Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
terapi


__ADS_3

Keadaan rumah yang sebelumnya damai dan tenang, akhir akhir ini membuat penghuninya mendapatkan teror gaib. Begitupun kesehatan fisik dan batin Rahma yang menjadi tujuan serangan gaib itu.


Wiliam yang saat ini merasakan hatinya tercabik cabik karena kasihnya tak sampai pada Rahma memberontak hingga melakukan hal yang sudah biasa ia lakukan dan menghalalkan segala cara untuk menaklukan apa yang ia inginkan.


Mungkin seandainya Wiliam tidak kembali ke tanah air hal buruk ini tidak akan terjadi pada Zia dan Rahma. Pertemuan pada Rahma saat ia kembali ke tanah air membuat cinta lamanya bersemi kembali. Tetapi Wiliam yang selalu berambisi dengan hal yang diinginkannya merasa patah hati Rahma sudah dimiliki oleh saingan beratnya sejak dulu. Ia merasa tidak terima dengan keadaan seperti itu.


Wiliam tumbuh kembang di dalam pergaulan bebas saat ia tinggal di kota NY. Kala di kehidupannya di kota NY, untuk Wiliam sudah terbiasa merebut wanita yang sudah bersuami, sebab itu menjadi kepuasan tersendiri untuk Wiliam karena merasakan tantangan dan sensasi yang luar biasa. Dan korbannya saat ini tertuju pada Rahma.


Di dalam rumah Mba Ira beserta anak semata wayangnya Galih, mereka tidak peduli dan takut akan hal teror seperti itu, sebab mereka berdua memiliki iman yang kuat, sehingga membuat mereka tidak takut dan malam ini pun mereka berdua tidur dengan nyenyak dan dengan kebiasaanya tetap melaksanakan sholat di sepertiga malam dan setelah ite mereka kembali dengan istirahat malamnya.

__ADS_1


****


Di dalam Mesjid yang sangat besar, terdengar suara suara tiap insan yang tidak lepas melafadzkan kalam Allah memberikan ketenangan batin untuk Rahma khususnya. Tepat menunjukan jam 4 pagi, Sholawat yang terdengar indah dan merdu di speaker Mesjid karena akan menyambut Adzan Subuh.


Rahma terbangun dari tidur duduknya. Dan kembali mengambil air wudhu untuk siap siap akan melaksanakan sholat Subuh berjamaah dengan hampir puluhan jamaah. Setelah usai melaksanakan sholat Subuh, Zia mengajak Rahma kembali pulang ke rumah dengan Mas Anto.


Zia menemani istrinya istirahat dan tidak sengaja ikut tertidur. Dan tidak terasa waktu telah hampir siang. Mba Ira mengetuk pintu kamar Tuan dan Nyonya mudanya karena ada kedatangan tamu, yaitu Ustadz Afrizal yang telah menepati janjinya.


Zia dan Rahma segera menemui Ustadz Afrizal diruang tengah, ruang santai dirumah itu.

__ADS_1


" Afwan Zi.. sebelumnya istri antum segera ambil wudhu lebih dulu dan pakailah mukena yang biasa ia pakai saat sholat ", ucap Ustadz Afrizal dengan pelan seraya menarik nafasnya seolah ada kejadian yang amat berat dirumah itu.


Setelah Rahma mengambil wudhu dan memakai mukena, Rahma segera di ruqyah dengan bacaan ayat suci Al Qur'an yang dilantunkan oleh Ustadz Afrizal.


Reaksi saat di terapi ruqyah, Rahma seperti ingin memuntahkan sesuatu dari mulutnya berkali kali dan merasa pusing. Rahma tiba tiba tertawa sinis memandang Ustadz Afrizal dan hampir menyerang Ustadz Afrizal dengan melempar gelas plastik kearah kepala Ustadz Afrizal, beruntung Ustadz Afrizal bisa mengeles lemparan tersebut hingga tidak melukainya.


Ustadz Afrizal sudah paham akan hal yang terjadi jika ini bukan diri Rahma yang sebenarnya, karena diri Rahma sedang dikuasai ilmu hitam. Setelah tidak ada reaksi yang berlebihan, dan yakin jika sudah tidak ada lagi ilmu hitam yang hinggap didiri alias sudah menghilang pada Rahma, Ustadz Afrizal melakukan menguncian pada Rahma, agar Rahma tidak mudah lagi diganggu hal serupa.


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2