
Hari demi hari, tidak terasa Zia dan Fajri lulus dengan gelar mereka masing-masing. Saat wisuda bukan hanya Marisya yang mendampingi Fajri tapi juga kedua orangtua Fajri yang juga kedua orangtua Marisya.
Sedangkan Zia yang berbarengan wisuda juga didampingi kedua orangtuanya, namun ada yang janggal, Zia mengundang Rahma untuk datang saat wisuda Zia, tapi Zia terlihat langsung tidak bersemangat dikarenakan Rahma tidak bisa hadir karena mengantar kakak-kakaknya untuk pergi umroh.
__ADS_1
"Semangat Boy, jangan cuma gara-gara Rahma lu patah semangat di hari spesial lu, kan ada orang yang lebih istimewa yaitu kedua orang tua lu", ucap Fajri memberi semangat untuk Zia sambil mengusap bahu Zia dan seketika Zia pun bangkit karena melihat kedua orangtuanya bahagia dan bangga bahwa anaknya akan menjadi dokter.
" Rahma, ga hadir nak?", tanya Bunda kepada Zia, sebab karena Bunda pun yang mengajukan Rahma diundang untuk ikut mendampingi Zia, sebab alasan Bunda, agar diantara empat orang sahabat ini lengkap formasinya, tapi dilain hal maksud Bunda bukan hanya itu. Bunda tau akan perasaan anaknya yang sangat menyukai dan mencintai Rahma begitu dalam, sebab Zia pun sering curhat kepada Bundanya, betapa pentingnya seorang Rahma dihati Zia.
__ADS_1
Hubungan mereka berempat tidak seperti dulu untuk yang sering bertemu, maklum mereka pun sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing termasuk Zia. Yang mana Fajri dan Marisya yang satu kampus pun dengan Rahma juga jarang bertemu. Jikapun Zia ada waktu luang, pasti langsung menghubungi Rahma untuk bertemu walau sekedar menjemput. Tapi terkadang Rahma yang tidak selalu bisa memenuhi keinginan Zia untuk bertemu, karena alasan tertentu. Dan mereka berempat bisa dihitung untuk kumpul dengan formasi yang lengkap bisa setahun ini hanya 4 kali mereka bertemu lengkap berempat.
Meskipun jarang bertemu, setiap hari raya Idul Fitri, Rahma selalu menyempatkan diri silaturahmi ke rumah Zia, untuk bertemu Bunda dan Ayah Zia, karena Bunda dan Ayah Zia sangat berperan penting selama ini dalam pendidikan Rahma, dan dari perusahaan Ayah Zia lah Rahma memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah yang biayanya lumayan sangat mahal. Walaupun dari keluarga Zia tidak akan pernah menuntut balas budi apapun kepada Rahma karena mereka adalah orang-orang yang baik dan tulus, sebab saat mulai kuliah, Rahma termasuk katagori anak yang wajib mendapatkan beasiswa, karena Rahma faktor anak yang berprestasi dan sudah yatim piatu. Ya saat Rahma sedang melaksanakan Ujian Nasional kelas 3 SMA, ayahnya meninggal dunia. Para keempat sahabatnya termasuk orangtua sahabatnya datang untuk turut bela sungkawa waktu itu.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.