Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
janjian


__ADS_3

Zia dan Rahma sedang mencuci tangannya diwestafel yang ada didapur, setelah mereka berdua merapikan meja makan.


"Emangnya enak dimarah marahin bunda pagi pagi", ledek Rahma dan langsung berlari masuk ke kamar, Zia yang tersenyum malu karena Istrinya berhasil membuat Zia mendapatkan sarapan paginya dengan omelan bundanya.


"Awas kamu ya !", ucap Zia mengejar istrinya ke kamar, karena gemas dengan istrinya berhasil meledeknya.


"ciye.. ciye.. yang sarapan paginya spesial hari ini", ledek Rahma lagi ketika Zia sudah masuk ke kamar dan menghampirinya diatas ranjang.


" Kamu ya, pakai ngadu ngadu ke Bunda", balas Zia dengan menyerang Istrinya dengan ciuman mautnya yang berhasil membuat nafas istrinya tersengal.


"Ih siapa yang ngadu, orang bunda tanya ke aku, kenapa aku belum berangkat ngantor yeee", jelas Rahma yang tidak tahan karena Zia berhasil membuatnya kegelian.


Zia memeluk dan mengunci tubuh istrinya dengan tubuhnya. Memandangi wajah cantik istrinya polos tanpa make up, merapikan wajah istrinya dari anak rambut yang menghalanginya.


" Sayang... maafin aku ya.. benar kata bunda, aku egois.. ", ucap Zia yang menyesalkan keegoisannya yang telah mengorbankan Istrinya.


" sudahlah Yang, daripada aku tetap kerja disana buat kamu ga tenang, lebih baik seperti ini yang penting aku dapat gaji 3x lipat dari kamu", candaan Rahma mencairkan suasana agar suaminya tetap tersenyum.


"Yang.. Yang.. jangankan 3x lipat, saldo direkening aku udah berkali kali lipat itu Yang, kamu gunakan semau kamu", ucap Zia memelas.


" Asik aku bisa shopping hari ini !!", ucap Rahma bahagia.


" Kamu mau jalan sama siapa?", tanya Zia penasaran.


" sendiri lha, mau sama siapa yang lain sibuk kerja", jawab Rahma merajuk.


"Eh.. jangan sendirian nanti dilihat orang orang kamu masih single lagi, nanti sama aku aja", jawab Zia yang khawatir jika Istrinya pergi sendirian tanpanya pasti diluar sana sepasang mata laki laki bebas meliriknya.


" Lho kan kamu praktek Yang apalagi ini sampai malam", ucap Rahma mengingatkan suaminya.


"Ya udah kamu hari ini ikut aku praktek aja, paling jam 6 aku sudah kelar. Habis itu kita nonton Yang", ucap Zia menyusun agenda hari ini bersama Istrinya.


" Ih.. bete banget nunggu kamu praktek Yang ", ucap Rahma membayangkan betapa pegalnya dan membosankan menunggu suaminya melayani banyak pasien.


" Ya sudah terserah kamu Yang, apa kamu mau nyusul nanti jam 5 sore sudah sampai Rumah Sakit, pokoknya kamu ga boleh ke Mall sendirian.. titik ga pakai koma", ucap Zia yang tidak mau dibantahkan.

__ADS_1


"Iya nanti jam 5 sore aku ke Rumah Sakit", ucap Rahma melepaskan pelukan suaminya karena sudah saatnya suaminya siap siap untuk berangkat ke Rumah Sakit untuk praktek melayani pasien yang sedang sakit.


Zia memandangi wajah istrinya yang sedang membantunya memasang kancing kemejanya dan memasang dasi dikerah kemeja yang Zia kenakan. Memandang wajah istrinya membuat Zia merasakan ketenangan batin tersendiri.


" Kamu kenapa Yang mau menikah sama aku?", tanya Zia karena merasa bahwa betul apa yang dikatakan Bundanya tadi pagi, kalau ia seharusnya sudah sangat bersyukur Rahma mau menerimanya sebagai suaminya, sebab diluar sana banyak laki laki yang lebih tampan dan mapan diatas Zia yang berusaha mendekati Rahma. Tapi laki laki yang beruntung itu adalah Zia.


"Apa sih Kak, sudah jangan bahas itu sekarang, sudah saat kamu berangkat", jawab Rahma tidak ingin suaminya terlambat karena membahas yang tidak penting untuknya dibahas saat ini.


" Aku mau tau jawaban kamu nanti ya ", pinta Zia mengecup tiap inchi di wajah istrinya.


***


Zia melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit. Sesampai di Rumah Sakit, Zia melihat beberapa pasiennya sudah menunggu lebih dulu diruang tunggu yang padahal jam prakteknya belum dimulai 15 menit lagi, tapi Zia tidak mau pasiennya menunggu lama, ia pun membuka jam prakteknya lebih awal.


***


Rahma sedang bersiap siap menuju Rumah Sakit, ia mengenakan hijab berwarna pink soft, ia terlihat makin cantik. Saat menginjakan kakinya di Rumah Sakit semua orang yang sedang duduk duduk dan berjalan berpapasan padanya saat dilorong, melihat kearah sang primadona, wajahnya yang seperti gadis timur tengah dengan senyumnya yang terlihat abadi menambahkan auranya yang menarik kaum laki laki untuk menatapnya dari jauh.


Tepat pukul jam 5 sore, Rahma sudah duduk diruang tunggu tepat didepan ruang praktek dr. Zia Astra, Sp. PD. Para perawat memperhatikan Rahma yang tersenyum dan menyapa pada mereka.


" Itu istrinya dokter Zia kan ya?", ucap perawat pada teman lainnya yang sesama perawat.


" iya, cantik ya, serasi sama dokternya", ujar perawat lainnya.


"Kok lu tau itu Istrinya dokter Zia ?", tanya perawat lainnya.


" Pernah liat diacara nikahnya dokter, terus kan ada fotonya di akun medsos dokter Zia", saut perawat lainnya.


*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*


R : Yang... aku sudah di depan ruang praktek kamu.. masih banyak ga pasiennya ?


Z : Iya sayangku, tunggu ya tinggal 2 orang pasien lagi, kasian mereka sudah datang jauh jauh.


R : iya ga apa apa aku tunggu.

__ADS_1


"Sus tolong bawain minuman ini ya Sus buat istri saya di depan", pinta Zia yang menyodorkan minuman teh kemasan kepada perawat yang sedang mendampingi pasien diruang praktek Zia.


" Istri dokter ada didepan? yang mana ?", tanya perawat kebingunan khawatir salah orang.


"Udah Sus liat aja di ruang tunggu, cari cewek yang paling cakep itu pasti istri saya.. hehehe", ujar Zia bergurau mencairkan suasana, dan pasien yang sedang ditangani Zia ikut tertawa.


Rahma sedang asik dengan gadgetnya, dan pandangan matanya melihat kearah pintu ruang praktek Zia yang terbuka, ternyata perawat yang keluar dari ruang itu seperti sedang mencari seseorang, lalu perawat itu menghampiri Rahma.


" Maaf Bu, Ibu istri dokter Zia ?", tanya perawat itu dengan Ramah.


"Iya betul Sus, ada apa ?", jawab Rahma dengan lembut dan Ramah.


" Alhamdulillah, betul paling cakep disini kata dokter", ucap perawat itu dengan tertawa dan Rahma kebingungan dengan kalimat suster.


"Maaf Bu ini dokter titip ini untuk Ibu ", ucap perawat itu dengan sambil menahan tawanya.


" Ok Terimakasih ya Sus", ucap Rahma menerima minuman teh kemasan.


"Iya Bu sama sama, saya permisi ya Bu", jawab perawat itu dan langsung kembali masuk keruangan praktek Zia.


" Dok.. bener dok.. istri dokter yang paling cakep !! cakep banget orangnya Dok !! ", seru perawat itu saat masuk keruang praktek Zia


" Ya kan.. ga percaya sih.. " ucap Zia yang hanya tertawa ringan melihat perawat itu menjadi heboh diruangannya saat ada pasien


yang sedang ditangani Zia.


"Dapet aja lagi dokter yang cakep begitu dok", saut perawat itu lagi.


" Ah masa sih Sus, penasaran saya", saut pasien wanita sudah setengah baya yang ramah saat sedang diperiksa lukanya akibat penyakit diabetesnya oleh Zia.


"Iya Bu, coba aja nanti ibu pas keluar, cari deh yang paling cakep diruang tunggu, terus tanya, Istrinya dokter Zia bukan, pasti betul, soalnya saya tadi begitu Bu", jawab perawat itu panjang lebar karena berusaha ramah dengan pasien dan Zia pun hanya tertawa renyah.


Zia keluar ruangan karena kebetulan jam prakteknya berakhir dan pasien pun sudah tidak ada. Dan langsung menghampiri istrinya.


" Bete ya Yang ?", sapa Zia dan Rahma langsung meraih tangan kanan Zia dan mencium punggung tangan Zia.

__ADS_1


"enggak sih, sambil ngobrol aja disini sama pasien pasien", jawab Rahma dan Zia meraih tangan istrinya supaya berdiri dari duduknya dan mereka langsung jalan menuju parkiran mobil. Dan sebelumnya mereka berdua pamit kepada perawat yang berada di station nursy dengan ramah.


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA... VOTE AUTHOR JUGA YAA... TERIMA KASIH.


__ADS_2