
Jenazah Yoga telah dibawa kerumah duka dalam perjalanan, Rahma yang tidak beranjak dari sisi jenazah Yoga yang masih dipeluknya didalam mobil jenazah, bersama keluarga Yoga.
Rahma tak bisa berpikir jernih, dia mengenang segala kenangan dari awal bertemu Yoga, kebijakan Yoga, sampai hal hal terlucu yang mereka lakukan. Rahma tidak sanggup kehilangan Yoga. Disaat Rahma baru merasakan jatuh cinta dengan seseorang pria yang sesuai dengan harapannya, namun Tuhan tidak berkehendak Yoga dan Rahma bersama didunia fana ini.
Kabar duka menyelimuti para WNI dan TKI yang sedang diluar negeri khususnya wilayah Asia Tenggara. Mereka kehilangan seorang pahlawan yang memperjuangkan hak hak mereka secara manusiawi. Sebelum jenazah tiba dirumah duka, karangan bunga berdatangan dari kalangan sahabat, artis, partner bisnis, para pejabat, sampai pemimpin negara.
Keluarga Yoga berencana jenazah akan dimakamkan setelah waktu Ashar. Saat jenazah tiba dirumah duka, para pelayat yang sudah memenuhi halaman dan dalam rumah Papi Yoga yang luas mereka yang ikut mendoakan dan mengantarkan Yoga keperistirahatan terakhir. Rahma menangis histeris karena tidak sanggup melihat Yoga telah dikafankan. Segala kenangan indah mereka yang saling mencintai dan dimabuk asmara kandas sudah dan hanya menjadi kenangan terindah untuk Rahma. Banyak yang mengucapkan duka kepada Rahma dan menasehati agar Rahma tidak terlalu larut, namun Rahma tidak bicara apa apa, dia hanya menangis sedih.
__ADS_1
Zia datang untuk mendoakan Yoga dan sekaligus melihat Yoga yang terakhir kali.
"Buatlah Yoga bahagia sekarang walau Almarhum tidak lagi bersamamu didunia, tapi Almarhum akan selalu ada dihatimu menemanimu, kamu tidak sendiri, jangan menangis terlalu larut karena itu akan membuat jalannya terhambat, inilah janji Yoga kepada Yang Maha Menciptakan sebelum Yoga ditiupkan ruh didalam rahim ibunya bahwa hari ini lah Yoga akan menemuiNya dan kembali padaNya", ucap nasehat Zia saat mengucapkan turut duka untuk Rahma.
Sebelum jenazah diantar keperistirahatan terakhirnya, jenazah dipersiapkan akan disholatkan setelah adzan Ashar berkumandang, dan para pelayat melakukan sholat Ashar terlebih dahulu sebelum menyolatkan jenazah. Saat disholatkan Rahma sudah kembali tegar, karena nasehat Zia juga yang memberi energi positif padanya.
Zia membujuk Rahma untuk pulang dari makam Yoga, lalu Rahma memeluk Mami dan pamit pulang.
__ADS_1
"Maafkan Yoga ya sayang, kalau Yoga pernah berbuat salah baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Mami dan Papi juga mengucapkan terimakasih banyak, karena kamu telah memberikan kebahagian untuk Yoga sebelum Yoga menghembuskan nafas terakhirnya. Terimakasih yang tak terhingga, kamu sudah tulus mencintai Yoga. Dan maafkan Mami kalau kamu belum sempat menjadi menantu kesayangan Mami", ucap Mami sambil memeluk Rahma, dan mereka berdua menangis sedih dalam pelukan.
Didalam perjalanan pulang, Rahma melihat cincin yang telah mengikatnya saat dia dan Yoga bertunangan.
" Cincin ini akan abadi dijari ini tanganku sampai akhir hayatku berjumpa denganmu Mas", gumam dalam hati Rahma.
HAAY GAES.. JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA YAA, AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.
__ADS_1