
Siang hari Rahma dan Yoga tiba di Taiwan, Rahma dan Yoga dijemput oleh staff kedutaan, dan mereka pun berdua diantar ke mess kedutaan. Sebelum mereka berdua masuk dalam gedung Dubes, Rahma merasakan perasaan yang tidak nyaman, bulu halus dilehernya berdiri. Apalagi kondisi messnya yang terlihat sepi, tidak seperti mess dikantor Dubes Malaysia dan Dubes Singapore yang pernah Rahma kunjungi.
Mereka berdua dipersilahkan istirahat dikamar yang sudah disiapkan oleh para staff kedutaan. Rahma yang sudah merasakan keanehan di dalam kamar yang akan ia tiduri malam ini. Namun Rahma pun tidak berani berlama-lama di dalam kamar itu, kecuali berganti baju dan sholat. Sampai mandi pun Rahma memilih mandi di toilet kantor pintu utama.
Rahma duduk diruang tengah kantor sendirian, karena kondisi kantor Dubes ini aneh dan sepi. Dan Rahma pun menelpon Yoga agar segera menemaninya, tak lama pun Yoga pun menyusul Rahma diruang tengah. Yoga pun sebetulnya merasakan hal yang sama, namun di hadapan Rahma, Yoga menunjukan bahwa Yoga nyaman dengan tempat itu, karena Yoga khawatir jika Rahma nanti ketakutan dan tidak betah di mess tersebut. Rahma dan Yoga pun menghabiskan waktu dengan ngobrol panjang lebar, terkadang mereka pun tertawa karena cerita yang lucu. Yoga dan Rahma pun sama-sama merasa bahagia.
Malam semakin larut, Yoga pun menyuruh Rahma untuk kembali ke kamarnya untuk istirahat karena besok pagi akan ada meeting dengan staff Dubes dan pertemuan para TKI.
Rahma yang baru saja terlelap diatas ranjang dikamar itu terbangun karena terkejut, karena ranjang tersebut seperti ada yang menggoyangkan, dan majalah-majalah yang tersusun rapi dirak didalam kamar berterbangan ke lantai. Aneh memang kejadian itu dan diluar logika. Rahma pun beranjak keluar kamar dengan mengambil telepon genggamnya dan membawa mukena sebagai penutup kepalanya karena akan keluar kamar. Dan kebetulan kamar Yoga bersebelahan dengan kamar Rahma. Rahma pun menggedor-gedor kamar Yoga karena panik ketakutan. Yoga pun panik dan langsung membuka pintu, dan sebetulnya Yoga pun juga tidak bisa tidur karena merasa tidak nyaman dengan kamar itu. Setelah Yoga membuka pintu kamarnya, Rahma langsung memeluk Yoga tanpa segan dan mencari perlindungan karena ketakutan. Yoga pun menyambut pelukan itu dengan erat supaya Rahma merasa tenang.
"kamu kenapa Mah?", tanya Yoga yang masih memeluk Rahma.
" aku takut Mas, ranjang dikamarku tiba-tiba goyang-goyang dan buku-buku dirak terbang-terbang, kalau gempa bumi tidak mungkin buku-buku itu berterbangan", cerita Rahma yang memeluk erat tubuh Yoga dan membenamkan wajahnya sambil menutup matanya didada bidang Yoga.
"oke kamu malam ini sama Mas dulu aja ya,," saran Yoga pada Rahma dengan lembut menenangkan. Kemudian Yoga mengajak Rahma masuk kedalam kamar Yoga.
Yoga pun mempersilahkan Rahma untuk tidur diranjangnya sedangkan Yoga akan tidur disofa. Tapi Rahma yang masih trauma menolak untuk tidur diranjang, Rahma lebih memilih untuk tidur sambil duduk disofa ditemani oleh Yoga. Yoga pun mengiyakan keinginan Rahma karena Yoga benar-benar khawatir akan ketakutan Rahma saat ini, yang penting saat ini pikir Yoga, ia harus membuat Rahma tenang.
__ADS_1
Mereka tidur sambil duduk disofa, Rahma yang menekuk kakinya naik keatas sofa dan masih sambil memeluk Yoga, dan posisi Yoga pun tidur dalam keadaan duduk sambil merangkul bahu Rahma. Dan mereka terbangun karena alarm adzan Subuh ditelepon genggam Yoga berkumandang. Yoga pun mengajak Rahma untuk sholat Subuh.
Setelah mereka Sholat Subuh, Yoga mengajak Rahma untuk packing barang-barang Rahma dikamarnya. Karena Yoga tidak bisa mempertahankan menginap di Mess Dubes itu. Yoga pun mengajak Rahma untuk mencari penginapan yang nyaman.
"Mah, ayo kamu packing barang-barang kamu, kita cari penginapan yang nyaman", ajak Yoga pada Rahma yang dengan masih tertunduk lemas disofa karena masih trauma. Yoga pun sedih tidak tega melihat belahan hatinya seperti itu.
" Sama Mas Yoga ya packingnya, aku ga mau masuk kamar itu sendirian", pinta Rahma memelas yang memeluk tangan Yoga.
Saat masuk ke kamar Rahma pun Yoga terkejut karena isi kamar itu benar-benar berantakan. Yoga membantu Rahma untuk packing barang-barangnya masuk kedalam koper. Dan segera Yoga meminta tolong staff Dubes untuk mengantar mereka ke penginapan atau hotel yang nyaman.
"Mr. semalam dikamar sekretaris saya, ada kejadian yang kurang mengenakan. Didalam kamar yang sekretaris saya tempati ada kejadian horor, yang membuat sekretaris saya ini trauma. Maka dari itu saya lebih baik mencari penginapan yang nyaman untuk sampai besok kami lanjut terbang menuju Hongkong", cerita Yoga pada salah satu staff Dubes itu.
" Oh memang Mr, kantor dan mess kita angker Mr, karena bekas Rumah Sakit, makanya orang-orang kita ga ada yang tinggal disitu, semua lebih baik sewa apartement disini", jelas staff yang baru menceritakan setelah kejadian ini terjadi pada Rahma dan Yoga. Rahma dan Yoga pun menelan ludah karena kenapa para staff disitu tidak cerita dari awal, kalau mereka berdua tahu pun pastinya mereka tidak mau menginap di mess seperti itu.
"Maaf Mr. kenapa Mr. tidak cerita kepada kami dari awal? kan kami bisa cari penginapan sebelumnya dan tidak menginap di mess seperti itu", protes Rahma dengan nada datar.
" Maafkan kami Miss, kami menyesal, alasan kami tidak menceritakan yang sebenarnya belum tentu orang lain percaya dengan hal mistis seperti itu, nanti dipikirnya kami menyebar berita hoax", ucap staff yang langsung meminta maaf.
__ADS_1
"Baik Mr. kami maklumi", jawab Yoga supaya tidak terjadi perdebatan karena melihat wajah Rahma yang kesal.
" Jangan-jangan kamar tidur yang gw tempati bekas kamar jenazah lagi ", gumam Rahma dalam hati.
Setelah sampai di lobby hotel untuk memesan kamar, Rahma memohon pada Yoga untuk memesan satu kamar, karena Rahma masih trauma dengan kejadian horor di mess.
" Mas Yoga maaf, kita pesan satu kamar aja ga apa-apa ya,, aku takut", pinta Rahma pada Yoga memelas.
"Tapi Mas ta .. ", jawab Yoga belum selesai dipotong oleh Rahma.
"Yang penting kita kan tidak melakukan apa-apa Mas", pinta Rahma yang makin memelas.
Namun akhirnya Yoga memesan kamar dengan single bad karena itu pemintaan Rahma. Yoga hanya bisa mengikuti maunya agar wanita yang dia cintai nyaman dan tenang.
Setelah menaruh barang-barang didalam kamar hotel, Rahma dan Yoga membersihkan diri bergantian, karena mereka berdua belum sempat mandi di mess yang angker. Dan mereka berdua pun bersiap-siap untuk bertemu dengan para TKI. Sedangkan untuk meeting dengan staff Dubes ditunda tempat dan waktu, karena Rahma tidak mau lagi menginjakan kakinya dikantor angker itu.
JANGAN LUPA LIKE NYA
__ADS_1