
Rahma tengah bersiap-siap berangkat acara resepsi pernikahan sahabat lamanya yaitu Marisya. Sebetulnya hari besoknya adalah acara tunangan Rahma dengan Yoga yang mana tanpa para sahabat lamanya mengetahui soal lamaran ini, Rahma sendiri yang sengaja tidak memberitahukan mereka karena tidak ingin Zia mengetahuinya sebab Rahma yakin jika Marisya dan Fajri mengetahuinya pastinya kabar ini Zia pun akan segera mengetahuinya juga. Rahma belum siap untuk melihat hati Zia yang mau tidak mau pasti terluka dan hancur. Tapi Rahma berusaha untuk hadir diacara pernikahan Marisya.
*dialog telepon Yoga(Y) dengan Rahma(R)*
R : Mas.. jadi temanin ak ke nikahan Marisya?
Y : Yang, aku minta maaf, sebaiknya kamu harus sendiri yang hadir, dan maafin aku Yang, bukannya aku tidak mau mendampingi kamu, tapi aku yakin diacara pernikahan ini ada dokter itu, aku minta sama kamu, sebaiknya kamu segera menyelesaikan masalah kamu dengan dokter itu, aku mengerti siapa dia bagi kamu, aku pun tidak mau memperkeruh suasana nantinya. Aku percaya sama kamu, kalau kamu bisa menyelesaikannya malam ini.
R : Iya baik Mas, Mas doakan aku ya..
Y : Pasti.
R : aku berangkat ya, i love you
Y : be carefull, i love you too my lovely.
Yoga sengaja tidak ingin menemani Rahma untuk hadir acara pernikahan sahabat kekasihnya ini, karena Yoga tau pasti ada Zia diacara itu. Yoga ingin Rahma menyelesaikan urusannya dengan Zia secara baik-baik, agar Zia tidak lagi mengharapkan Rahma lagi. Yoga juga tau diri dengan siapa dia bersaing merebutkan Rahma. Yoga paham bahwa dia bersaing dengan orang yang telah berjasa dengan pendidikan Rahma selama ini. Karena itu Yoga tidak mau ikut campur dengan masalah ini sebab khawatir akan memperkeruh suasana. Yoga harus menepiskan rasa cemburunya malam ini. Rahma juga bersyukur dengan sikap bijaksana Yoga.
Di tempat acara pesta pernikahan Marisya, Rahma bertemu dengan teman-teman lamanya, setelah Rahma menemui Marisya dan Fajri, Rahma sengaja ingin bertemu juga dengan Zia, Rahma mencari-cari sosok Zia, namun tidak ketemu, akhirnya Rahma terpaksa hubungi Zia.
*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*
R : Kak, datang ke acara Marisya?
Z : iya, kamu?
__ADS_1
R : aku sudah di lobby mau pulang lebih awal.
Z : nanti aku kesana sekalian antar kamu pulang.
R : iya
Tak lama Zia datang dan Rahma melihat Zia berjalan menghampirinya, dalam hatinya Zia banyak berubah akan penampilannya. Lebih berisi dan makin tampan. Rahma sedikit pangling karena sudah lama tidak bertemu dengan Zia.
" Kamu mau pulang sekarang?", tanya Zia langsung setelah berada dihadapan Rahma.
"Iya kak, masih ada kerjaan dirumah yang harus segera aku selesaikan", jawab Rahma dengan wajah tertunduk.
" Kita foto bersama dulu dipelaminan, sejak tadi Marisya memberi kode terus ke kakak", saran Zia.
Zia menggandeng tangan Rahma menuju kursi pelaminan untuk foto bersama dengan pengantin. Rahma yang merasa risih dengan cengkraman jemari Zia ingin melepasnya, tapi Rahma berpikir, memberi kesempatan kali ini pada Zia kalau ini adalah terakhirnya Zia bebas menggandeng tangan Rahma.
Setelah sesi foto selesai Rahma dan Zia pamit pulang dengan Marisya dan Fajri. Sepanjang perjalanan Zia mengantar Rahma pulang mereka bicara banyak.
" kamu tadi kesini sama siapa dan naik apa?", tanya Zia diawal pembuka obrolan sambil menyetir laju mobilnya.
"sendiri, naik taksi online", jawab Rahma sambil merapikan hiasan make up nya.
" oh.. ,, oh iya sekalian selagi kamu ada waktu saat ini untuk kakak, ada yang mau kakak tanyakan sama kamu", Ucap Zia yang membuat jantung Rahma berdebar-debar karena Zia pasti akan mengintograsi hubungannya dengan Yoga.
"Dek, gimana kelanjutan hubungan kita, kamu udah siap belum kita nikah?", sambung Zia dan langsung menjurus pertanyaan yang membuat Rahma tidak berani menjawabnya.
__ADS_1
Rahma terdiam dengan pertanyaan Zia tentang hal itu, Zia pun sampai berkali kali bertanya, Rahma terdiam karena Rahma tau kalau Zia pasti tau segalanya. Maka dari itu filling Rahma kalau Zia menjebak dengan pertanyaan itu.
"Dek, gimana?..."
"Kamu ga bisa jawab?..."
"Ada apa?", tanya Zia yang kesekian kalinya masih dengan nada yang lembut.
Rahma pun hanya bisa meneteskan air mata, dan sesekali Rahma menarik nafasnya dalam-dalam. Karena hal ini membuat Zia tidak fokus menyetir, Zia menghentikan mobilnya terparkir ditrotoar jalan.
" Ada apa dengan kamu? dan mau dibawa kemana hubungan kita?", tanya Zia yang juga ikut sedih dengan semua ini dan Rahma menjadi tidak tahan membendung air matanya.
"Maafin aku kak, aku cuma bisa minta maaf, aku ga punya kekuatan untuk bisa paksakan isi hatiku", jawab Rahma sambil terisak dengan tangisnya yang tidak sanggup memberi luka pada Zia. Zia pun juga ikut meneteskan air matanya dan baru pertama kali didepan Rahma, Zia meneteskan air matanya karena tidak sanggup harus kehilangan Rahma yang selama ini dicintainya begitu dalam.
" Maafin aku, bahkan aku besok akan bertunangan dengan Mas Yoga karena aku benar-benar mencintainya, aku.. aku sengaja menghindar dari kakak dan tidak cerita semuanya, karena aku belum siap dan aku tidak sanggup harus memberi luka dan menghancurkan perasaan kakak", penjelasan Rahma dengan disertai tangisan sedih.
Zia pun hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan menerima takdirnya.
"kamu jaga diri baik-baik, kakak bahagia jika melihat kamu bahagia walaupun kamu bersama orang lain yang kamu cintai", ucap Zia sambil menghapus air mata Rahma dipipi halusnya yang terdapat lesung diarea pipinya yang membuat kaum lelaki tidak sanggup dengan senyuman Rahma. Rahma pun juga sebaliknya menghapus air mata dipipi Zia.
" kakak punya permintaan terakhir, apa boleh kakak mencium kamu yang terakhir kali sebagai tanda perpisahan kita?", pinta Zia dengan senyum berkaca-kaca dimatanya.
Rahma pun mendekat memberi arti kalau Zia boleh menciumnya. Zia menarik dagu Rahma yang membelah manis, lalu mencium bibir Rahma yang sensual, dan Zia pun menciumnya semakin dalam. Rahma yang tersadar karena yang diperbuatnya tidak pantas langsung menarik wajahnya pelan pelan. Zia pun mengucapkan terimakasih atas segalanya dan ucapan maaf atas selama ini, begitu juga sebaliknya dengan Rahma. Mereka mengakhiri kisahnya dengan berpelukan. Dan Rahma pun diantar sampai rumah oleh Zia dengan selamat.
JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA, AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH
__ADS_1