian, sebab besok pagi mereka akan harus berangkat kembali ketanah air.


bersambung...

__ADS_1


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.


__ADS_2