Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
menemuimu


__ADS_3

Siang hari menjelang sore, Zia sedang menunggu calon istrinya diteras yang lumayan luas dan memberikan nuansa santai nan sejuk karena halaman yang ditumbuhi pepohonan besar, sebab jarang sekali halaman rumah ditengah kota besar yang masih memiliki pohon pohon besar untuk penghijauan.


"Kak, maaf ya lama, kita mau kemana?", sapa Rahma yang berdandan rapi dan cantik, Zia yang sejak tadi masih sibuk dengan gadgetnya duduk santai dikursi dan baru mengangkat kepalanya karena Rahma menyapanya, entah Zia sangat terpesona melihat calon istrinya kali ini.


" Kamu cantik banget", saut Zia dengan memandang Rahma penuh penghayatan.


"Lho orang ditanya kita mau kemana, kok kakak jawabnya malah gombal", saut Rahma dengan ciri khas suara lembutnya disertai senyumnya yang menawan manis dan duduk disebelah Zia.


"Aku ga pernah gombal, ucapanku tulus dan serius", ucap Zia menarik tangan calon istrinya dan memainkan jari lentik tangan sebelah kiri Rahma.


Zia merasa terkejut, ubun ubun kepalanya terasa panas, dan detak jantungnya tidak karuan, ketika sedang tidak sengaja memainkan jari jari tangan sebelah kiri calon istrinya, Zia merasa kecewa karena cincin yang seharusnya sudah tidak dikenakan oleh calon istrinya itu kenapa masih melingkar dijari manis tangan sebelah kiri Rahma. Seketika Zia melirik dijari sebelah kanan calon istrinya, memastikan bahwa cincin tunangan bersamanya masih terpakai dijari manis sebelah kanan calon istrinya yang cantik jelita.


Rahma yang melihat perubahan ekspresi wajah Zia yang berubah seketika saat tangan calon suaminya itu memainkan jarinya tidak sengaja meraba cincin pertunangannya dengan Yoga dulu. Rahma menundukan kepalanya, karena sadar akan kesalahannya. Zia yang tidak pernah bisa menampakan wajah dan ucapan marahnya pada Rahma, hanya bisa menarik nafas dalam dalam.


" Maaf....", ucap Rahma yang sadar perubahan ekspresi wajah dan kediaman Zia disebabkan karena cincin yang seharusnya tidak ia kenakan lagi apalagi dihadapan Zia yang sekarang sebagai calon suaminya yang harus ia hargai perasaannya.


"Ya udah kita langsung jalan aja", saut Zia tanpa menghiraukan perkataan maaf Rahma. Zia pun pamitan dengan para calon kakak iparnya untuk membawa Rahma sebentar keluar rumah.

__ADS_1


Didalam perjalanan dalam mobil mereka berdua saling diam, Rahma yang tidak berani menegur Zia lebih dulu karena tau akan kesalahannya. Rahma yang lebih memilih cincin yang menjadi masalah untuknya akhirnya dilepas dan disimpan didalam tasnya. Zia yang sedang menyetir melirik apa yang dilakukan calon istrinya itu. Zia merasa lega dengan perasaannya melihat Rahma melepas cincin bermasalah itu dan menyimpannya didalam tas yang Rahma kenakan. Ekspresi wajah Zia seketika berubah positif.


" Kak, kita mau kemana ?", tanya Rahma dengan ucapan hati hati karena khawatir Zia masih marah dengannya.


"Kita mau ke cafe teman kuliah aku, katanya didalam cafe itu dia punya ruangan VIP buat kita ngobrol berdua dengan leluasa", jawab Zia dengan ekspresi dan nada suara datar dengan sorot matanya fokus menyetir.


" Sudah sampai, ayo kita turun ! ", ajak Zia dan setelah mereka berdua sudah sama sama turun dari mobil, Zia mendekati Rahma dan menggandeng tangan Rahma.


Rahma dan Zia masuk kedalam cafe milik teman kuliah Zia dulu. Dan mereka berdua disambut oleh waitress cafe tersebut. Dan langsung diantar keruang VIP yang mana diruangan tersebut hanya mereka berdua.


"Kamu mau pesan apa Yang ?", tanya Zia.


"Ok steak black paper dua porsi, dan minumnya jus lemon dua duanya tanpa gula dan jangan dingin ya Mas", ucap Rahma dengan pelayan cafe.


" Ada yang mau ditambah ga Kak?", tanya Rahma pada Zia.


"Salad buahnya aja ditambahin Yang, satu porsi aja kita sepiring berdua", saut Zia dengan pandangan matanya fokus ke layar gadgetnya tanpa melihat kearah Rahma.

__ADS_1


Zia dengan sengaja memesan salad buah yang menjadi makanan favorite calon istrinya itu dengan mengucapkan kata " sepiring berdua", karena Zia ingin melihat respon dan tindakan Rahma jika memakan makanan yang hanya ada sepiring untuk mereka berdua, karena akan terlihat ketulusannya, apakah calon istrinya ini akan tulus belajar untuk mencintainya, atau karena ada tekanan lain yang membuatnya bersedia menikah dengannya.


Dengan ruangan VIP yang cukup romantis, dihiasi berbagai macam bunga yang memberikan aroma ketenangan untuk mereka berdua.


Melihat Zia yang terdiam dengan ekspresi wajahnya yang datar tidak biasanya dan fokus dengan layar gadgetnya, Rahma merasa tidak nyaman dengan situasinya. Namun Rahma inisiatif ingin meminta maaf karena sadar telah berbuat kesalahan yang pastinya membuat calon suaminya ini kecewa.


"Kak.... Kakak marah ya.. ?", Rahma beranjak berdiri memeluk Zia dari belakang kursi dengan posisi Zia duduk dikursi itu dan dengan rayuan mautnya seperti biasa tidak ada yang dapat menahan dengan hanya mendengar suara khasnya yang lembut seperti itu.


" Aku ga marah Yang, cuma patah hati karena calon istriku sudah mau menikah denganku tapi masih membawa masa lalunya", ucap Zia lirih yang membuat hati Rahma juga merasa teriris karena mendengar calon suaminya patah hati karena ulahnya.


"Aku minta maaf, aku janji hal seperti itu tidak terulang lagi", ucap Rahma dengan lembut dan merasa bersalah.


" Ada yang ingin aku tanyakan ke kamu Yang, sini kembalilah duduk disampingku", ucap Zia dengan lembut dan menuntun tangan Rahma agar Rahma duduk disamping Zia yang sebelumnya Zia menarik kursi untuk Rahma agar Rahma duduk tepat disampingnya tidak ada jarak.


"Kenapa kamu bersedia menerima lamaranku ?, padahal lamaranku sudah berkali kali kamu tolak, apakah aku hanya kamu jadikan sebagai pelarian hati kamu yang telah hancur karena kejadian yang kamu alami ? tolong kamu jawab jujur, aku ga akan marah, aku terima jawabanmu walaupun itu pahit untuk aku", pertanyaan Zia membuat Rahma tidak bisa habis pikir bahwa Zia peka dengan apa yang Rahma rasakan, dengan pertanyaan itu Zia tidak menghilangkan kelembutannya dengan sambil mengelus kulit pipi calon istrinya yang mulus dan halus.


bersambung

__ADS_1


HAAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.


__ADS_2