
" Kak, aku lelah sekali, aku ingin lekas tidur", ucap Rahma lemas saat Zia dan Rahma sudah berada diatas ranjang mereka di dalam kamar.
" Yang.. jangan tidur dulu Yang... kan belum .. nanti aku ga bisa tidur Yang kalau belum sayang sayangan sebelumnya sama kamu Yang.. ", rajuk Zia pada istrinya seraya memeluk istrinya.
" Sudah kan, tadi sore di kamar mandi ?", jawab Rahma sekenanya karena memang hari ini cukup memuatnya lelah.
" Yang sebentar aja Yang.. ", rayu Zia kepada istrinya seraya melepaskan helai yg menutupi tubuh indah istrinya dan Rahma pun pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya.
Zia mencumbu istrinya, dan saat mereka berciuman, Rahma merasa tidak nyaman dengan ciuman Zia berikan sebab tidak biasanya. Seakan perasaannya telah hilang dengan suaminya sendiri. Dan ketika mereka memulai berhubungan intim, Rahma merasa aneh, ia tidak menikmatinya seperti biasa, bahkan ia merasa jijik dengan suaminya.
" Kamu kenapa Yang ? ", bisiknya Zia tepat mencium tekuk leher istrinya merasa istrinya tidak nyaman dengan cumbuan yang diberikannya.
" Ga apa Kak.. Kak bisa cepat dikit Kak... ", pinta Rahma seperti menahan sesuatu, Zia melihat keadaannya seperti itu merasa tidak begitu menikmati olahan geraknya. Dan Zia dengan segera menyelesaikan tugasnya.
" Kamu kenapa Yang, tumben kamu seperti ga bisa menikmati ?", ucap Zia lembut saat beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi karena ingin membersihkan diri.
"Tunggu Kak, aku duluan ke kamar mandi !!", seru Rahma seraya berlari masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi menyelak Zia.
Huek Huek !!
Suara Rahma di dalam kamar mandi karena tiba tiba merasa mual saat suaminya menyelesaikan hasratnya.
" Yang kamu kenapa Yang, buka aja pintunya !!" Zia merasa panik karena istrinya muntah muntah di dalam kamar mandi.
" Ga apa Kak, aku baik baik saja !!", jawab Rahma dari dalam kamar mandi namun suaminya menunggunya di depan pintu kamar mandi itu.
__ADS_1
Rahma membasuh wajahnya karena merasakan aneh pada dirinya, tiba tiba Zia terasa asing baginya.
" Yang kamu baik baik aja ?", tanya Zia lagi saat Rahma sudah keluar dari kamar mandi.
"Iya ", jawab singkat Rahma dengan lemas ia naik keatas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Zia dengan cepat membersihkan dirinya di kamar mandi dan segera menghampiri istrinya di ranjang mereka.
" Kamu terlambat ga datang bulannya Yang ?", tanya Zia menyentuh dahi istrinya untuk mengukur suhu agar memastikan jika istrinya tidak demam.
" Tidak, aku memang belum saatnya datang bulan ", jawab Rahma singkat dengan memejamkan matanya seraya membalikan tubuhnya membelakangi suaminya.
Zia memeluk istrinya dengan perasaan tulus menyanyanginya. Namun Rahma merasa tidak bisa tidur karena pelukan suaminya membuatnya risih. Rahma sendiri merasa heran ada apa dengannya.
Rahma dan Zia tertidur dengan lelapnya, kemudian Rahma terbangun dan membuka kedua matanya, ia melihat Wiliam sudah ada dihadapannya, Rahma terkejut melihat Wiliam bisa masuk ke dalam kamarnya, Rahma berusaha teriak agar suaminya terbangun, namun Wiliam membekap mulut Rahma yang hampir teriak dengan kain dan diikatnya sehingga Rahma benar benar tidak bisa mengeluarkan suaranya sedikitpun.
Wiliam melakukan hal yang tak pantas pada Rahma. Ia mencumbu Rahma dengan sangat lembut, Rahma merasa sangat jijik dengan apa yang dilakukan Wiliam, ia hanya bisa menangis yang tak tertahankan ketika Wiliam membuka resleting celana levis yang dikenakan oleh Wiliam.
"Aaaaaaaaa", teriak Rahma dengan tangisan sejadi jadinya di dalam hatinya.
"Yang... Yang... sayangku.. bangun.. Istighfar sayang.. !!", ucap Zia membangunkan istrinya sebab Zia terbangun karena mendengar istrinya menangis dalam keadaan tidur, merasa ada yang tidak beres dengan istrinya yang tidak merespon saat beberapa kali dibangunkan dan disadarkan lalu Zia inisiatif dan mengusapkan wajah istrinya dengan Basmallah. Rahma pun membuka kedua matanya dan sadarkan diri, ia langsung memeluk suaminya karena merasa takut akan mimpinya seperti kenyataan.
" Apa kamu bermimpi buruk Yang.. ?", tanya Zia kepada istrinya dengan panik karena baru kali ini selama tidur bersama mantan sahabatnya yang sekarang menjadi istrinya ini seperti itu seraya mendekap erat kepala Istrinya di dada bidangnya.
" Buruk sekali Yang.. ", jawab Rahma yang masih menangis di dalam pelukan hangat suaminya.
__ADS_1
" Istighfar sayang,, nanti kamu bisa ceritakan mimpi burukmu dengan aku.. ", ucap Zia menenangkan istrinya dengan menuntun Istrinya beristighfar.
" Kak jangan lepasin pelukanmu ya.. aku takut.. ", ucap Rahma dengan suara yang masih terdengar khawatir seraya mengumpat dipelukan suaminya.
" Iya tenang aja sayang.. kamu ada dipelukanku .. ada aku disini sayang.. ", ucap Zia menenangkan istrinya dengan mengeratkan pelukannya seraya mencium cium pucuk kepala Istrinya.
Rahma kembali tertidur pulas ketika Zia membaca melantunkan ayat suci Al Quran yang dihapalnya dengan suara merdunya agar istrinya merasa tenang. Setelah melihat istrinya tertidur pulas dan tenang, Zia yang sudah merasa mengantuk ikut tertidur dalam keadaan duduk dan memeluk erat istrinya.
****
" Assalamualaikum Warrahmatullah", menengok kepala kearah kanan.
" Assalamualaikum Warrahmatullah", menengok kepala kearah kiri.
Galih tengah usai melaksanakan sholat Tahajud tiap sepertiga malam yang rutin ia laksanakan.
"Astaghfirllah !! ", ucap Galih terkejut ketika melihat sekelibat bayangan hitam seraya melipat sajadahnya.
" Bu.. bangun Bu.. !!", seru Galih membangunkan ibunya yaitu Mba Ira tepat disampingnya yang tidur dikasur tertata dilantai tanpa melepaskan bayangan hitam yang lewat saat ia melipat sajadah.
" Apa sih Nak ?!", suara Mba Ira terbangun seraya mengusap kedua matanya seperti anak kecil yang sedang baru bangun tidur.
" Itu Bu, tadi tumben ada bayangan hitam besar lewat Bu !! ", jawab Galih yang masih terpengangah melihat bayangan yang membuatnya terheran tapi tak ada rasa takut.
" Udah malam Nak, mending tidur daripada ngelindur ". ucap mba Ira malas dan kembali tidur.
__ADS_1
" Yee ibu dikasih tau ga dengerin ", ucap Galih yang akhirnya ikut tertidur.
HAAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING UNTUK AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH YANG SUDAH MENSUPPORT AUTHOR.