
"Dokter, belum pulang ?", tanya salah satu perawat kepada Zia yang sedang membaca analisa 5 foto hasil rongten dengan pasien yang berbeda beda.
" Oh iya, lagi liat hasil rongten pasien Sus", jawab Zia ramah pada salah satu perawat yang masuk keruang dokter dan menghampiri meja kerja Zia.
"Ada perlu apa Sus ?", tanya Zia langsung to the point.
" Dok, nanti tolong bawa saya ke Rumah Sakit Astra ya Dok ", pinta memelas perawat itu yang ingin dipekerjakan di Rumah Sakit yang sebentar lagi diresmikan oleh Zia si pemiliknya.
" Mohon maaf sebelumnya Sus saya tidak bisa janji Sus, kan sudah ada prosedurnya, ya silahkan ikuti sesuai plannya dari HRD nya", jawab Zia bersikap profesional.
"Tapi setidaknya kalau yang membawa dokter langsung kan bisa aman Dok", rayu perawat cantik ini dengan berpenampilan menggoda itu agar jalannya mulus lolos dengan uji kelayakan perawat.
" Maaf Sus, silahkan ikuti prosedurnya ! Ada lagi yang ingin dibicarakan ? sebab saya mau segera pulang !", ucap Zia dengan tegas namun tetap dengan nada yang datar.
"permisi kalau begitu saya duluan", sambung Zia karena tidak ada ucapan lagi dari perawat itu.
Kemacetan lalu lintas saat sore hari adalah hal yang biasa, namun kali ini ada yang dinanti Zia semenjak statusnya sudah menjadi seorang suami. Kemacetan lalu lintas ini membuat Zia emosi dan tidak sabar, karena ingin segera sampai rumahnya untuk bertemu dengan istrinya karena sangat rindu pada istrinya.
***
Rahma menyiapkan makan malam untuk suaminya yang sedang memasak makanan kesukaan suaminya, maklum sebab Rahma sudah mengenal Zia sejak 12 tahun pastinya dengan waktu sepanjang itu ia tahu makanan favorite Zia.
Makanan sudah tersaji dimeja makan, Rahma melihat waktu di arloji pemberian suaminya sudah menunjukan pukul 18:30 WIB, namun suaminya belum sampai dipelukannya. Rahma menyadarkan dirinya bahwa saat ini ia merasakan rasa rindu dengan suaminya. Rindu akan pelukannya, candaannya, dan keusilannya.
*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*
R : sudah sampai mana Yang ?
Z : macet parah Yang
__ADS_1
R : ya sudah hati hati Yang, aku tunggu
Z : iya sabar ya, aku juga ga sabar pengen cepat cepat sampai rumah. Miss you
R : Miss you too
Z : I love you
Rahma memang merindukan suaminya, sehingga ia membalas ungkapan rindu Zia. Zia yang merasa ada respon dari istrinya ungkapan kerinduannya mencoba untuk mengungkapkan rasa cintanya yang mungkin terbalas, namun Rahma tidak menjawabnya soal rasa itu.
Entah kali ini Zia merasa patah hati karena Istrinya belum membalas ungkapan cintanya sampai detik ini.
***
Saat Rahma selesai melaksanakan sholat Magrib, mendengar suara mobil suaminya yang sudah masuk garasi rumah mereka tinggali sekarang.
"Assalamualaikum", ucapan salam Zia masuk melangkahkan kakinya saat istrinya membukakan pintu ruang utamanya.
" Aku kangen banget kamu Yang", saut Zia dan langsung mencium dan melumat bibir istrinya dengan mengeratkan pelukan pada istrinya sampai istrinya tersengal dengan nafasnya.
"Aaaww.. Yang cuci tangan cuci kaki dulu", protes Rahma melepaskan ciuman suaminya.
" Habisnya aku benar benar kangen banget sama kamu Yang", jawab Zia dengan tertawa mendengar protes istrinya.
"Kangen sih kangen !! , kamu sudah sholat magrib belum ? kalau belum sholat dulu Yang", ujar Rahma dengan perhatian pada suaminya.
" Aku mandi dulu lha Yang, baru sholat, ga enak rasanya kalau sholat dulu sebelum mandi, badan masih kotor", ucap Zia pada Rahma berjalan menuju kamar mereka dengan masih marangkul pundak istrinya.
"Ya sudah habis sholat nanti kita makan malam Yang", saut Rahma yang membantu suaminya melepaskan kancing kemeja yang suaminya kenakan bahkan melepaskan celana panjang Zia, dan Zia hanya menatap wajah Istrinya heran dan sinis tanpa Rahma sadari tatapan suaminya.
__ADS_1
Pikiran Zia terganggu dengan sikap Istrinya yang istimewa karena memperlakukan Zia dengan istimewa walaupun tanpa rasa cinta. Zia duduk disofa kamar dan Istrinya memberikan secangkir teh manis yang hangat, dengan posisi Zia yang sedang duduk Rahma membantu Zia melepaskan kaos kaki dikaki suaminya.
Zia masuk ke kamar mandi berjalan dengan pikiran yang masih terombang ambing, hanya dengan pakaian dalamnya yang tersisa dan membawa handuk yang diberikan istrinya, Rahma pun menyiapkan pakaian sholat untuk suaminya ketika suaminya mandi.
Zia melihat istrinya menunggunya ditepi ranjang mereka saat Zia usai mandi dan wudhu. Rahma pun masih menunggu Zia sampai suaminya selesai sholat. Dan membantu Zia mengganti pakaian sholatnya dengan pakaian santai dirumah dengan kaos dan celana pendek yang biasa Zia pakai untuk tidur. Dan kemudian Rahma menuntun suaminya keluar kamar menuju meja makan.
" Alhamdulillah enaknya punya istri begini nih Yang, apalagi istriku kamu, sudah hapal aku luar dalam bahkan tahu makanan favorite aku", ucap Zia memuji dengan senyum dan mata genitnya.
Rahma menuangkan nasi serta lauk pauknya dipiring Zia dan tidak lupa menuangkan air minum untuk suaminya.
"Yang, kamu belum dapat orang yang akan bantu kamu beres beres rumah ini ?", tanya Zia yang memikirkan kesibukan istrinya, dan tidak ingin istrinya bersusah payah mengurus rumah.
" Sudah sebenarnya cuma tinggal izin dari kamu aja", jawab Rahma sambil mengunyah makanan.
" Orang mana memangnya? sudah tua atau masih muda?", tanya Zia lagi karena Zia meminta Rahma untuk mencari orang yang membantunya nanti yang usianya tidak terlalu tua karena khawatir kasihan.
"Orangnya yang bantu bantu aku dirumah bapaku Yang, kan beliau sudah ditinggal meninggal suaminya, jadi mungkin agak berat membayar kontrakan tempat tinggalnya, jadi bagaimana kalau beliau biar tinggal disini bersama anaknya, anaknya perempuan semata wayang, masih sekolah menengah, jadi anaknya juga bisa bantu bantu ibunya beres beres rumah kita. Ya aku juga bisa sambil bantu anak yatimnya membiayai sekolahnya. Bagaimana menurut kamu Yang ?", cerita Rahma panjang lebar.
" Ya sudah kita kasih tempat nanti dikamar belakang kan lumayan agak besaran dan ada toiletnya", jawab Zia yang langsung tanpa berpikir karena mempercayakan penuh pada istrinya.
"Ok kalau begitu besok juga aku minta beliau datang pindah kerumah kita", ujar Rahma dan Zia pun menyetujuinya.
" Tadi Yang, ada perawat datangi aku, meminta direcruit ke Rumah Sakit Astra nanti tanpa menjalankan prosedur HRD", cerita Zia kepada istrinya yang memang antara Zia dan Rahma memang selalu bercerita dengan kejadian hari harinya, dan mereka berinisiatif terbuka untuk sharing.
"Oh ya ? lalu kamu jawab apa ?", tanya Rahma dengan santai.
" Ya aku minta dia ikuti prosedur HRD lha !", jawab Zia melihat respon Istrinya.
bersambung
__ADS_1
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.