Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
berdebar


__ADS_3

Sesampai Rahma diruangannya setelah dari kantin. Rahma menyapa Yoga dan langsung mengajak Yoga untuk memulai menyantap makan siangnya. Walaupun jantung Rahma sebelum masuk ruangan debarannya tak karuan, apalagi hanya berduaan dengan Yoga.


"Mas, ayo kita makan, maaf ya lama menunggu, soalnya antri Mas", ajak Rahma pada Yoga sambil menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.


" Antri yang beli apa antri rebutan yang mau bayarin kamu?", goda Yoga pada Rahma yang beranjak dari kursi kerja menuju meja makan.


"Pasti si Wawan(salah satu OB diruangan Yoga) nih yang dongeng ke Mas Yoga ya?", tebak Rahma karena saat dikantin Wawan ada disana sambil menunggu pesanan makan siangnya.


" Iya tadi Wawan cerita, kalau dikantin jadi rame gara-gara kamu turun, pejabat-pejabat berebut mau bayarin kamu katanya", gerutu Yoga sambil mengunyah makanan.


"Entah aku juga heran, jadi ga nyaman mau kemana-kemana, apalagi kalau ke lantai atas, hampir rata-rata para lelaki disana genit-genit", keluh Rahma pada Yoga yang juga sambil mengunyah makanan.


" Mereka ga pernah ngeliat primadona secantik kamu Mah, makanya kalap, aku aja yang beruntung punya sekretaris secantik kamu, dan makanya lain kali kamu ga usah kemana-kemana, kalau mau cari makan tinggal titip Wawan", goda Yoga sambil memberikan senyum lembut namun tatapannya membuat Rahma tertunduk malu.


Setelah jam makan siang mereka kembali dengan kesibukan masing-masing, dan masuk pesan ditelepon genggam Rahma, dan ternyata chat dari Zia.


*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*


Z : nanti pulang kerja kakak tunggu kamu diparkiran dekat kantin ya..


Rahma pun malas untuk menjawabnya karena sebetulnya ia ingin menghindar dari Zia.


" O iya Mah, nanti Pak Arif staff dari Dubes Malaysia mengundang kita dinner malam ini, kita berdua hadiri undangannya ya", jelas Yoga pada Rahma, dan Rahma pun bisa beralasan demikian pada Zia agar tidak perlu menjemputnya.


"oke siap Mas", jawab Rahma cepat.

__ADS_1


*chat Rahma(R) dengan Zia(Z)*


R : Kak aku minta maaf, nanti malam aku ada undangan dinner dari staff Dubes, jadi aku ga bisa pulang sama kakak dulu, lain kali aja ya Kak. Terimakasih sebelumnya sudah mau jemput aku.


Z : Dinnernya dimana? biar nanti kakak jemput kamu disana. (sudah mulai posesif)


R : Kak maafin aku sekali lagi, aku ga enak kalau harus membuat kakak menunggu lama, lebih baik ga usah jemput aku kak. (bingung harus jawab apalagi)


Z : apalagi nanti kamu pulang malam, bahaya untuk kamu, jangan buat kakak semakin khawatir. Kamu nanti dinner dimana?


R : Kak, maafin aku sekali lagi, aku ga enak dengan atasanku kalau tau juga kakak menungguku, aku hanya ingin bersikap profesional.


Z : oke kalau kamu merasa aku mengganggu kamu dengan atasanmu.


R : terserah bagaimana kakak berasumsi, tolong jangan berpikir macam-macam. Aku disini bekerja.(ketus)


Z : Dek.. kok ga jawab?kamu marah ya?


Z : Dek..


Z : Dek..


Rahma pun tidak mau menjawab lagi chat dengan Zia karena tidak ingin memperpanjang debatnya.


Sesaat perjalanan menuju undangan dinner, Rahma dan Yoga satu mobil dengan Yoga yang mengendarainya, Rahma seperti biasa duduk dikursi depan bersama Yoga. Dan Yoga pun memulai pembicaraan sambil diam-diam mengintograsi Rahma.

__ADS_1


"Kamu ada yang marah ga Mah aku ajak dinner begini?", tanya Yoga yang sambil menyetir dan pandangannya sesekali ke arah Rahma.


" iya, kata kakak-kakak dirumah jangan malam-malam", jawab Rahma polos sambil mengetik chat di telepon genggamnya karena habis izin dengan keluarganya dirumah kalau Rahma harus pulang agak malam.


"oke, tenang aja nanti Mas antar sampai Rumah, dan kamu dalam keadaan utuh", ucap Yoga sambil tersenyum menggoda.


Sesampai di restaurant tempat mereka diundang dinner oleh staff Dubes yaitu Pak Arif, ternyata kedatangan Yoga dan Rahma sudah ditunggu Pak Arif dan jajarannya. Sambil makan malam, mereka membicarakan konsep dan program terbaru Yoga untuk diterapkan di kantor Dubes Malaysia. Setelah pertemuan dan pembahasan selesai. Yoga mengantar Rahma pulang, dan sampai dirumah Rahma, Yoga meminta maaf pada Rahma karena tidak bisa mampir sebab sudah larut malam. Dan Yoga pun berpamitan.


Yoga sampai dirumahnya dan langsung lanjut mandi dan siap-siap akan tidur, tapi ada yang membuatnya gelisah, yaitu Yoga terbiasa siang hari ada Rahma disampingnya, namun tiap malam Yoga harus merindukan Rahma lagi.


Ditengah kegelisahannya Yoga teringat akan akun medsos yang sudah dihendle oleh Rahma juga, akhirnya Yoga pun membuka akun medsosnya, dan melihat pertemanan dengan teman-temannya dikantor, termasuk Rahma. Yoga menemukan akun medsos Rahma. Yoga melihat-lihat foto-foto Rahma yang disave diakunnya. Yoga senyum-senyum sendiri karena merasa bahagia bisa menemukan jati diri Rahma diakun itu, karena ada foto-foto jadul saat Rahma masih dibangku SMA dan Kuliah, Yoga pun terkagum, betapa cantiknya Rahma, dan memang pantas diluar sana banyak para pria memperebutkannya. Dan Yoga pun melihat beberapa komentar yang lebih banyak kaum laki-laki yang mengoda dan merayunya. Dan sepertinya dikumpulan komentar itu Rahma menjawabnya dengan santai.


Dari sekarang Yoga berniat mulai detik ini akan berusaha membuat namanya terukir dihati Rahma.


Saat Shubuh pun yoga mengirim chat pada Rahma.


*chat Yoga(Y) dengan Rahma(R)*


Y : Mah, nanti aku jemput ya, kita bareng ke kantor...


R : iya baik Mas Yoga, aku tunggu.


Dan Rahma pun dijemput Yoga dan mereka bersama-sama berangkat ke kantor. Saat parkir mobil, Yoga juga berpapasan dengan para pejabat lainnya, mungkin para pejabat itu terheran melihat Yoga berangkat kerja bersama Rahma dan Yoga menggandeng jemari tangan Rahma.


"Mulai sekarang tidak akan ada yang akan mengganggu kamu, karena mereka pikir sekarang kamu milik Mas.. ", bisik Yoga pada Rahma, dan Rahma pun tersenyum bahagia karena Yoga melindunginya, apalagi Yoga tidak melepaskan genggaman tangan Rahma sampai masuk ruangan kantor. Sampai Yoga pun terlupa saat masuk ruangan untuk melepas genggaman tangannya dengan Rahma sampai membuat manusia seisi ruangannya melotot terkejut.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKENYA


__ADS_2