Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
undangan Tuan Law


__ADS_3

Setelah kepulangan Tuan Law, Zia dan Rahma bergelut dengan kesibukannya menyambut tamu berikutnya yang telah membuat janji sebelumnya dari pihak asuransi yang akan bekerjasama dengan Rumah Sakit Astra. Hingga saat waktu jam makan siang mereka tidak terasa terlewatkan beberapa jam.


"Yang, kita makan siang dulu, setelah itu kita langsung pulang kerumah supaya bisa datang kerumah Mr. Law malam ini memenuhi undangannya", ucap Zia bersiap siap pergi dari ruangannya dan menggandeng istrinya.


Saat keluar ruangan, Mas Anto mengikuti langkah Tuan dan Nyonya mudanya, karena Mas Anto tahu mereka berdua akan pergi keluar untuk makan siang tanpa Zia memberitahunya.


Mas Anto dengan sengaja tidak memberitahu pesan Sarah tadi saat wanita itu datang, sebab ia tahu nama Sarah yang pernah membuat Tuan dan Nyonya mudanya bertengkar, maka dari itu ia berinisiatif menyembunyikan pesan itu, sebab ia tahu Tuannya pun tidak peduli akan hal itu. Dan ia akan melindungi kutu kutu busuk yang akan mencoba mengoyahkan rumah tangga Tuannya.


Mas Anto sudah lama mengabdikan dirinya dikeluarga besar Astra, dulu Mas Anto adalah supir sang Bunda Zia, dan Mas Anto lha yang mengajari Zia mengendarai mobil pertama kali. Saat Zia kecil, Mas Anto lha yang membawa Zia jalan jalan bersama keluarganya. Maka dari itu Zia sangat mempercayakan Mas Anto untuk menjadi supir yang bisa diandalkan untuk mengantarkan istrinya jika Zia tidak ada bersama istri cintanya.


"Mas kita cari tempat makan lesehan ya Mas.. ", sapa Zia pada Mas Anto saat ia dan Rahma masuk kedalam mobil.


" Baik Pak ", jawab Mas Anto. Panggilan Pak untuk Zia, disebabkan inisiatif Mas Anto untuk menyamaratakan para asisten dirumah dan staff di Rumah Sakit dengannya agar tidak ada cemburu sosial diantaranya. Walaupun sebetulnya Zia merasa canggung dipanggil dengan sebutan Pak oleh Mas Anto.


Setelah usai makan siang, Zia dan Rahma pulang kerumah untuk istirahat sejenak sambil bersiap siap untuk undangan makan malam dengan keluarga Tuan Law.


Sampai dirumah Zia dan Rahma karena merasa tubuhnya sudah tidak nyaman, mereka berdua tidak segan segan mandi bersama berendam air hangat dan diberikan aroma terapi di dalam bathtub.

__ADS_1


" Kak, kamu jangan marah ya, aku mau tanya sesuatu.. ", ucap Rahma membuka pembicaraan seraya memijat lembut punggung Zia tanpa Zia memintanya di dalam bathtub.


" Kamu mau tanya apa istriku tercinta ?", jawab Zia dengan memejamkan matanya karena sedang menikmati pijatan lembut istrinya.


"Sedekat apa kamu dengan Mr. Law ?", tanya Rahma penasaran seraya masih memijat lembut punggung sampai kepinggang tubuh suaminya.


" Mr. Law itu teman ayah waktu kuliah disini katanya, sampai mereka buka bisnis sama sama dan saling support, memangnya apa yang kamu pikirkan ?", jelas Zia dengan memejamkan kedua matanya karena merasa nyaman dipijat lembut oleh istrinya.


"Aku hanya sedikit bingung saja, hubungan Ayah dengan Mr. Law sangat baik, kenapa hubungan kamu dengan Wiliam tidak sebaik seperti mereka ?", ucap Rahma dengan pertanyaan yang membuatnya mengganjal seraya memindahkan pemijatannya ke bagian kepala suaminya agar suaminya merasa relax.


" Karena Ayah dan Mr. Law tidak pernah merebutkan wanita, kalau aku dengan Wiliam memang merebutkan kamu ", jawab Zia dengan santai sebab juga karena sedang menikmati pijatan lembut istrinya dibagian kepalanya.


" Yang jangan buat aku kapok mandi berdua sama kamu lagi !", rengek Rahma melepaskan ciuman dari suaminya.


" Sebentar aja Yang, aku janji ga lama.. ", pinta Zia dengan terus merayu istrinya seraya memutarkan badannya agar istrinya berada diposisi diatas tubuhnya.


" Nah gitu dong Yang ", ucap Zia memberi semangat pada istrinya dengan memegang pinggul istrinya yang sudah duduk dipangkuan menghadapnya, sehingga dada istrinya yang polos sudah didepan mata Zia.

__ADS_1


Tidak perlu waktu lama mereka bercinta karena Zia sudah berjanji tidak akan lama lama, mereka berdua meraih kenikmatan yang luar biasa sehingga Rahma terlihat sudah kelelahan.


Setelah mereka melaksanakan sholat Magrib, Zia dan Rahma bersiap siap untuk memenuhi undangan Tuan Law. Ketika mereka tiba dikediaman Tuan Law yang megah dan mewah, Zia dan Rahma disambut oleh Tuan Law berdua dengan anak semata wayangnya Wiliam.


Zia dan Rahma bersalaman dengan Tuan Law dan Wiliam walaupun sebenarnya mereka berdua enggan berjabat tangan dengan Wiliam, sebab mereka berdua hanya karena menghormati Tuan Law.


Saat berjabat tangan dengan Rahma, Wiliam mencari kesempatan sambil mengelus tangan Rahma. Rahma dengan sigap menarik tangannya kilat dengan raut wajah tidak suka.


" Wil !!!", bentak Zia dengan mata menyorot tajam dan hampir memukul Wiliam karena sudah memberanikan diri dengan sikap kurang ajarnya menyentuh istri Zia. Dan Rahma dengan segera menenangkan suaminya sehingga Zia tidak jadi memukul Wiliam.


"Wil !!, jangan macam macam kamu !!", bentak Tuan Law kepada Wiliam yang terlihat sangat marah dengan prilaku anaknya telah melecehkan Rahma.


" Maafkan Om, Zi.. Maafkan Om, Rahma ", ucap Tuan Law meminta maaf kepada pasangan suami istri ini yang tengah kecewa akibat ulah anaknya.


" Ok Om, lupakan saja, ", ucap Zia dengan suara beratnya dan menarik nafasnya dalam dalam serta menenangkan Tuan Law karena menahan perasaan Tuan Law malu karena perbuatan anaknya, sebab Wiliam pun terlihat tidak merasa bersalah dan hanya menyeringai menatap wajah Zia.


" Zi kita langsung makan saja tidak apa apa ya? Om sudah lapar sekali ini hahaha ", ucap Tuan Law mengajak Zia dan Rahma langsung menuju meja makan mewahnya dan Zia menggandeng pinggang istrinya dan berjalan beriringan. Dan Wiliam berjalan dibelakang mereka.

__ADS_1


" Sejak dulu lo selalu jadi penghalang gw Zi tuk dapatkan Rahma. !! Lo bakal liat balasan gw bakal langsung lo terima tunai", gumam Wiliam dalam hatinya.


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTE UNTUK DUKUNG AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.


__ADS_2