Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
pertengkaran


__ADS_3

Dipertengahan acara Rahma izin permisi sebentar untuk ke toilet di hadapan tamu undangan yang kebetulan satu meja dengannya termasuk suaminya, Rahma beranjak dari duduknya dan melepaskan pelukan tangannya dengan tangan Zia. Zia enggan melepaskannya, tapi ia sadar saat ini ia dengan istrinya sedang berada dikhalayak ramai.


Rahma keluar dari ruang acara peresmian mencari toilet tanpa tujuan yang sebenarnya guna di dalam toilet, ia merasakan nafasnya perlahan kembali normal ketika keluar dari ruangan itu. Ia berusaha menahan kepedihan luka yang kembali digores oleh suaminya. Ia menatap wajahnya di cermin di dalam toilet, menahan bendung air matanya.


Rahma kembali ke posisi duduknya disamping suaminya setelah menenangkan diri sejenak agar ia tidak menenteskan air matanya dihadapan para tamu. Zia menatap wajah istrinya, ia sangat paham dari raut wajah istrinya. Kalau saja Rahma tidak menjabat sebagai sekretaris dari direktur Rumah Sakit Astra mungkin ia sudah meninggalkan acara tersebut, itulah yang ada dibenak Rahma.


Saat ini pikiran dan perasaan Zia sedang dilema. Satu sisi ia harus bersikap profesional dan satu sisi ia juga harus menjaga perasaan istrinya.


Untuk recriutment karyawan dan para tim medis di Rumah Sakit Astra adalah wewenang bagian tim Human Resources Development. Zia bahkan tidak meyangka jika Sarah ikut bergabung di Rumah Sakit miliknya.


"Yang.. jangan marah.. nanti aku jelaskan dirumah.. ", bisik Zia dengan lembut tepat ditelinga istrinya seraya mencium salah satu pipi istrinya dihadapan banyak orang dan meraih tangan istrinya seraya mencium tangan istrinya berkali kali. Zia tidak peduli dengan sekitar karena ia merasa yang ia cium adalah istrinya sendiri, akan tetapi Rahma hanya tertunduk karena malu menjadi sorot perhatian orang orang.


Semua yang melihat adegan itu tersenyum senang dan menilai bahwa Zia benar benar sangat mencintai istrinya yang sangat cantik. Akan tetapi diseberang sana ada seseorang yang merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan Zia kepada istrinya. Orang tersebut pastinya merasa iri dan cemburu melihatnya. Dia adalah dokter Sarah.


" Apa aku akan berhasil berada ditengah tengah mereka berdua sedangkan Kak Zia sangat mencintai istrinya ", gumam Sarah dalam hatinya seraya melirik kearah seberangnya yang menunjukan kemesraan yang Zia berikan untuk istri tercintanya.


" Aku tidak berharap lebih kalau Kak Zia akan meninggalkan istrinya karena aku tahu sejak dulu Kak Zia sangat mencintai perempuan itu, tapi aku berharap aku akan berada juga diantara mereka karena aku mencintai Kak Zia bukan hanya perempuan itu saja yang boleh memiliki Kak Zia.", sambung Sarah bergumam dalam hatinya.

__ADS_1


Acara demi acara telah selesai. Zia dan Rahma bersiap-siap untuk pulang. Dan diantar oleh para staff sampai di lobby utama. Zia dan Rahma masuk ke dalam mobilnya yang dikendarai oleh Mas Anto. Mas Anto melajukan mobil saat Zia memberikan perintah untuk berangkat, dan mereka berdua melambaikan tangan kepada para staff yang mengantarkan mereka berdua sampai di lobby.


Rahma duduk diposisi belakang supir. Dan Zia duduk diposisi sebelah kiri istrinya. Didalam perjalanan Zia meraih dagu istrinya ketika Rahma sedang mengarahkan pandangannya dari kaca jendela mobil sebelah kanan, namun Rahma hanya tertunduk dan menepis wajahnya dengan wajah datar.


" Yang.. aku tau kamu marah Sarah bergabung di RS kita, aku mau bagaimana, aku harus bersikap profesional, Sarah telah diterima oleh tim HRD sebelum aku tahu Sarah telah melamar di RS kita", jelas Zia dengan lembut seraya mengelus tangan istrinya.


"Kamu pemilik saham terbesar di Rumah Sakit itu, kamu punya power, jadi kalau itu hanya alasan kamu saja bahwa sebenarnya kamu memang ingin selalu bersama sama dengannya", ucap Rahma dengan nada lirih karena sudah menahan amarah dan air mata dari rasa kecewanya.


" Yang.. aku sungguh sungguh tidak ta..", ucap Zia terpotong karena Rahma menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya karena ia tidak mau mendengar lagi penjelasan suaminya yang hanya berbelit baginya dan makin menyakitkan.


Mereka terdiam sepanjang perjalanan, hanya suara musik bernuansa pop yang membuat mereka larut akan alunan lagu dan musiknya.


"Mas Anto .. aku minta tolong antarkan aku kerumah orangtuaku ya Mas.. ", pinta Rahma dengan nada yang lembut tanpa berbicara sebelumnya dengan suaminya.


" Yang.. kamu mau ngapain kesana? aku ga izin kan kamu kesana..", ucap Zia masih mempertahankan kelembutannya, karena ia tidak mau istrinya meninggalkannya.


"Mas Anto kita langsung pulang kerumah saja Mas.. ", perintah Zia telah berhasil membuat Mas Anto bingung.

__ADS_1


" Mas Anto aku turun disini saja Mas.. ", ucap Rahma makin membuat Mas Anto bingung, dan membuat suaminya panik.


" Jangan Mas, jangan coba coba berhenti apalagi sampai istri saya turun !!", balas Zia dengan nada sedikit tegas bahwa tidak ada yang boleh membantahnya.


Rahma terdiam dan tidak ingin melihat wajah suaminya.


"Yang, Demi Tuhan aku tidak tahu menahu anak itu bergabung di Rumah Sakit kita.. !!", ujar Zia dengan nada yang makin tegas namun berusaha agar tidak seperti membentak istrinya.


" Kalaupun aku tahu, sebelum dia mengirim lamarannya aku pasti sudah meng cut nya lebih dulu. Sekarang aku tidak bisa berbuat apa apa, karena HRD sudah telanjur menerima. Aku hanya bersikap profesional !!", jelas Zia meninggikan suaranya seraya menatap wajah istrinya yang tidak mau mendengar ucapan pembelaan suaminya.


"Yang... tolong percaya sama aku.. aku sungguh sungguh mencintai kamu.. tidak ada wanita lain selain kamu dihati aku.. kamu salah satunya tujuan hidup aku.. seandainya aku tidak hidup sama kamu, aku memilih untuk mundur dari kehidupan ini Yang.. karena saking ak benar benar cinta sama kamu.. ", sambung Zia sungguh sungguh dengan memelas kepada istrinya hingga ia tidak peduli lagi wibawa dirinya berantakan di depan Mas Anto.


Mas Anto berusaha untuk tetap fokus menyetir. Walaupun konsentrasinya hampir lengah. Hingga Mas Anto merasa lega dan bersyukur mobil mewah yang dikendarainnya telah tiba dengan selamat dirumah Tuan dan Nyonya mudanya. Meskipun sudah sampai rumah, Mas Anto mengira pertengkaran Tuan dan Nyonya sudah selesai, tapi sepertinya masih berlanjut.


bersambung


HAY READERS TOLONG JANGAN LUPA LIKE + COMMENT AND VOTE YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. MAAFKAN AUTHOR YA BERHARI HARI BELUM UP, KARENA AUTHOR MENJADI KURANG SEMANGAT KARENA READERS SEGAN MEMBERIKAN LIKE AND VOTE NYA UNTUK AUTHOR. DAN AUTHOR MENGUCAPKAN TERIMAKASIH YANG SUDAH MENSUPPORT AUTHOR YA.

__ADS_1


__ADS_2