
Dengan nuansa cafe yang cukup romantis mampu membawa suasana sepasang calon suami istri mengungkapkan rasa mereka karena sang calon suami sedang cemburu.
Rahma menarik nafasnya dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan Zia.
" Aku.. aku.. bersedia menikah dengan Kakak, tidak ada maksud yang menyimpang atau niat yang tidak baik. Aku memilih kakak, karena hanya kakak laki laki yang bisa aku percaya akan ketulusan kakak karena didasari cinta bukan hanya nafsu semata seperti laki laki lainnya yang berusaha mendekatiku selain kakak." ucap Rahma dan menarik nafasnya lagi dalam dalam.
" Aku kenal baik kakak, jadi aku pun tidak ada lagi keraguan untuk melangkah. Soal cinta, aku akan belajar mencintai kakak, aku yakin dengan berjalannya waktu setelah kita menikah dihatiku hanya terukir nama suamiku", penjelasan Rahma dengan lirih dan sempat meneteskan air matanya karena mengingat akan masa lalunya yang ingin ia kubur dalam dalam, Zia pun terharu dan makin besar cintanya pada Rahma.
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa panggil aku dengan sebutan SAYANG, agar namaku benar benar dengan mudah masuk ke hatimu", ucap Zia dengan menarik dagu Rahma dan mendekati bibirnya dengan bibir wanita dihadapannya, lalu mengecup bibir tipis dengan warna pink natural itu. Tidak ada reaksi penolakan dari Rahma ketika Zia mencium bibirnya, Zia pun merasa Rahma telah belajar membuka hatinya untuknya.
Makanan dan minuman yang mereka pesan sudah tiba diatas meja.
__ADS_1
" Saladnya dulu Yang, bagus lebih dulu sebelum makan yang lainnya, karena seratnya akan mempermudah proses pencernaannya", saran Zia yang terbiasa memakan dessert lebih dulu.
"Ok.. buka mulutnya Yang.. !", saut Rahma yang akan siap menyuapi Zia, Zia pun tidak ragu membuka mulutnya, Zia terharu dengan inisiatif Rahma menyuapinya dan Rahma pun juga memakan salad tersebut bahkan dengan sendok yang sama.
" Yang.. setelah ini kita ke suatu tempat ya, aku mau menunjukan sesuatu ke kamu, pasti kamu suka", ucap Zia sedang melanjutkan makanan pesanan yang lainnya.
"Kamu sudah kenal baik tentang aku, pasti kamu tau yang aku suka, terimakasih ya Yang", ucapan Rahma dengan senyuman yang meluluhkan hati serta sebutan untuk Zia yang berbeda kali ini.
Setelah makan siang menjelang sore mereka selesai. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju tempat untuk memberi kejutan untuk Rahma.
" Yang.. kamu tutup mata dulu ya.. please.. !!", pinta Zia menghentikan laju kendaraannya sebelum sampai tempat yang ditujunya dan mengikatkan penutup mata untuk calon istrinya ini.
__ADS_1
Setelah sampai tempat tujuan, Zia menuntun Rahma turun dari mobilnya, dan berjalan menuju tempat yang ditujunya dengan kedua mata Rahma yang masih tertutup.
"Oke, siap siap ya Yang.. aku buka ikatan penutup matanya.. aku hitung ya.. satu.. dua.. tigaaaa.... Tara... ini untuk kita berdua tinggal setelah aku ucapkan ijab qabul nanti untuk kamu", ucap Zia membuka penutup kedua mata Rahma. Rahma yang terpesona melihat rumah yang telah disiapkan Zia untuk mereka berdua tinggalkan setelah mereka berdua sah menjadi suami istri.
"Alhamdulillah bagusnya Yang, terimakasih kamu sudah menyiapkan untuk kita,..tapi apa nanti rumah ini ga terlalu kebesaran buat kita berdua ya.. ", ucapan Rahma sambil dituntun masuk kedalam rumah tersebut.
" Nanti anak kita kan banyak Yang.. apalagi nanti kita kan juga akan punya cucu dan menantu.. jadi bisa muat kalau sedang kumpul", jelas Zia yang ingin memberikan kebahagian selalu untuk wanita yang dicintainya ini.
Rahma merasa bahagia dan terharu menjadi wanita yang amat spesial bagi Zia. Tapi Rahma merasa khawatir kalau suatu saat Zia belum bisa membalas cinta Zia yang begitu besar untuknya. Karena hatinya masih terukir nama Yoga. Rahma belum bisa melupakan cinta dari seorang Yoga. Rahma pun pasrah, karena yakin dan percaya kalau suatu saat cinta itu akan datang untuk suaminya nanti.
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH
__ADS_1