Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
bertiga


__ADS_3

Rahma mengajak Yoga untuk berobat. Yoga berobat di Rumah Sakit milik pemerintah yang terbesar di ibukota. Yoga dan Rahma sedang menunggu antrian di poli spesialis penyakit dalam. Semua administrasi Rahma yang membereskannya, Yoga sudah kelihatan lebih segar sedang duduk manis yang tangannya sibuk dengan gadgetnya. Sebelum mengambil nomor antrian, tiap pasien memilih dokter yang sesuai saat jam praktek untuk konsultasi.


Dengkul Rahma lemas, karena melihat diantara daftar nama-nama dokter di Rumah Sakit itu tertulis " dr. Zia Astra Sp. PD", Rahma pun mengambil alih dokter lain selain Zia. "Oh Tuhan kenapa dunia ini sempit sekali", gumam Rahma dalam hati, dan melirik Yoga yang sedang duduk manis masih sibuk dengan gadgetnya tidak mengetahui apa yang sedang Rahma gelisahkan.


Sambil menunggu antrian Rahma yang sedang gelisah karena khawatir papasan dengan Zia. Sebetulnya Rahma tidak peduli Yoga dan Zia jika bertemu, justru bagus jika mereka berdua bertemu, bisa kenalan langsung, siapa tau bisa berteman hehehe pikir usil Rahma. Tapi pikiran buruk Rahma yg dikhawatirkan adalah jika mereka ribut saling adu otot dan adu mulut, lebih baik menghindari mereka bertemu tidak ada salahnya juga. Yoga membuka pembicaraan pada Rahma, " Yang tolong share foto acara kita kemarin diakun aku ya Yang, teman-teman aku pada nanyain itu", pinta Yoga pada sekretaris cantiknya, dan Rahma pun langsung melaksanakan perintah bos gantengnya.


kreek, suara pintu ruangan dokter terbuka, dari arah suara pintu itu keluar seseorang yang sepertinya tidak asing lagi untukku, orang itu sedang bersama dua orang perawat entah mau kemana. "Bapak Yoga", panggil seorang perawat dari arah pintu lain saatnya Yoga mendapat giliran masuk keruangan pemeriksaan. Dari arah barat Zia berjalan, dan dari arah berlawanan sebelah timur Yoga berdiri dari duduknya. Rahma masih tertunduk duduk menahan semua ini. Yoga yang mengulurkan tangan agar Rahma untuk berdiri. Mereka bertiga berdiri saling berhadapan, pertemuan yang tidak disengaja, dan tidak ada skenario.


Dari kejauhan Zia sudah mengenali Rahma, Zia menghampirinya, Zia menatap wajah Yoga langsung, Zia yakin pria yang ia tatap sekarang ini adalah seorang yang bernama Yoga, Yoga yang berhasil meluluhkan wanita yang dicintai Zia, ditambah keyakinan Zia sebab pernah melihat wajah itu difoto akun medsos Rahma, walaupun Zia sendiri belum pernah melihat sosok Yoga secara langsung. Begitupun Yoga yang tak asing dengan wajah Zia. Zia dan Yoga saling bertatapan, tubuh mereka hanya berjarak 50cm. Akhirnya Rahma berada diantara dua orang pria yang bersaing mendapatkannya.


" Sedang apa dek disini?", sapa Zia pada Rahma, tapi tatapan mata Zia masih bertahan menatap Yoga, Yoga pun begitu sebaliknya.


"O iya Mas, kenalkan ini Kak Zia", ucap Rahma memperkenalkan Zia pada Yoga tanpa mendetail siapa Zia.

__ADS_1


" Kak Zia, kenalkan ini Mas Yoga calon suami aku", tambah Rahma lagi.


Yoga dan Zia saling berjabat tangan dan saling menyebut nama masing-masing.


"Kak Zia, sedang.... praktek disini?", tanya Rahma mencairkan suasana.


" Iya aku sudah hampir satu bulan praktek full disini, oke sepertinya kalian sudah dapat giliran antrian, monggo lanjut, semoga nanti kita bisa ketemu lagi", saut Zia dengan nada datar yang sepertinya juga buru-buru.


"oke sampai ketemu", ucap Yoga kepada Zia.


"Entah..", jawab Rahma menaikan bahunya tidak mengerti.


Rahma dan Yoga masuk keruang periksa dr. Agus Guardan, Sp. PD

__ADS_1


" Selamat siang Pak, ya silahkan duduk, ada keluhan apa?", sapa dokter ramah yang akan memeriksa Yoga.


Yoga menceritakan keluhannya kepada dokter, namun dokter meminta agar Yoga melakukan pemeriksaan lanjut jika dalam 2-3 hari kedepan gejalanya masih seperti ini.


Rahma meminta Yoga untuk tidak masuk kerja dulu saat ini, karena memang dokter menyarankan untuk izin bekerja agar bisa istirahat sampai 2 hari. Yoga pun pulang kerumahnya dengan Rahma, karena Rahma ingin merawat calon suaminya dirumah Yoga.


Sampai dirumah Yoga, hanya ada Mami dirumah, Mami yang sangat cemas dengan keadaan Yoga. Rahma berusaha menenangkan Mami, kalau Yoga hanya butuh istirahat dirumah, dan selama Yoga izin kerja untuk istirahat dirumah, Rahma juga akan membantu Mami merawat anak kesayangan Mami.


"Nak Rahma, selagi kamu disini, tolong bantu Mami merawat Yoga, anggap disini rumah kamu nak.. ", ucap Mami pada Rahma dengan lembut dan pelan.


" Iya Mami, Mas Yoga kan calon suami aku, aku juga ga tenang kalau Mas Yoga ga fit seperti ini", ucap Rahma pada Mami


"Terimakasih ya nak, Mami sangat senang Yoga bisa menemukan calon istri seperti kamu yang betul-betul mencintai Yoga serta perhatian dengan Yoga", ucap Mami mengusap kepala Rahma yang ditutupi hijab.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH


__ADS_2