
Sudah hampir dua minggu Rahma tidak menginjakan kakinya di kantor, karena waktu Almarhum Yoga masuk Rumah Sakit, Rahma izin untuk merawat Yoga, dan saat Yoga meninggal dunia, Rahma izin dua hari, karena izin sah dikantor tidak termasuk untuk hari Sabtu dan Minggu.
Pagi pagi dihari Senin yang cerah, Rahma tengah bersiap-siap untuk berangkat kekantor. Namun geraknya terhenti, ketika melihat seseorang sosok pria bertubuh tinggi dan gagah, Rahma berdiri dari duduknya karena yang dilihatnya adalah sosok Yoga yang berjalan menghampirinya dan menyapanya.
"Assalamualaikum Dek.. lho kamu mau kemana pagi pagi sudah rapi?", sapa Zia pada Rahma yang menghentikan halusinasinya bahwa yang datang dihadapannya adalah Zia bukan Almarhum Yoga.
" Waalaikumsalam, iya kak aku mau masuk kerja hari ini, ga enak sama orang kantor aku sudah terlalu lama izin", jawab Rahma dengan memejamkan matanya sesaat meyakinkan bahwa yang pertama dia lihat hanya halusinasinya.
"Kamu kenapa Dek, kamu lagi ga fit?", tanya Zia menyentuh dahi Rahma untuk mengecek suhu tubuhnya.
"aku fit kok kak, cuma tadi mataku tumben masih mengantuk aja", jawab Rahma menutupi apa yang dia rasakan.
" Kamu yakin mau masuk kerja hari ini?", tanya Zia memastikan pada Rahma.
"iya aku siap !!", jawab Rahma menunjukan semangatnya.
" Ayo kakak antar", ucap Zia dengan mengulurkan tangannya untuk Rahma. Dan Rahma pun menerima uluran tangan Zia, berjalan menuju mobil.
__ADS_1
"Kok kakak tau kalau hari ini aku mau masuk kerja?", tanya Rahma saat mereka berdua sudah duduk dikursi dalam mobil.
" Kakak ga tau dek, niat kakak tadinya cuma mau lihat kondisi kamu, karena hari ini kakak prakteknya agak siang jam 10:00 WIB, jadi sempatlah temuin kamu dulu", jelas Zia dan Rahma menganggukan kepala.
"O Iya nanti kamu pulang kerja jam berapa? Mudah-mudahan nanti bareng pas kakak selesai praktek jadi kakak bisa jemput kamu ?", tanya Zia.
" Belum tahu Kak, kayanya agak malam, karena kerjaan aku yang ga bisa dihendle teman teman pasti numpuk", ucap Rahma.
"Oh ya syukur klo malam, kakak masih ada waktu untuk jemput kamu", tawaran Zia pada Rahma.
Sampai dilobby gedung kantor, Rahma merasakan hampa, hampa tidak ada lagi sosok Yoga yang menggandeng tangannya sampai keruang kerja. Saat masuk ruang kerjanya. Rahma langsung menatap kearah meja kerja Yoga. Dalam bayangannya Yoga yang tersenyum padanya.
"iya Bang, udah numpuk kerjaan aku Bang", jawab Rahma pada Alam dengan memejamkan mata sesaat.
" Ada yang bisa gw bantu ga Neng?", tanya Alam pada Rahma.
"Untuk sementara belum ada Bang", jawab Rahma sambil mengecek segala laporan.
__ADS_1
Rahma yang terbiasa menyiapkan keperluan Yoga, tersadar kalau Yoga telah tiada, dan Rahma pun merasa hampa. Diruangan yang biasanya Alam dan Yoga bersaut sautan saling lempar candaan, kini sepi, Rahma merasakan kesepian itu, dan meneteskan air mata.
" Neng.. udah jangan disedihin lagi, Mas Yoga udah tenang, bangkit lha Neng, kalau lu begini gimana kita lanjutin imipian dan cita cita Mas Yoga ?", ucapan Alam seketika membuat Rahma menarik nafasnya dalam dalam.
"Iya Bang, terimakasih udah ngingatkan gw Bang", saut Rahma yang memulai pekerjaannya lagi.
*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*
Z : Dek aku otw ke kantor kamu ya, kita makan siang berdua
R : Iya, kalau sudah sampai kabari.
Rahma yang menyutujui makan siang bersama Zia karena ingin melupakan kesedihannya. Rahma sendiri takut akan mengingat Almarhum Yoga, karena akan membuatnya sedih dan terpuruk. Rahma berpikir mungkin Zia bisa menghiburnya melupakan kesedihannya saat ini.
***
Zia yang sedang melajukan kendaraannya menuju kantor Rahma untuk menjemput Rahma makan siang berdua, niat Zia yang pertama adalah untuk menghibur Rahma agar tidak terlalu larut akan kesedihannya pasca meninggalnya Yoga calon suaminya. Dan yang kedua, Zia ingin memulai kembali usahanya untuk merebut hati Rahma kembali. Walaupun akan memakan waktu proses yang tidak instant, itu bukan masalah untuk Zia, karena yang terpenting perlahan Rahma bisa menerimanya.
__ADS_1
HAY READERS, JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA, AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH