Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
keceplosan


__ADS_3

Pagi hari dengan udara yang sejuk serta cahaya sinar matahari secerah hati yang berbahagia menghangatkan tubuh menumbuhkan semangat beraktifitas.


"Yang .. nanti yang mau datang itu pihak asuransi dari mana ?", tanya Zia kepada sekretaris pribadinya yang telah mengagendakan jadwal Zia hari ini saat mereka berdua sudah berada didalam mobil menuju RS Astra dan disupiri oleh Mas Anto.


" Pihak asuransi xxx Yang..?", saut Rahma dengan santai.


"Bukannya asuransi itu sedang dalam masalah ya Yang ?", tanya Zia dengan santai seraya meraih tangan istrinya untuk digenggam.


" Sekarang ini yang sedang bermasalah asuransi YYY dan saat ini izinnya sudah dibekukan oleh pemerintah ", jawab Rahma dengan tangan sebelah kirinya membuka gadgetnya sebab tangan kanannya sedang digenggam suaminya dan matanya fokus menatap kelayar gadgetnya.


" Jadi hari ini aku lebih dulu bertemu dengan Mr. Law atau dengan pihak asuransi xxx itu?", tanya Zia karena agar pertemuan keduanya bisa ia manage sebelumnya.


"Ak lebih mengutamakan pertemuan dengan Mr. Law karena asistennya Mr. Law meminta untuk pertemuan dipagi hari", jelas Rahma.


" Iya, Mr. Law mungkin sangat sibuk, beliau memiliki beberapa Rumah Sakit di kota NY, maka dari itu penghargaan besar untukku beliau mau mengunjungi kita di Rumah Sakit kita ini sebab Mr. Law adalah orang penting di kota NY. Dulu yang mengundangku seminar saat di NY Mr. Law langsung dan tidak lain adalah orang tua dari Wiliam ******** itu.", jelas Zia kepada Rahma, mereka bicara dengan santai dalam perjalanan.


" Lho kenapa kamu mengundang yang bersangkutan dengan Wiliam ?", tanya Rahma saat terkejut mendengar Mr. Law yang akan bekerjasama dengan suaminya adalah orangtua Wiliam karena Rahma menganalisa jika bersangkutan dengan Wiliam akan tidak berjalan baik, sebab Wiliam sangat tidak suka dengan Zia.


"Aku ga undang Mr. Law, kebetulan beliau tau dan sedang ada ditanah air lalu berniat ingin mengunjungi ku disini. Mr. Law berbeda dengan anaknya, maka dari itu aku sangat menghormatinya selaku orangtua dari temanku karena beliau orang bijaksana dan baik. Kamu lihat saja nanti kharisma Mr. Law", jelas Zia seraya menatap istrinya begitu juga Rahma sangat antusias mendengarkan penjelasan suaminya yang menarik baginya seraya menatap mata dan wajah suaminya.


" Natap aku begitu banget Yang ? naksir ya sama aku ? ", ucap Zia menggoda istrinya dengan tersenyum tipis.


" Masa iya aku naksir suami orang, ya suamiku sendiri lha yang aku taksir ", jawab Rahma makin menggoda suaminya dan menepis genggaman tangan suaminya. Mas Anto yang melihat penumpang dibelakangnya sedang asik bergurau melihat ragu ke kaca spion diatas kepalanya.


" Nanti siang aja Yang pas dirumah.. apa habis ini kita nginap di hotel ?", bisik Zia ditelinga istrinya dengan pikiran yang sudah mesum seraya langsung mengecup bibir istrinya yang indah untuknya.

__ADS_1


"Yang.. ngapain kita menginap dihotel sedangkan hotelnya masih dekat dengan rumah kita, pemborosan namanya", saut Rahma berbisik dengan sambil mencubit kecil pinggang suaminya dan Zia hanya tertawa karena senang menjaili istrinya.


" Ya udh mau nya gimana?", tanya Zia menyerahkan keinginan pada istrinya.


"Weekend aja kita ke Villa keluarga kamu dipengunungan ", seru Rahma.


" Boleh tuh Yang, aku sampai lupa Ayah Bunda punya villa disana..", saut Zia yang masih berpikir mesum dengan istrinya seraya menyentuh dada istrinya. Rahma langsung menepis pelan tangan usil suaminya, sebab ia malu ada orang lain diantara mereka, yaitu supir yang sedang mengendarai mobilnya


"Kak, kamu ini kaya ga pernah dikasih jatah sama istrinya baru juga semalam ", bisik Rahma karena merasa risih dengan ulah suaminya yang masih berpikir mesum dengannya.


" Ya itukan semalam Yang, ini sudah pagi udah berbeda waktu", goda Zia yang makin membuat istrinya tersenyum malu.


"Yang kok kamu tumben ngajak ke Villa ? mau nostalgia ya pas pertama kali aku lamar kamu ? ", goda Zia genit pada istrinya.


" Ya sekalian, selagi ada tempat kenapa ga digunakan dengan baik ! ", seru Rahma tersenyum malu.


" Lho dendam kenapa sama aku?" tanya Rahma kebingunan karena merasa tidak punya masalah saat disana dulu dengan Zia.


" Dulu tiap kita kesana, aku belum bisa menyentuh kamu sampai dadaku sesak, Alhamdulillah waktu itu Imanku masih kuat, sekarang aku puas mau ngapain aja sama kamu nanti disana.", cerita Zia dengan polosnya pada istrinya dan terdengar oleh orang lain yang sedang menyetir mobil dan Mas Anto menahan senyumnya pura pura tidak mendengar daripada runyam urusannya.


" Oh jadi tiap waktu kita kesana otak kamu mesum aja ya sama aku !! ", seru Rahma tidak terima dan Zia tersadar bahwa ia keceplosan dengan ucapannya.


" Hahaha ya wajar aja sih Yang, aku laki laki normal, cuaca dingin, plus ada kamu yang aku cinta, bawaanya pengen dipeluk kamu aja", jawab Zia tertawa karena harus menjawab dengan jujur karena merasa sudah kepentok sendiri dengan ucapannya.


" Yakin pikiran kamu cuma sampai disitu aja ?", ucap Rahma yang mulai sinis.

__ADS_1


" Ya kan aku bilang, aku laki laki normal, wajar dong Yang, makanya aku juga bilang bagusnya aku masih punya Iman jadi masih aman, coba klo imanku setengah setengah, mungkin kamu udah nangis nangis disana waktu itu hahaha ", ucap Zia kelabakan menjelaskan semuanya dengan tertawa karena merasa malu ketahuan pikiran kotornya.


" Iman pakai setengah setengah, iya iya enggak enggak aja kalau punya Iman", jawab Rahma dengan ngedumel dan dengan wajah cemberutnya.


" Ya supaya kamu tahu, seandainya kalau aku hanya penasaran saja sama kamu seperti laki laki lain, aku dengan mudahnya menodai kamu Yang, ngapain pakai repot repot kejar cinta kamu udah susah banget, tapi aku bukan laki laki yang seperti itu. Aku masih punya Iman, harga diri dan perasaan. Aku mencintai kamu dengan tulus, hingga aku jaga kesucian kamu saat bersama dengan aku. Secantik cantik perempuan diluar dan seseksi seksi perempuan diluar dari dulu aku cuma bisa nafsu sama kamu. Bersyukur sekarang hasratku sudah bisa tersalurkan dengan baik dan halal dengan perempuan yang hanya bisa membuatku berhasrat. Cuma sama kamu Yang pikiran aku bisa mesum.. ", jelas Zia panjang lebar dengan tiba tiba serius mengungkapkan isi hatinya karena sempat dituduh oleh istrinya yang sama dengan laki laki lainnya yang hanya penasaran kepadanya.


***


Zia dan Rahma tiba dilobby di Rumah Sakit Astra milik mereka dan disambut oleh security yang sedang berjaga. Dan mereka berdua berjalan menuju ruangan mereka dan seraya melihat lihat keadaan di Rumah Sakit.


Saat ingin masuk ruangan Zia sudah ditunggu kedatangannya dengan para staff yang ingin melaporkan pekerjaannya didepan pintu ruangan mereka berdua.


" Oke kita meeting dulu sebelum saya bertemu dengan Mr. Law ", ucap Zia kepada para staffnya mempersilahkan para staffnya ikut masuk kedalam ruangannya seraya duduk dikursi singgasananya dan Rahma duduk tepat disamping kanannya.


" Ok Dok, saya mau melaporkan, untuk dokter Sarah yang bertugas sebagai dokter jaga sudah kami pindahkan ke Rumah Sakit Xxx, dan penggantinya sedang kami seleksi ", ucap salah satu staff HRD RS. Astra dan Zia dengan Rahma saling melirik.


" Ok, untuk kedepannya saya minta untuk seleksi para dokter saya juga minta untuk terlibat, karena para Dokter merupakan jantung Rumah Sakit ini, dan jantung Rumah Sakit ini adalah tanggung jawab besar saya, kemarin kemarin mungkin saya serahkan seleksi tersebut pada wakil saya dokter Budiman namun saya minta peraturannya kembali seperti peraturan yang seharusnya sekarang ", ucap Zia didepan para staff lainnya yang sudah berkumpul.


" Ok Dok.. siap !! " , jawab staff HRD itu.


"O Iya Pak, kami meminta data tim para dokter yang bergabung dengan kita ya Pak ", ucap Rahma kepada staff HRD dengan santai dan lembut.


" O iya saya lupa itu, tolong dikirim ya Pak !!", sambung Zia kepada staff HRD.


" Baik Pak Bu segera saya serahkan", jawab staff HRD dan dilanjut laporan staff lainnya.

__ADS_1


Dan laporan demi laporan sedang diselesaikan oleh Zia, agar mereka menemukan solusi. Dan Zia bersyukur sekretaris cantiknya berwawasan luas dan pintar paham akan soal finance, performance serta politic tata birokrasi mereka terbantu menemukan solusi.


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTE AUTHOR, AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.


__ADS_2