Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
bunga


__ADS_3

Sore hari, usai jam praktek bertemu pasien, pikiran Zia memikirkan sedang apa Yoga dan Rahma datang konsultasi dengan dr. Arif.


"Konsultasi apa Yoga datang menemui dr. Arif.. ?", gumam Zia dalam hatinya bertanya-tanya.


" Tapi biarkanlah, yang penting buatku Rahma baik baik saja", tambah gumamnya dalam hati Zia.


***


Saat Subuh, chat masuk ke akun medsos Rahma, Rahma membukanya, namun isinya ternyata dari calon suaminya.


*chat Yoga(Y) dengan Rahma(R)*


Y : nanti aku jemput ya.. kita sama sama kekantor..


R : Mas Yoga istirahat dulu Mas..


Y : Mas sudah merasakan baikan kok Yang...


R : Terserah Mas Yoga lha.. yang penting aku ga mau Mas Yoga ngedrop lagi..


Y : kalau dirumah Mas yang ada makin ngedrop Yang, karena ga ada kamu..

__ADS_1


R : kan nanti sepulang dari kantor aku bisa kerumah Mas Yoga..


Y : cuma sebentar itu sih sama kamu. Ga apa apa ya Yang mas ke kantor bareng kamu, Mas janji ga capek capek, lagian kan ada kamu yang ngurusin Mas


R : awas janji, tiduran manis aja ya !


Y : ok sayangku.


Kendaraan yoga berhenti dan parkir di parkiran seperti biasa, posisinya tidak jauh dari kantin. Turun dari mobil, Yoga dan Rahma jalan bergandengan tangan sampai keruangan kerja mereka. Para penghuni gedung melihat kemesraan mereka.


Sampai diruangan, Rahma meminta Yoga untuk duduk disofa bukan dikursi singgasananya, sebab agar Yoga tidak terlalu lelah dan tidak banyak yang bisa Yoga kerjakan.


Pekerjaan Yoga dihendle oleh sekretaris cantiknya yang juga calon Istrinya, meskipun sibuk, Rahma tetap tepat waktu meminumkan obat dan vitamin untuk Yoga.


"Mbak Rahma, ini ada kiriman, tapi maaf pengirimnya cuma inisial Mbak.. ", ucap Wawan pada Rahma dan Wawan meletakan rose bucket tersebut dimeja kerja Rahma dengan tangan gemetar karena trauma kalau kalau Yoga sinis lagi karena cemburu.


" Wan.. Wan.. sorry Wan.. letakan dimeja pantry aja Wan, dan tolong bacain inisial pengirimnya siapa Wan", saut Yoga, benar saja dugaan Wawan jika Yoga pasti sinis dengan kiriman kiriman yang aneh aneh untuk calon istrinya yang cantik rupawan.


"Siap Mas, inisialnya BS Mas.. ", jawab Wawan dengan sopan dan Rahma pun terdiam tidak berani mendekat bunga itu apalagi sampai menyentuhnya.


" Wan tolong bawa ke reseptionist bawah aja Wan, buat pajangan dibawah, kalau ada yang tanya kenapa ditaro disitu bilang aja saya yang memberi perintah !! sialan tuh tua bangka, masih aja !!", perintah Yoga pada Wawan yang sepertinya Yoga tau pemilik inisial tersebut dan geram.

__ADS_1


"siap Mas", ucap Wawan dan langsung membuka pintu ruangan dan keluar.


" Mas.. kalem.. itu hanya bunga, bunga Mas Yoga kan hanya aku seorang, dan bunga bank aku kan cuma Mas Yoga seorang", candaan Rahma merayu Yoga untuk mencairkan suasana sambil mengusap-usap bahu Yoga.


"kalau janda bunga siapa Mah ?", saut Alam dengan candaan juga supaya seisi ruangan tidak tegang.


"ga ada janda bunga Bang, janda kembang kali ah", saut Rahma lagi dan disambar tawa oleh Hesti dan Alam tetapi Yoga tetap terdiam.


" Mas, kamu marah ? atau bete ?", rayu Rahma pada Yoga dengan lembut memeluk Yoga dari belakang.


"Aku ga marah dan ga bete, cuma aku takut kalau kamu meninggalkan aku, secara banyak diatas sana yang masih berusaha memperjuangkan kamu tanpa memperdulikan aku disamping kamu", keluh Yoga dengan lirih yang sedang mengecek dokumen dan terduduk disofa meluruskan bentang kakinya.


" Mas juga tau kan perjuangan aku demi memilih Mas Yoga seorang ? hati perasaan cintaku ga bisa diatur dengan semaunya aku Mas..", ucap bisik Rahma mendekat ketelinga Yoga dan masih memeluk pundak Yoga dari belakang dengan posisi Yoga duduk disofa dan Rahma berdiri dibelakang sofa Yoga sedang duduki. Yoga pun langsung menarik tangan Rahma dan memangku Rahma dipahanya, dan berbisik ketelinga Rahma, " i love you my lovely". Rahma pun tersenyum. Yoga menatap dan menyentuh dagu Rahma yang manis, kalau saja tidak ada Hesti dan Alam mungkin Yoga sudah memberanikan diri mencium bibir Rahma dengan ekstrem diruangan itu dan Yoga hanya mencium bibir Rahma dengan sekilas.


Alam dan Hesti saling melirik.


"Ed dah, bagus gw udah punya bini dirumah. Eh.. Jeng Esti, telepon penghulu buruan gih, udah pada ga tahan kayanya noh", protes ledekan Alam karena iri melihat Rahma dan Yoga sedang mesra seperti dunia milik mereka berdua. Dan mereka berdua pura pura tidak melihat Alam dan Hesti.


" Yang anggap aja disini dunia milik kita berdua, dan yang lain mahkluk halus", saut Yoga dengan ledekan membuat Alam skakmat dan semua tertawa geli.


"sialan.. emang gw setan !", saut Alam jengkel.

__ADS_1


HAAY GAES JANGAN LUPA YAA LIKE DAN COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT LANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH


__ADS_2