Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
honeymoon


__ADS_3

Perjalanan panjang ke Kota Zurich lumayan panjang dengan lama penerbangan 17 jam dengan satu kali transit pesawat terbang. Ini pertama kalinya untuk Rahma perjalanan ke Eropa. Didalam pesawat karena memakan waktu belasan jam, Zia memilih kursi pesawat business class untuknya dengan istrinya, Zia tidak mau mengambil first class karena ingin selalu seperti perangko dengan Istrinya.


Didalam pesawat selama itu, Zia tidak betah berdiam diri, ia lampiaskan dengan tangannya yang jahil mengganggu istrinya, mengusap usap tangan istrinya, membelai wajah istrinya, sehingga ketika istrinya sedang asik bermain dengan gadgetnya dengan usilnya Zia membelai tangan istrinya hingga membuat hp istrinya terjatuh.


"Upss... maaf.. ", dengan segera Zia mengambil hp itu dan meminta maaf dengan senyum yang meyeringai berhasil membuat perhatian istrinya kembali padanya.


"Apa sih maunya nih orang, iseng banget, padahal sejak tadi dia asik dengan hp nya aku biasa aja, tapi giliran aku asik sebentar tiba tiba dia jadi pengganggu begini", gumam Rahma dalam hatinya untuk suaminya.


" Yang.. ", sahut Zia menghidup aroma istrinya dari balik tekuk leher istrinya.


" Kak jangan disini ah, dilihat orang", protes Rahma dengan berbisik ditelinga suaminya.


Zia menekan tombol kursi tempat duduk istrinya agar ke posisi kursi datar agar istrinya bisa merebahkan tubuhnya, namun Rahma mengalah ia langsung rebahkan tubuhnya, dan tanpa diminta dan tanpa aba aba, Zia menaiki tubuh istrinya dalam keadaan tubuhnya diatas tubuh istrinya dikursi pesawat yang hanya tempat duduk muat untuk satu orang.


"Kak yang benar saja ini !", protes Rahma lagi yang pastinya kelakuan suaminya bisa mengganggu penumpang lainnya.


" Ya makanya kamu geser dikit, miringkan badanmu, aku juga mau tidur", jawab Zia seenaknya yang menyuruh istrinya memiringkan posisi tubuhnya miring menghadapnya sehingga mereka tidur dalam satu kursi dan Zia pun tidak peduli dengan sekitar.


"Eh benar dia tertidur pulas lagi", gumam Rahma dalam hatinya dan menarik nafas dalam dalam.


Ketika Rahma merasa pegal dan sudah tidak nyaman dengan posisi tidurnya yang sempit, Rahma berusaha untuk bangun dan ingin pindah. Namun sebelum pindah suaminya terbangun seperti anak kecil yang tau akan ditinggal ibunya.

__ADS_1


" Mau kemana Yang.. ? disini aja, aku ga bisa tidur kalau kamu ga disamping aku", gumam Zia, menarik tubuh istrinya dan memeluknya, sepertinya Rahma sudah menjadi candu untuk suaminya.


"Huh ! ampun manusia satu ini egois, ga tau badanku sudah pegal dengan posisi seperti ini !", gerutu Rahma dalam hatinya menarik nafasnya.


" Yang... sudah ya dilanjut nanti pelukannya, badanku terasa pegal sekali posisi seperti ini", pinta Rahma pada suaminya, dan Zia pun mengizinkan istrinya pindah ketempat duduknya.


Rahma yang tidak sabar melihat keindahan kota Zurich bersama suaminya. Begitupun dengan Zia yang sudah tidak sabar honeymoon bersama istri yang dicintainya.


Mereka tiba dibandara kota Zurich. Zia sedang mencari hotel untuk bermalam dengan istri tercintanya. Namun Rahma sudah berpesan tidak ingin kamar yang mewah, ia justru ingin penginapan yang sederhana.


Suhu udara yang dingin dikota Zurich membuat Rahma kedinginan. Zia memeluk erat istrinya. Ketika sampai dipenginapan, pelayan hotel menyalahkan penghangat ruangan.


" Ayo kita jalan Yang.. selagi kita disini, kalau cuma numpang tidur ya dirumah aja Yang.. ", protes Rahma pada suaminya.


Rahma dan Zia menikmati setiap sudut kota, mereka banyak selfie dan Zia pun gemar mengambil gambar istrinya diam diam. Zia selalu menggoda istrinya, dan kemesraan mereka berdua menjadi tontonan yang melintas melihat mereka berdua. Zia sangat bersyukur karena bisa menikmati hari hari indah bersama orang yang ia cintai.


Suasana bukit bersalju menambahkan kesan romantis untuk mereka berdua. Zia selalu mengatakan cinta kepada istrinya, tetapi sayangnya Rahma tidak pernah menjawab kata cinta itu. Zia tidak peduli untuk saat ini cintanya akan dibalas atau tidak, yang penting saat ini, Rahma sudah menjadi istrinya, sepenuhnya diri Rahma adalah mutlak haknya.


Hari sudah malam, saatnya mereka berdua istirahat. Untuk malam ini Zia tidak ingin melewatkannya begitu saja tanpa bercinta dengan istri tercintanya, apalagi Zia yang tidak sanggup menahan kemolekan tubuh istrinya, yang padahal Rahma tidak pernah merayu suaminya, bahkan justru dibenaknya ia tidak menginginkannya, dengan alasan ia belum mencintai suaminya. Selama ini ia bersedia melayani suaminya karena atas dasar kewajibannya sebagai istri. Hal ini Rahma memendamnya sendiri, tanpa seorang pun tahu isi hatinya yang sebenarnya jika batinnya bergejolak.


" Yang... aku bersyukur memilikimu.. i love you", rayu Zia pada istrinya untuk memulai mencumbu istrinya dan melaksanakan tugas hak sebagai seorang suami.

__ADS_1


Setelah mereka berdua selesai dengan urusan tugas hak dan kewajibannya. Zia selalu mengucapkan terima kasih pada istrinya, karena hasrat biologisnya tersalurkan dengan baik pada istrinya.


" Sekarang kamu adalah penyemangatku Yang... tolong jangan pernah tinggalkan aku ", ucap Zia dan mencium kening istrinya dan memeluknya, walau sudah menjadi istri sahnya Zia masih punya rasa khawatir jika suatu saat Rahma bisa saja meninggalkannya. Seandainya Zia melepaskannya, pasti diluaran sana sudah banyak menunggu janda seorang Rahma, lelaki mana yang bisa menolak wanita secantik Rahma, mereka bagaikan ikan piranha yang sedang diberi pangan.


Zia tertidur lelap dalam pelukan istrinya, tapi Rahma masih belum bisa tertidur karena memikirkan nasib perasaannya. Apalagi ucapan Zia sebelum tidur memintanya untuk jangan pernah meninggalkannya. Padahal yang Rahma rasakan memang ingin pergi yang jauh dari suaminya.


Dengan posisi tangan Zia memeluk tubuh Rahma dalam tidurnya, Rahma yang masih belum bisa pejamkan kedua matanya, perlahan melepaskan pelukan suaminya, Rahma berdiri dari tempat tidur dan memastikan suaminya masih tertidur pulas.


Rahma keluar kamar melalui pintu yang tersedia balkon didalam kamarnya untuk melihat pemandangan gemerlap malam suasana pengunungan dan ia bersandar dibalkon dalam dinginnya suhu kota Zurich. Ia menghirup udara dari sesak hatinya yang begitu berat. Tinggal bersama apalagi tidur bersama dengan orang yang tidak ia cintai merupakan hal tersulit baginya sehingga nafasnya terasa begitu sesak.


Kehidupan ini tetap harus ia lalui. Tak terasa ia meneteskan air mata, menahan kerinduan pada sosok seorang Yoga, dan karena saking sesaknya ia sampai menangis tak tertahankan. Entah mengapa cintanya begitu dalam dan sulit untuk mengganti hatinya.


"Apa yang membuatmu menangis istriku tercinta, apa yang membuat sesedih ini yang padahal aku berusaha membahagiakanmu... ?", suara Zia yang mengejutkan Rahma, menghampiri Rahma dalam sedihnya serta memeluknya dari belakang, dan ternyata Zia memperhatikan istrinya sejak tadi.


Rahma menarik nafasnya dalam dalam, ingin mengatakan sejujurnya tapi ia tidak ingin membuat suaminya kecewa dimoment honeymoon mereka, ia harus mengalihkan membicaraan agar suasana kembali normal.


" Aku tidak menyangka waktu begitu cepat, sekarang aku sudah menjadi istri orang, padahal baru kemarin rasanya aku membuat KTP saat usia 17 tahun. Aku masih ingin bebas Kak menikmati masa masa....", jawab Rahma namun belum menyelesaikan keluhannya Zia langsung menutup mulut istrinya dengan ciumannya, dan segera menghapus air matanya istrinya.


bersambung


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2