
Hari demi hari, waktupun terus berjalan, begitupun dengan hidup yang terus berjalan. Untuk Zia dengan Rahma yang sedang menunggu hari spesial mereka. Hari dimana mereka akan sah menjadi suami istri sudah tidak terasa dua hari lagi.
Keduanya sudah mulai cuti untuk bekerja. Persiapan pernikahan pun sudah berjalan dengan semestinya. Zia yang merasa senang dan bahagia karena akan menikah dengan wanita pujaannya yang selama ini dicintainya dan dinantinya. Apalagi Zia sudah tidak sabar menempati rumah impiannya tinggal bersama istri tercintanya nanti.
***
Rahma sedang gelisah, dan semakin dekat dengan hari pernikahannya makin membuatnya gelisah dan risau bahkan sesekali membuatnya menangis tidak jelas. Perasaannya campur aduk saat ini. Ingin rasanya dia mengatakan untuk menunda pernikahan ini, tapi tidak mungkin.
Semakin hari Rahma sudah berusaha untuk belajar mencintai calon suaminya, tetapi kenyataannya bukan cinta yang hadir tapi ilfeel. Terkadang Rahma pun menolak keras ilfeel yang tidak beralasan tersebut. Sebab calon suami nya sudah tampan, pintar, tipe lelaki yang melindungi dan bertanggung jawab, apalagi nilai plusnya Zia sangat mencintai Rahma.
***
Rahma Ya Rahma...
Nama itu yang selalu ada dan kusimpan dihatiku...
Walau kadang nama itu berhasil membuatku gelisah, menahan rindu, patah hati, kecewa dan yang uniknya selalu mengganggu pikiranku...
Wahai pemilik nama itu..
Rahma Ya Rahma...
Sehebat itukah dirimu...
Membuat aku tidak bisa berpaling dari yang lain...
Membuat aku rela melakukan apa saja demi mendapatkan dirimu seutuhnya untukku...
__ADS_1
Membuat aku egois bahwa kau harus menjadi milikku...
Tak peduli apa kata orang, bahwa cinta tidak harus memiliki...
Itu tidak berlaku untuk cintaku padamu...
Kau harus menjadi milikku...
Wahai Sang Maha Pencipta...
Begitu indah ukiran wajahnya yang Engkau ciptakan untuknya...
Sehingga aku tak mampu berpaling...
Aku sangat mengagumi wajahnya yang cantik yang akan selalu menyenangkan mataku ketika aku memandang wajahnya.
Menghitung jam lagi...
Aku akan menikahinya...
Sujud syukurku karena Engkau mengirimkan dan menjodohkan aku dengannya...
Terimakasih Engkau memberikanku perjalanan yang panjang dikehidupanku hingga dia menjadi hakku.
Cintaku yang tak akan pudar sampai akhir usiaku, dan akan kubawa sampai akhirat...
Karena aku menginginkan bidadariku disyurga nanti hanya Istriku...
__ADS_1
Seorang Rahma Azzahra yang akan menjadi istriku satu satunya untukku duniaku dan akhiratku...
Zia mengungkapkan isi hatinya pada sebuah buku yang menjadi tempat cerita ketika jatuh bangun mengejar cinta seorang Rahma. Diatas sajadah seusai sholat malam, Zia termenung, flashback awal mula bagaimana pertama mengenal dan bertemu dengan calon istrinya 12 tahun yang lalu. Selama itu penantiannya. Perjalanan panjang kisah cintanya untuk dituliskan dalam sebuah tulisan. Zia tidak sabar menunggu hari esok dimana ia akan mengucapkan ijab qabul untuk wanita yang selama ini ia cintai.
***
Rahma seharian sedang melakukan perawatan tubuhnya karena besok akan menjadi pengantin. Dibantu oleh kakak kakak perempuannya dan saudara ipar perempuan. Sanak saudaranya berkumpul dan bahagia. Mungkin hanya Rahma yang tidak menikmati kebahagiaan itu. Perasaannya dihantui rasa ketakutan, sebab akan hidup bersama orang yang tidak ia cintai.
Disana Zia sedang mengingat flashback bagaimana perjalanannya sampai detik ini memperjuangkan cintanya, tapi dilain tempat Rahma bahkan tidak mau mengingat perjalanan perjuangan yang Zia korbankan untuknya. Apalagi ia membaca chat dari sahabatnya Marisya yang meledeknya, yang isi chatnya, "Ribet banget sih kisah cinta lu Mak, kesana kesini akhirnya ujung ujungnya lu tetap aja sama Kak Zia, kenapa ga dari dulu aja coba biar ga seribet dulu hahaha".
*chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*
Z : Yang... kamu siap siap bawa pakaian kamu ya.. karena aku akan bawa kamu langsung kerumah baru kita setelah resepsi selesai nanti.
R : iya aku akan persiapkan barang barang aku.
Z : kamu mau honeymoon kemana ? aku sampai lupa membahas ini..
R : terserah kamu aja...
Z : kita ke Swiss yaa disana romantis Yang..
R : yang baiknya aja menurut kamu, yang penting cukup dengan waktu cuti kamu dan aku.
Z : mudah mudahan cukup.
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH.
__ADS_1