Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
jodoh


__ADS_3

Mas Anto berusaha untuk tetap fokus menyetir. Walaupun konsentrasinya hampir lengah. Hingga Mas Anto merasa lega dan bersyukur mobil mewah yang dikendarainnya telah tiba dengan selamat dirumah Tuan dan Nyonya mudanya. Meskipun sudah sampai rumah, Mas Anto mengira pertengkaran Tuan dan Nyonya sudah selesai, tapi sepertinya masih berlanjut.


Angin sepoi sepoi pada sore hari meniupkan kepala Mas Anto melalui sela sela rambutnya yang membuatnya tenang ditambahnya lagi karena Tuan dan Nyonya mudanya tidak bertengkar di hadapannya lagi.


****


Rahma dengan segera masuk ke dalam kamarnya dengan meninggalkan suaminya. Ia menutup pintunya dengan membanting pintu yang tidak bersalah itu. Dengan emosi dan meneteskan air matanya ia menurunkan kopernya.


Zia menyusul istrinya dan melihat istrinya menutup pintu kamarnya dengan amarah yang terpendam. Saat Zia masuk kedalam kamarnya, ia panik melihat istrinya menurunkan kopernya dari atas lemari. Dengan sigap Zia menahannya.


"Yang.. berpikirlah dengan jernih, jangan dengan emosi.. Yang .. please Yang.. tolong percaya sama aku.. ", pinta Zia memelas seraya menggenggam kedua tangan istrinya dan melihat pipi mulus istrinya sudah basah dengan air mata.


" A- ku ti- dak pe- du- li ", jawab Rahma sekenanya melepaskan genggaman Zia dan menghapus air mata yang mengalir dipipi mulusnya dengan punggung tangan kanannya. Dan langsung dengan cepat memasukan baju bajunya kedalam kopernya.


" Yang.. kamu mau kemana ??!!", ucap Zia panik ketika istrinya keluar kamar dan membawa koper yang isinya baju baju milik istrinya.


Rahma berjalan menuju pintu depan namun Zia mengejarnya dan menarik lengan istrinya untuk tidak pergi meninggalkannya.


"Mas Anto.. !! Mba Ira !! tutup semua pintu dan kunci. Pastikan istriku tidak bisa keluar dari rumah ini !! kalau sampai istriku keluar dari rumah ini kalian yang akan menanggung resikonya !!", teriak Zia yang terdengar hingga Mas Anto dan Mba Ira yang sedang berada dibelakang langsung sigap melaksanakan perintah Tuannya yang nada terdengar sedang marah.

__ADS_1


" Apa apaan sih kamu ?", saut Rahma dengan suara berbisik seraya menarik nafasnya dalam dalam karena baru kali ini mendengar suaminya berteriak dan marah dihadapannya sebab Rahma malu dengan para asistennya yang sudah melibatkan akibat pertengkaran mereka berdua. Zia menatap istrinya dan semakin mengeratkan cengkramannya dilengan Rahma.


"Lepaskan ! tanganku sakit ! ", sambung Rahma menepis cengkraman suaminya.


" Kamu masuk ke kamar !", seru Zia dengan suara yang sudah merendah dan melepaskan cengkramannya dilengan istrinya. Rahma pun tidak mengindahkan perintah suaminya.


" Aku salah menilai kamu. Kamu sama dengan laki laki lain yang dulu berusaha menarik perhatianku yang cuma hanya penasaran saja denganku. Sekarang kamu sudah dapatkan yang kamu inginkan dariku. Jadi tolong lepaskan aku sekarang", ucap Rahma dengan pelan menundukan kepalanya seraya mengelus ngelus lengannya yang sakit akibat cengkraman suaminya yang tidak mau istrinya pergi meninggalkannya. Zia tidak menyangka jika Rahma berucap seperti itu padanya.


"Kamu sudah membuatku trauma mencintai, karena disaat aku mencintai kamu, bukannya kamu menjaga cinta yang aku berikan tapi justru merusak cintaku padamu. Kamu berhasil menyakitiku disaat aku sudah mencintaimu, terima kasih, ini sangat menyakitkan untukku. Kamu suamiku bukan pacarku. Aku yang seharusnya kamu jaga perasaannya demi apapun itu. Bukan perempuan itu yang kamu pertahankan demi sikap profesional kamu itu. Aku sudah berusaha melupakan masa laluku dan masa lalumu tapi masa saat ini status kamu sudah menjadi suamiku tolong jangan korbankan aku lagi untuk sikap yang kamu bilang profesional, sebab aku sudah rela kehilangan pekerjaan yang aku impikan demi menjaga perasaan suamiku !!", ucap Rahma seraya meneteskan air matanya berkali kali dan menarik nafasnya dalam dalam.


Zia memeluk istrinya, ia tidak kuat menahan pedih perasaan istrinya yang ia juga bisa rasakan.


" Yang.. maafin aku.. aku sungguh sungguh minta maaf membuatmu sakit dan terluka seperti ini. Demi Tuhan aku juga tidak tahu menahu soal ini. Aku sudah bilang, kalaupun aku tahu sebelumnya pasti aku akan berusaha meng cut nya.. Aku akan berusaha mengeluarkan dia dari Rumah Sakit kita.. percayalah padaku. Aku hanya mencintaimu", ucap Zia memeluk istrinya seraya membawa istrinya masuk kedalam kamar.


Zia melepaskan hijab istrinya, dan perlahan melepaskan pakaian istrinya dan ia pun melepaskan pakaiannya dan menggendong istrinya kedalam kamar mandi agar istrinya merendamkan tubuhnya didalam bathup dengan air hangat dan memberikan aroma terapi. Agar mereka melepaskan segala lelah dan amarahnya.


Zia memeluk istrinya memberikan cumbuan lembut. Agar istrinya merasa tenang dan merasakan jika dirinya selalu mencintainya. Sudah 15 menit mereka berendam dengan bercerita mengingat bagaimana bisa Zia bisa mengenalnya pada waktu saat masa sekolah menengah pertama. Zia berinisiatif jika hubungannya dengan istrinya saat ini harus diberi bumbu kenangan indah yang mereka lalui saat mereka sekolah agar menumbuhkan cinta istrinya kepadanya.


" Yang.. kamu tau enggak ? aku itu naksir sama kamu pas pertama liat kamu, aku ga akan pernah lupa wajah saat pertama kali aku lihat kamu sampai sekarang, aku melihat kamu dikantin sama teman teman kamu sedang asik makan siomay, kamu tau ga saat itu aku perhatiin kamu?", ucap Zia mengenang bernostalgia seraya memeluk istrinya.

__ADS_1


"Masa sih ? aku ga tau.. kapan waktu itu?", tanya Rahma dengan penasaran seraya meletakan kepalanya diatas dada bidang suaminya.


" Gitu Yang kalau orang cantik udah biasa diperhatiin orang orang jadi cuek dengan sekitar yang memperhatikan kamu", sindir Zia seraya mencium pucuk kepala istrinya yang tengah meletakan kepalanya diatas dadanya.


"Lho aku mana tau kamu saat itu, aku kan kenal kamu saat pemilihan ketua OSIS, kalau kamu bukan ketua OSIS saat itu aku juga ga akan kenal kamu Kak", ucap Rahma tertawa meledek suaminya.


" Iya aku tau kamu cantik selalu jadi rebutan dimana mana.. ", ucap Zia memuji istrinya seraya menarik hidung mancung istrinya.


" Aku bersyukur Yang, itulah jodoh kadang tidak bisa diduga, mungkin kalau kamu dan aku tidak terlibat dalam anggota OSIS saat itu, kita tidak akan saling mengenal", kenang Zia membelai wajah istrinya yang cantik dan selalu membuatnya kagum.


"Aku juga bersyukur bertemu kamu lagi di SMA XX", ucap Rahma dengan bangga dan tersenyum lebar.


" Bagus dari dulu aku selalu maunya disekolah negeri Yang, padahal dulu bunda maunya aku sekolah internasional yang mahal mahal, tapi aku dulu ga mau, ga tau kenapa aku lebih senang sekolah negeri disini, ucap Zia dengan heran atas perjalanan hidupnya.


"Kembali lagi, betapa indahnya yang Tuhan arahkan untuk perjalanan hidup kita, apalagi kalau aku setuju saat Ayah Bunda nyuruh aku kuliah kedokteran di Jerman, pasti aku saat ini ga berendam seperti ini sama kamu sekarang ini, kamu udah ga tau sama siapa sekarang.. aaah aku ga bisa bayangin Yang .. ", ucap Zia dengan rasa penuh bersyukur seraya mengeratkan pelukan pada istrinya.


" Aku mau lanjutkan sekolah lagi Yang di Jerman..", sambung Zia.


"Kamu tega.. terus LDR sama aku.. ", saut Rahma dengan wajah cemberutnya.

__ADS_1


" Ya mana bisa aku hidup LDR sama kamu Yang, ya kita berdua tinggal sementara disana sampai aku selesaikan kuliahku. Atau kamu juga mau sambil kuliah disana bareng sama aku biar kamu juga ada kegiatan disana", jelas Zia disambut kecupan Rahma di pipi suaminya. Zia merasa bahagia.


HAY READERS LONG JANGAN LUPAA LIKE + COMMENT AND VOTE YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. MAAFKAN AUTHOR YA BERHARI HARI BELUM UP, KARENA AUTHOR MENJADI KURANG SEMANGAT KARENA READERS SEGAN MEMBERIKAN LIKE AND VOTE NYA UNTUK AUTHOR. DAN AUTHOR MENGUCAPKAN TERIMAKASIH YANG SUDAH MENSUPPORT AUTHOR YA.


__ADS_2