Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
first night


__ADS_3

Suasana pada pukul 11:00 WIB gedung hall untuk acara pesta resepsi pernikahan Zia dengan Rahma sedang tengah persiapan, karena akan dimulai pada pukul 12:00 WIB. Rahma dengan Zia sedang dirias dan mengenakan busana pengantin dengan nuansa silver dan ungu berbeda dengan busana akad nikah yang bernuansa putih.


Zia memperhatikan istrinya yang sedang dirias wajahnya.


"Cantik tenan Mas istrinya, bisa aja ketemu yang seperti ini Mas.. ", ucap Ibu penata rias yang merias Rahma yang sedang memasang hijab Rahma.


" Iya Bu, Alhamdulillah rejeki lebih dapatnya yang seperti ini", saut Zia tersenyum dan wajah Rahma memerah tersenyum malu.


"Iki saking mulusnya Mas wajah Mbaknya, sampai cahaya monte kebaya mantul diwajah Mbak Rahma", ucap Ibu penata rias yang dibuat kagum juga, Zia pun tersenyum bangga memiliki istri yang cantik.


"Ayu tenan toh Jeng mantuku, siapa dulu cah lanangku Jeng", saut Bunda pada ibu penata rias menggoda pengantin baru itu dengan tersenyum dan Bunda akan siap menjemput untuk menuntun Rahma untuk turun melaksanakan acara adat.


"Terimakasih Bunda.. ", saut Rahma dengan senyum malu.


Setelah selesai make up dan memakai busana pengantin. Mereka berdua siap untuk turun melaksanakan acara adat resepsi didampingi kedua mempelai.


Tepat pada pukul 12:00 WIB acara resepsi dimulai dengan diiringi acara adat. Pengantin berjalan beriringan menuju kursi pelaminan. Zia yang terlihat sangat tampan serta Rahma yang terlihat sangat cantik, pasangan yang serasi, begitulah yang para tamu ucapkan.


Nuansa dekorasi gedung yang mewah dan romantis penuh dengan bunga berwarna ungu dan putih. Foto foto prawedding Zia dengan Rahma dipajang dikanan dan kiri sisi karpet merah yang akan membawa menuju kursi pelaminan.


" Beruntung banget istrinya dapat dr. Zia, udah ganteng, kaya, pintar, baik hati, enak ya jadi orang cantik", bisik bisik salah satu tamu kepada temannya setelah bersalaman mengucapkan selamat pada pengantin.

__ADS_1


"Ya istrinya ga modal cantik juga kali, orang keduanya sama sama lulusan Universitas XXX kok pasti pintar lha istrinya", saut percakapan tamu yang sedang berbisik bisik ini dengan temannya ini.


Undangan tamu mencapai 1000 undangan. Untuk waktu 2 jam bersalaman dipelaminan masih belum cukup, sehingga waktu diperpanjang. Para tamu memberikan doa dan restu untuk suami istri ini, serta banyak kiriman karangan bunga mengucapkan selamat untuk mereka berdua.


Setelah acara selesai Zia punya rencana untuk membawa istrinya langsung kerumah baru impiannya. Zia dan Rahma pamit kepada keluarganya. Padahal Zia mendapatkan hadiah sebuah kamar disebuah hotel berbintang ditengah ibukota. Tapi Zia menginginkan malam pertama bersama istrinya berada dikamar mereka, agar menjadi moment dan kenangan indah itu ada dikamar mereka berdua.


***


Sesampai dirumah mereka berdua, Zia menuntun istrinya masuk kedalam kamar mereka berdua. Rahma masuk kedalam kamar dan langsung membuka kopernya karena ingin mengambil sesuatu sebab memang berniat ingin langsung untuk mandi.


"Ini kamar kita berdua sayang.. yang akan menjadi saksi kita malam ini", ucap Zia meraih lengan istrinya dan langsung memeluk pinggang istrinya, dan seketika detak jantung Rahma berdebar tak karuan karena tanpa aba aba suaminya langsung mencium dan melumat bibir istrinya.


" Yang.. aku mau mandi dulu.. badanku terasa lengket, aku ga nyaman", pinta Rahma melepaskan ciuman dari Zia dan meminta izin untuk mandi lebih dulu.


" Enggak !! aku mau mandi sendiri aja, tapi lepas dulu dong Yang, gimana aku mau mandi..", protes Rahma dengan nada lembut dan Zia hanya tertawa renyah.


"iya habis lagi pengen peluk kamu aja ini, enak banget udah halal mau diapain aja", saut Zia melepaskan pelukannya dan mencium pipi mulus istrinya.


Saat Zia melepaskan pelukannya Rahma pun berlari langsung masuk ke toilet yang ada didalam kamarnya, dengan membawa perlengkapan mandinya serta pakaian gantinya yang akan dipakainya nanti usai mandi yang sudah ia siapkan sebelumnya. Melihat tingkah istrinya yang salah tingkah Zia hanya tersenyum dan makin berniat ingin menggoda istrinya.


Rahma masuk kedalam toilet dengan mengunci pintu toilet dan duduk didudukan closet. Ia segera duduk didudukan closet karena dengkul kakinya terasa lemas seperti tak bertulang. Ia tak habis pikir akan seperti ini apalagi sekarang Zia adalah suaminya tidak mungkin ia menolaknya.

__ADS_1


Rahma menghidupkan air hangat agar ia bisa merendam tubuh lelahnya dibuthtub. Sambil merendamkan tubuhnya, pikirannya semakin gelisah.


" Malam ini pasti dia(Zia) meminta haknya, aku harus apa ??!!", gumamnya dalam hati.


Rahma hanya bisa pasrah, toh kalaupun malam ini ia harus menyerahkan segalanya juga dengan suaminya sendiri.


Zia sudah kembali kekamarnya usai habis memberisihkan dirinya. Dilihatnya istrinya belum keluar dari toilet. Zia pun memakluminya jika istrinya berlama lama didalam toilet. Zia merebahkan dirinya diatas ranjang dan menyalahkan televisi mencari chanel yang pas. Zia yang mengenakan kaos berwarna putih yang tipis dengan bahan yang menyerap keringat serta celana pendek diatas lututnya, sebab seperti itulah pakaiannya saat tidur.


Rahma yang masih dag dig dug detak jantungnya, memikirkan apa yang terjadi padanya dan bagaimana memulainya. Apalagi mendengar dari orang orang bahwa melepaskan keperawanan sangat sakit, ia menjadi takut, jangankan hal itu, ia tengah risau kalau tubuhnya akan dilihat oleh suaminya tanpa busana nantinya.


Setelah selesai berendam, Rahma mengeringkan tubuh dan rambutnya. Saat akan mau memakai baju yang diberikan kakaknya, alangkah terkejutnya dia bahwa pakaian itu seksi sekali untuknya. Sebab saat kakaknya memberikan pakaian itu, Rahma tidak melihatnya lagi dan langsung memasukannya ke dalam koper yang akan dibawanya kerumah ini.


Pakaian yang tipis berwarna hitam, yang panjangnya setengah pahanya dan tidak berlengan, hanya seuntai tali yang terikat dipundaknya. Perasaan Rahma saat ini ingin berteriak dan menangis. Bahwa betapa bodohnya ia tidak melihat pakaian itu sebelum ia masukan kedalam koper. Jika ia melihatnya lebih dulu mungkin pakaian itu tidak dibawanya. Justru ia akan memakai pakaian tidur yang panjang dan rapat.


Rahma memberanikan diri untuk keluar dari toilet. Ia mengintip suaminya yang sudah ada diatas ranjang mereka. Rahma pun melangkahkan kakinya menghampiri suaminya yang sudah lebih dulu berbaring diatas ranjang mereka. Zia melihat istrinya berpenampilan sangat berbeda, dengan pakaian yang seksi, apalagi Zia baru pertama kali melihat istrinya tidak mengenakan hijab dikepalanya. Rambutnya lurus sebahu dan tubuhnya yang mulus terlihat dari pakaian yang tipis yang dikenakan istrinya.


Rahma berjalan perlahan menuju ranjang, keadaan Zia melihat istrinya seperti itu betul betul kelopak matanya tidak berkedip serta menelan ludahnya. Sadar melihat istrinya sangat cantik dan menggoda ketika melepas hijabnya. Rahma yang baru naik ditepi ranjang sudah ditarik pinggangnya oleh Zia. Rahma yang melihat respon suaminya seperti itu menjadi semakin ketakutan didalam hatinya.


Zia memeluk tubuh istrinya dari samping kanan dengan kakinya yang sudah menindih kaki istrinya. Rahma yang merasa tubuhnya sudah terkunci oleh suaminya tidak bisa berbuat apa apa.


Zia memandangi wajah istrinya dengan kagum, tidak menyangka bahwa ia telah menjadi suami seorang Rahma yang selama ini ia kejar kejar. Kemudian Zia menarik dagu istrinya, dan mencium bibirnya dan melumatnya. Rahma pun semakin larut mengikuti ciuman yang Zia berikan.

__ADS_1


bersambung


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH


__ADS_2