
Hari ini adalah pengumuman kelulusan siswa kelas 3, termasuk Zia, Fajri dan Wiliam. Para siswa lelaki yang belum saatnya lulus tahun ini karena belum menginjak kelas 3, merasa senang karena tidak ada kedua lelaki yang melindungi Rahma selama ini karena Zia dan Fajri sudah lulus dari sekolah mereka dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan dengan bebas siswa laki-laki lain ini mendekati dan meraih hati Rahma. Tapi selama ini perjuangan mereka sia-sia, semuanya ditolak baik-baik oleh Rahma dengan alasan Rahma ingin fokus belajar.
"Bebas gw nih rayu Rahma selagi dua macan pelindung Rahmah out dari sekolah ini", ucap salah satu murid lelaki ke murid lelaki lainnya.
Dilain tempat, di kantin, Rahma dan Marisya bersedih hati karena kakak kelas yang selama ini melindungi dan membantunya harus pergi dan berpisah dari sekolah mereka yaitu Fajri dan Zia, dan mereka sudah berpikir betapa sepinya hari-hari mereka nanti tanpa kakak kelas kesayangan mereka berdua ini.
" Mar,, gimana nih hari-hari kita tanpa Kak Fajri dan Kak Zia di sekolah kita?", ucap Rahma pada Marisya dan respon Marisya pun hanya tatapan kosong sambil mengaduk-ngaduk gelas yang berisikan es teh manis.
Tak lama Fajri dan Zia datang menyusul mereka berdua di kantin.
__ADS_1
"Hay Girl, kok kalian galau begini?", sapa Fajri yang terheran melihat adik-adik kelas kesayangannya melamun.
" aku bingung dan berpikir keras karena harus melewati hari-hari nanti tanpa kalian berdua", jawab Marisya dengan tatapan kosong dan masih sambil mengaduk-ngaduk es teh manis miliknya.
"Itulah kehidupan Girl, ada pertemuan dan pastinya ada perpisahan, tapi kita kan berpisahkan hanya status disekolah ini, persahabatan kita akan tetap abadi sampai maut memisahkan", ucap Zia memberi semangat kepada adik-adik kelas kesayangannya ini yaitu Rahma dan Marisya.
" Lalu bagaimana nasib kita selama disini tanpa kalian yang selalu ada untuk kita berdua?", ucap Rahma dengan raut wajah sedih.
" ya udah yuk, kita cabut, sudah waktunya pulang !!", ajak Fajri dan mereka berempat langsung beranjak dari tempat duduknya dengan lemas.
__ADS_1
Sesaat Zia mengantar para sahabatnya sampai rumah masing-masing dengan mobil sport miliknya, terlebih dulu Zia mengantar Fajri dan Marisya karena mereka berdua saudara kandung dan pastinya satu rumah, terakhir seperti biasa, giliran Zia mengantarkan Rahma,
"Dek, jangan khawatir, walaupun Kakak sudah tidak sekolah disekolah itu lagi, kakak akan selalu melindungi kamu walaupun dari kejauhan", ucap Zia kepada Rahma yang ingin meraih telapak tangan Rahma namun diurungkan niat itu, dan hanya tinggal mereka berdua didalam mobil. Rahma pun hanya tersenyum diam dengan raut wajah yang sedih.
Zia pun bersedih hati karena kelulusannya yang harus hengkang dari sekolah itu dan anehnya bukannya bahagia seperti siswa yang lainnya.
" Kak, katanya kakak mau kuliah di luar negeri setelah ini ?", tanya Rahma yang masih khawatir jika sahabatnya yang sudah dianggap seperti kakak sendiri.
" Iya ayah bunda nyuruhnya seperti itu.. tapi kakak ga mau, kakak mau kuliah disini biar bisa selalu sama sama dengan kalian ", jawab Zia seraya menyetir mobil nya. Dan Rahma pun tersenyum lega.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.