Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Cinta Zia


__ADS_3

Matahari senja mulai menenggelamkan sinarnya. Zia bersenda gurau dengan sang istri tercinta, adzan Magrib berkumandang, Zia mengajak istrinya sholat berjamaah berdua. Setelah itu mereka berdua melantunkan ayat suci Al Qur'an secara bergantian tiap satu ayat.


Dan dilanjut sholat Isya berjamaah berdua, dan Zia sudah merasakan lapar, dan Zia mengajak istrinya makan malam bersama sama dengan para asisten dirumahnya. Zia yang meminta untuk para asistennya untuk makan malam bersama dalam satu meja dengan Zia dan Rahma.


Setelah makan malam selesai, Zia melarang istrinya membantu Mba Ira merapikan meja makan, dan para asisten yang sangat meyayangi Tuan dan Nyonya mudanya segera sigap ikut melarang Nyonya mudanya membantu Mba Ira.


" Bete banget ini sih kalau ga boleh ngapain sama sekali ", gerutu Rahma seraya memanyunkan bibirnya sehingga membuat suaminya sangat gemas padanya.


" Iya.. kamu kan harus bedrest demi anak kita Yang.. ", ucap Zia gemas mencium pipi istrinya tidak peduli di depan para asistennya yang sedang memrapikan meja makan.


" Iya.. tapi ga begitu juga kali Yang, masa iya angkat piring aja ga boleh ", gerutu Rahma lagi.


" Aku yang melarang kamu untuk melakukan apapun kecuali istirahat dan ibadah, daripada kamu angkat piring mending kamu angkat aku di ranjang yuk !!", bisik Zia seraya melirik memastikan para asistennya tidak mendengar ucapannya yang ujung ujungnya mesum.

__ADS_1


" ih kamu nih genit ", ujar Rahma tersenyum dengan wajah yang tengah memerah karena malu seraya berjalan menuju kamar mereka berdua karena telah dituntun oleh suaminya agar segera masuk ke kamar.


" genit juga sama suami sendiri Yang ", jawab Zia dengan mengedipkan sebelah matanya.


" Yang... ", rajuk Zia setelah mengunci pintu kamar mereka.


" Apa Yang.. Yang.. !", ledek Rahma yang paham keinginan suaminya.


****


Dalam kesunyian malam hanya berteman dengan suara demburan ombak di balkon yang menghadap tepian pantai, Wiliam kesal setelah mendapatkan telepon dari salah seorang yang telah membantunya mengirim guna guna kepada orang yang ia incar, bahwa guna guna yang dikirimnya gagal dan hilang, bahkan para jin jin jahat yang diperintahkan untuk mengguna guna Rahma terluka dan diajak bertaubat kepada Allah oleh Ustadz Afrizal. Wiliam melamun memikirkan hasil rencana yang ia lakukan telah gagal dan sia sia.


Wiliam tidak putus asa dan gentar melakukan hal yang ia inginkan harus ia dapatkan. Dengan menyeringai sinis ia merencanakan sesuatu.

__ADS_1


" Hebat juga kamu Zi.. pantas saja Rahma bersedia menikah dengan kamu ", ucap Wiliam dalam hatinya.


" Kau akan tahu siapa Wiliam yang sebenarnya ", sambung ucapannya dalam hati Wiliam.


Wiliam selalu mendapatkan keinginannya dengan menghalalkan segala cara, akan tetapi ia lupa, suatu saat ia akan terjatuh karena kesombongannya yang selalu membanggakan diri.


Wiliam dibesarkan dikeluarga beragama, namun ketika saat ia berusia 18 tahun, ia tinggal di negara bebas, sehingga ia tidak memperdulikan agamanya yang dianut, bahkan ia tidak takut akan Tuhan.


" Seandainya dulu gw ga pindah ke NY, pasti saat ini yang sedang bersama Rahma bukan Zia, tapi gw !!", ungkapan Wiliam seraya meremas minuman kaleng beralkohol.


" Han, coba lu cari cewek yang mirip mirip dengan cewek yang nanti fotonya gw kirim, kalau sudah ketemu lu bawa ke gw, gw bayar mahal itu cewek permalam buat nemenin gw ", ucap Wiliam kepada salah satu anak buahnya via telepon, dan setelah telepon ditutup Wiliam mengirim foto Rahma kepada anak buah tersebut.


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.

__ADS_1


__ADS_2