Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Kampus Baru bab 1


__ADS_3

Hari-hari Rahma dan Marisya berjalan begitu saja disekolah, mereka berdua tetap semangat dan melanjutkan mimpi-mimpi mereka agar segera lulus juga dan menyusul kakak kelas kesayangan mereka berdua, yaitu Zia dan Fajri.


Dikelas saat jam istirahat Rahma selalu didatangi kaum Adam yang ingin merayunya dan mengambil hatinya, baik dari kalangan siswa mau guru-guru yang jomblo. Mereka dengan bebas bisa mendekati Rahma karena kedua julukan macan pelindung Rahma, yaitu Fajri dan Zia sudah tidak ada lagi disekolah mereka.


Dilain tempat, Zia yang bercita-cita ingin menjadi dokter pun masuk ke Perguruan Tinggi Negeri Fakultas Kedokteran. Namun walaupun mereka berdua satu Perguruan Tinggi, Zia dan Fajri harus berpisah karena mereka berbeda Fakultas. Fajri yang bercita-cita sebagai pengacara mendapatkan kursi di Fakultas Hukum. Tapi gedung antar Fakultas mereka berdua sangat jauh sekali dan menempuh jarak sekitar 25 km walaupun satu Universitas. Sehingga Fajri dan Zia pun jarang bertemu.

__ADS_1


Diwaktu akhir pekan dihari mereka libur, mereka berempat menyempatkan waktu seharian untuk berkumpul. Kali ini Zia mengajak para sahabatnya jalan-jalan kedaerah pengunungan. Sampai waktu sudah malam, Zia mengantar para sahabatnya sampai rumah masing-masing. Dan giliran terakhir Rahma yang diantar pulang oleh Zia dengan mobilnya.


Saat mobil yang dikendarai Zia berada di depan gerbang rumah Rahma, Zia juga terasa berat harus berpisah dengan Rahma malam itu karena Zia pun merasa waktu seharian pun terasa belum puas melepas rasa rindunya dengan Rahma.


"Terimakasih atas hari ini yang sudah meluangkan waktu untuk kita bisa kumpul Dek", ucap Zia pada Rahma yang akan siap-siap turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Tapi next time kakak mau kita sekali jalan-jalan hanya berdua ya Dek", pinta Zia yang membuat Rahma agak sedikit terheran karena Zia hanya mau jalan berdua dengannya.


" Iya, mudah-mudahan kita berdua ada waktu", jawab Rahma sekenanya karena masih belum paham dengan perasaan Zia yang sebenarnya terhadapnya.


Hari berlalu, saatnya Rahma dan Marisya lulus juga dari sekolah. Rahma dan Marisya menyusul Zia dan Fajri ke Perguruan Tinggi Negeri di kota mereka. Rahma yang masuk ke Fakultas Sosial dan Politik sedangkan Marisya ikut dengan kakak kandungnya Fajri masuk Fakultas Hukum. Rahma, Marisya dan Fajri berkumpul kembali satu kampus, berbeda dengan Zia yang jauh dari mereka bertiga, dikarenakan Fakultas Kedokteran yang diambil Zia berbeda gedung tersendiri dan jauh walapun mereka satu Universitas. Dan jarak memisahkan mereka dengan Zia.

__ADS_1


Karena Fajri dan Marisya satu kampus dengan Rahma, Zia dari jauh hari meminta kakak adik kandung ini mengawasi Rahma, terutama apabila ada laki-laki yang berusaha mendekati Rahma. Lambat laut Marisya pun paham akan perasaan Zia kepada Rahma, namun Marisya hanya berbisik kepada Fajri dengan sikap Zia jika terhadap Rahma, khawatir jika Rahma tau kalau Zia mencintai Rahma seperti cinta laki-laki kepada perempuan pada umumnya, bukan cinta karena seperti adik dan kakaknya akan membuat persahabatan menjadi renggang, maka dari itu Marisya ikut tutup mulut akan perasaan Zia terhadap Rahma. Tapi pikiran itu tidak dengan Rahma, Rahma masih menganggap bahwa perhatian Zia yang berlebihan selama ini karena murni sayangnya seorang sahabat. Dan Rahma berpikir bahwa Zia menyayanginya karena Rahma sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Begitupun Rahma, sayang terhadap Zia karena menganggap Zia selama ini seperti kakaknya sendiri.


JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.


__ADS_2