
Zia yang benar-benar jatuh cinta pada Rahma tidak bisa pindah kelain hati. Rasanya tidak ada wanita yang sesempurna untuknya kecuali Rahma seorang. Padahal di kampus Zia di kejar-kejar mahasiswi yang juga tak kalah cantik dengan Rahma, dan para mahasiswi cantik ini juga berusaha ingin mengambil hatinya Zia, namun Zia selalu cuek karena merasa hatinya hanya untuk Rahma seorang, dan hanya Rahma yang dinantinya.
*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*
Z : "Dek, nanti pulang kuliah kakak jemput ya!"
R : " Terimakasih kak, tapi maaf, aku harus ke kos-kosan teman karena ada tugas, lain waktu aja ya kak, please",
Z : "Ya sudah kakak temani kamu sampai tugas kamu selesai dengan teman-teman kamu", (posesif)
__ADS_1
" Rahma, cowok yang mana lagi nih, kemarin pilot, sekarang calon dokter", ledek salah satu teman Rahma, yang membuat Zia terbakar api cemburu, karena geram sebab informasi Rahma sedang didekati seorang pilot tidak sampai ke telinganya, apa saja yang Fajri dan Marisya lakukan selama ini diminta untuk sambil mengawasi Rahma.
"udah deh jangan pada buat rusuh aja, nanti juga kalian semua bilang, kemarinnya lagi gw sama pengacara, terus kemarinnya lagi sama masinis", ucap Rahma santai karena ledekan teman-temannya dan tidak lupa memperkenalkan Zia kepada teman-temannya yang akan mengerjakan tugas kelompok hari ini.
Saat tugas kelompok mereka selesai di kerjakan, Rahma pun segera pamit pulang dari teman-temannya karena tidak enak jika berlama-lama dengan Zia yang sudah menunggu di depan kos-kosan temannya itu.
" sudah selesai ya Dek?", sapa Zia yang melihat Rahma keluar dari gerbang kos-kosan temannya, dan dijawab dengan anggukan Rahma dengan ciri khas senyumnya yang manis karena dipadu dengan lesung pipi diwajahnya.
" lho kakak sih nekat mau nunggu aku disini", jawab Rahma yang tidak enak hati membuat Zia harus menunggunya.
__ADS_1
Sesampai tempat makan yang mereka berdua tuju, Zia memulai pembicaraan yang membuatnya penasaran akan seorang pilot yang dibicarakan teman-temannya Rahma sejak tadi dan sambil menunggu makanan pesanan mereka berdua.
"Dek, siapa pilot yang tadi teman kamu bicarakan?", tanya Zia kepada Rahma dengan tatapan serius menatap kedua bola mata Rahma yang berkaca mata semenjak kuliah.
" sudahlah kak, jangan diambil pusing pernyataan teman-temanku tadi, mereka hanya bergurau", jawab Rahma hati-hati karena merasa di introgasi oleh Zia.
"tapi betul ada pilot yang sedang dekati kamu?", tanya Zia yang makin penasaran dan tatapan matanya makin menusuk dan Rahma pun langsung mengalihkan pandangannya.
" iya, tapi mau pilot, mau pengacara, mau dokter, aku tetap dengan pendirianku, aku mau fokus belajar dulu", jawaban Rahma yg melegakan perasaan Zia. Karena Zia merasa yang levelnya diatas Zia, Zia masih belum terlalu khawatir tapi Zia pun juga harus tetap selalu pasang kuda-kuda dan tidak menampik diam-diam jika hati Rahma bisa saja tersangkut dengan para pria yang berusaha mendekatinya apalagi dengan pria yang sempurna bagi Rahma.
__ADS_1
Setelah mereka berdua menghabiskan makanan, Rahma pun diantar pulang oleh Zia, dan jika ada waktupun Zia sering mampir sendiri kerumah Rahma. Dengan alasan mengantar atau menjemput Rahma ke kampus.
JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.