Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Anak Aku


__ADS_3

Hay readers, mohon maaf jika Author lama tidak update, sebab Author sedang sakit, harap maklum untuk para readers ku yang budiman.


" Eh.. Yang, kamu mau kemana !! Sini aja Sih !!", ucap Zia panik dan Rahma pun menghentikan langkahnya.


" Ya mau bilang sama Mba Ira ga usah dipanaskan Sate Padangnya.. ", ucap Rahma dengan megerutkan kedua alisnya karena bingung atas larangan suaminya.


" Sini aja sih sayang.. temenin aku dulu.. nanti juga kalau sudah siap Mba Ira kasih tau ke kamu ", ucap Zia dengan kelembutan untuk menutupi kepanikannya.


Rahma karena menuruti perintah suaminya ia pun menghampiri suaminya diatas ranjang mereka.


" Kak, aku pengen ke Mall, ", ucap Rahma memelas kepada Zia ketika menyandarkan kepalanya dilengan Zia.


" Besok ya aku temenin.. sekarang sudah jam segini Yang.. ga enak ga santai takut jadinya buru buru maksud aku biar kamu juga santai jadi ga begitu kecapekan ", jelas Zia memeluk istrinya yang menyandarkan kepalanya tepat dilengan Zia dan Rahma pun menyetujui ucapan suaminya.


" Udah sepuluh menit Mas Anto dapat ga ya itu pesanan Ibu Negara yang satu ini ?", ucap Zia dalam hatinya dengan keresahan yang membuatnya tidak bisa tenang seraya memeluk istrinya mungkin sudah merasa lapar.


" Kok Mba Ira lama banget ya.. aku sebentar tengok ke dapur dulu Kak.. ", gerutu Rahma kepada suaminya saat sejak kepergian Mas Anto sudah 20 menit.


" Eh Yang, udah disini dulu aja sih, aku lagi kepengen peluk pelukan sama kamu, nanti juga pasti Mba Ira kasih tau kamu ketok ketok pintu kamar ini ", ucapan Zia dengan lembut karena berusaha menutupi rasa panik dan resahnya.


" Haduh Mas Anto kemana aja sih !!", gerutu Zia dalam hatinya.


" Cuma sebentar Yang, masa cuma panaskan makanan aja sampai lama begini, jangan jangan Mba Ira lupa.. ", ucap Rahma gelisah karena sudah tidak sabar menunggu makan malam yang diinginkannya.


" Yang... !!", panggil Zia miris dengan detak jantung berdebar tidak karuan karena belum sempat dan tidak mampu menghadang istrinya membuka pintu kamar.


" Aaww...!! ", teriak Zia mengaduh kesakitan seraya memegang perutnya yang memang ia rasakan sakit dan tidak enak sejak tadi siang akibat ia lupa untuk makan siang.

__ADS_1


" Kenapa Kak ?!", tanya Rahma panik segera berbalik arah menghampiri suaminya.


" Yang, tolong ambilkan obat obatan di dalam tas aku, bawa kesini semuanya Yang ", perintah Zia sambil menahan rasa perih di lambungnya.


" Kamu kenapa Yang ? ", tanya Rahma dengan panik seraya menyerahkan tas yang berisikan persediaan obat obatan.


" Sejak tadi diperjalanan pulang perutku agak perih, sepertinya aku terlambat makan, tolong sekalian ya Yang airnya aku mau minum obat ", ucap Zia dengan suara sudah lemas karena menahan sakit di sekitar perutnya.


" Kamu ga makan siang tadi ?", seru Rahma seraya menuangkan air mineral ke dalam gelas di meja kecil samping tempat tidur.


" Belum sempat, bawaannya pengen cepat cepat pulang kerumah pengen peluk kamu ", jawab Zia seraya meraih gelas yg berisikan air mineral yamg dituangkan dan diberikan istrinya.


" Aku mau istirahat dulu ya Yang.. ", ucap Zia dengan suara melemas.


" Bu.. Sate Padangnya sudah siap ", suara Mba Ira di balik pintu kamar Zia dengan Rahma.


" Iya Mba ", jawab Rahma disertai perasaan lega Zia mendengar pesanan istrinya sudah tiba dan mendarat di meja makan mereka.


" Yang ga usah Yang, kita makan di meja makan aja ", jawab Zia beranjak dari duduknya pelan pelan dari tepian ranjang.


" Kamu yakin ga apa apa ?", tanya Rahma memastikan keadaan suaminya.


" Iya ga apa apa, aku cuma sakit maag aja karena telat makan ", jawab Zia sambil melangkah menuju meja makan.


" Mulai besok kamu ga bisa keluar rumah tanpa aku, aku ga beberapa jam aja sama kamu, kamu udah lupa makan gini, gimana seharian atau berhari hari tanpa aku ! ", gerutu Rahma saat mulai duduk dikursi meja makan.


" Iya istriku tercinta ", jawab Zia dengan senyuman separuh lemas, dalam benaknya ia merasa bahagia bahwa mantan sahabatnya yang bisa mencintainya dengan tulus, ketulusan cinta Rahma bisa ia rasakan.

__ADS_1


" Yang.. ketulusan itu tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan ", ucapan Zia tiba tiba ketika jeda mengunyah makanan, membuat Rahma tersenyum.


" Kamu kenapa Yang tumben bicara seperti itu ?", tanya Rahma dengan heran karena tidak paham maksud ucapan suaminya tertuju untuknya atau bukan.


" Maksud kamu aku ga tulus sama kamu ?", sambung Rahma dengan suara lemah lembutnya.


" Justru aku merasakan ketulusan cinta kamu yang begitu mendalam buat aku, sampai sekarang aku masih ga nyangka sekarang kamu bisa jadi istriku juga, apalagi ada anak aku dirahim kamu", ucap Zia dengan penuh rasa syukur.


" Sudah kita habiskan makanannya dulu Kak jangan ngegombal aja ", ucap Rahma tersipu malu.


" Nanti ya Yang habis makan kita......", ucap Zia terputus dengan senyum genit dan kedipan satu mata kepada istrinya.


" Yuk Yang masuk ke kamar Yuk !", rajuk Zia mengajak istrinya segera masuk kedalam kamar saat makan malam mereka berdua telah selesai.


" Kak baru makan kali kita Kak, turun ke perut aja belum ini makanannya ", saut Rahma dengan geleng geleng kepala karena tingkah suaminya yang mencurigakan kalau sudah merajuk seperti itu.


" Ya ga apa apa aku pengen berduaan mesra mesra sama kamu aja diranjang ", ucap Zia dengan menggandeng tangan istrinya agar segera ke kamar.


Ternyata benar dugaan Rahma, saat mereka sudah berada di dalam kamar, dan Zia dengan segera mengunci pintu kamar, lalu tanpa aba aba Zia ******* bibir sensual istrinya seraya membawa istrinya keatas ranjang mereka.


" Kak, kamu istirahat dulu, memangnya ga capek, kamu kan lagi sakit perut ", ucap Rahma ketika sesaat melepas ciuman mereka.


" Jangan Yang, udah ga bisa diajak kompromi ini yang bawah ", lirih Zia seraya mengarahkan tangan istrinya ke arah yang sedang menegang agar istrinya bisa merasakan bahwa benda yang sudah mengeras itu tidak bisa ditahan lagi dengan posisi mereka berdua yang sudah mendukung.


" iiih kamu tuh !!", ucap Rahma sambil memukul lengan suaminya yang membuatnya kaget serta malu dan mereka berdua tertawa dan melanjutkan aksi mereka diatas ranjang.


" Kak.. awas ingat, hati hati, ada anak kita didalam ", lirih Rahma mengingatkan suaminya, sebab khawatir karena suaminya sudah menggebu gebu.

__ADS_1


Lalu dikesunyian malam, mereka isi dengan perasaan penuh cinta dengan bulir keringat kenikmatan.


HAY READERS MOHON MAAF BILA AUTHOR LAMA UPDATE, DOAKAN AGAR AUTHOR SEHAT SELALU YA..


__ADS_2