
Kali ini Rahma dan Yoga akan diantar pulang oleh kakak pertama Yoga, yaitu Faqih. Faqih sengaja datang ke kantor Yoga, untuk menjemput Yoga pulang, karena Faqih tidak ingin sang adik, Yoga terlalu lelah. Faqih masuk keruang Yoga diantar Wawan dari lobby, sebab tidak sembarangan orang boleh masuk terobos lift untuk naik keruang para anggota dewan.
"Lagian ngapain lu kak pake jemput gw, gw masih bisa bawa mobil kok", ucap Yoga pada Faqih karena tidak mau merepotkan kakaknya.
" udah lu ga usah sok kuat deh", saut Faqih yang sedang menyeruput kopi yang telah dibuatkan Rahma.
"tau tuh kak, sok kuat dia, bukannya bersyukur masih punya kakak yang super baik udah mau jemput bawa mobil bermacet ria gini", saut Rahma lagi pada Faqih didepan Yoga.
" kayanya kalian berdua udah komplotan nih", gerutu Yoga, Faqih dan Rahma hanya tersenyum geleng-geleng kepala.
Sampai diparkiran mobil Yoga, sadar kalau Faqih yang akan menyetir mobil Yoga, Rahma duduk dikursi belakang, namun Yoga pun ikut duduk dikursi belakang samping Rahma.
"Eh.. eh.. apa apaan lu Ga.. lu pikir gw supir apa !?, gerutu Faqih yang sebetulnya lucu melihat tingkah Yoga yang tidak ada habisnya meledek kakaknya dimana pun berada.
__ADS_1
" lha kan lu datang kesini mau nyetir mobil gw, yang namanya nyetir di sebut apa?tukang urut?tukang somay? kan supir ..", bantah Yoga dengan senyum kemenangan meledek Faqih.
"sialan lu Ga .. !!, awas lu, gw bongkar aib lu nanti sama Rahma, biar Rahma entar ilfill sama lu, nanti udah ilfill sama lu dia naksir gw, nangis nangis lu Ga.. ", balas Faqih yang tidak mau kalah diledek Yoga. Faqih pun tancap gas laju mobil.
" Kak, lu ngaca apa sekali kali dicermin kamar gw noh yang bisa nyebutin gantengan gw apa elu", balas Yoga yang buat mereka tertawa tertahan.
"baek baek lu Ga kalau ngomong apalagi menyinggung SARA", balas Faqih yang tertawa tidak tahan dengan ledekan Yoga.
" SARAH Azhari !! , balas Yoga dan mereka tertawa sambil geleng-geleng karena ada saja Yoga membalikan kata kata candaan.
Hubungan Yoga dengan adik dan kakaknya sangat mesra dan kacau kalau sudah saling membully. Mereka kakak adik yang saling menyayangi dan mensupport.
" Ga.. Rahma belum aja dia dikeroyok kalau kita kumpul.. ", ucap Faqih.
__ADS_1
" Jangan coba coba kita bully dia Kak, kalau udah main fisik kelar hidup kita kak, hahaha.. ", saut Yoga disambut tawa mereka.
" Mah, sampai sekarang Kak Faqih heran lho, kok Rahma mau sama Yoga ?", tanya Yoga pada Rahma dengan bermaksud meledek Yoga lagi.
" udah dibilang gw ganteng dan baik hati, emangnya elu jomblo sejati Kak anak kecil aja nangis nangis kalau lu gendong", balas Yoga membuat Faqih skakmat.
"Bukan apa apa kak Faqih, ini demi karir !!", jawab Rahma atas pertanyaan Faqih dengan meledek Yoga. Faqih tertawa keras didalam mobil, karena merasa berhasil, Rahma akhirnya bersedia bergabung menjadi tim Faqih untuk membully Yoga.
" Eets.. apa kamu bilang Yang !! ", ucap Yoga gemas menarik tangan Rahma dan mencium pipi Rahma dengan gemas.
"jangan coba coba ikut bully aku Yang, apalagi kalau nanti kita udah nikah, aku balas kamu habis diranjang nanti", bisik Yoga yang tidak terdengar oleh Faqih, dan posisi Yoga yang sejak naik mobil merangkul Rahma.
Faqih lebih dulu mengantar Rahma sampai rumah. Rahma pun mengucapkan terimakasih kepada mereka berdua. Yoga yang merasa tak terima Rahma turun dari mobilnya karena ingin selalu disamping Rahma.
__ADS_1
Sampai dirumah Yoga juga langsung telepon Rahma, sepertinya bagi Yoga baru semenit meninggalkan Rahma, serasa satu tahun menahan rindu. Rahma pun menyuruh agar Yoga lekas tidur dan Rahma meminta Yoga agar besok tidak perlu menjemputnya. Yoga pun tidak mau menuruti keinginan Rahma yang satu itu, dengan tidak menjemputnya besok. Sebab dengan Rahma tidak berangkat kerja bersamanya justru akan membuat Yoga cemas dan gelisah. Yoga pun memohon agar besok Rahma menunggu Yoga menjemputnya, sebab Faqih yang akan mengantar mereka. Rahma pun menyetujui dijemput jika Faqih yang menyetir mobil Yoga.
HAY GAES.. JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH