Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
LUPA


__ADS_3

Waktu menjelang malam, sebelum adzan magrib berkumandang, Zia telah tiba ke dalam rumah. Perlu waktu sejam jarak antara kantor kedua orangtuanya dengan rumah Zia dengan istrinya tinggali yang padahal tidak jauh, sebab karena kemacetan di sore hari membuat Zia memakan waktu bermacet ria diperjalanan.


" Pak ada paket diatas meja, baru saja sampai.. ", ucap Mba Ira saat melihat Zia masuk ke dalam rumah setelah membuka pintu ruang tamu.


" Iya Mba, terimakasih ", jawab Zia terlintas dipikirannya akan paket itu.


" Ini Mba paketnya ? ", tanya Zia menunjukan paket berisikan seperti dokumen.


Zia pun segera membuka bungkusan dokumen itu dengan emosi yang sudah menyulut.


" Mas Anto !! ", teriak Zia mengejutkan seisi rumah, dan Rahma yang sedang mandi di toilet di dalam kamarnya terdengar cemas dan segera menyelesaikan mandinya.


" Iya Pak ", suara Mas Anto bergetar karena khawatir dan bingung apa yang ia perbuat sehingga Tuannya bisa berteriak memanggil namanya.


" Mas.. tolong bakar ini semua, pastikan terbakar menjadi abu, jangan ada sedikit pun tersisa, dan pastikan istriku tidak tahu tentang hal ini ", bisik Zia dengan penuh emosi yang harus ia tahan.


" Siap Pak ", jawab Mas Anto dengan tegas, sebab ia merasa tenang karena tidak ada kesalahan padanya.


Zia segera meninggalkan Mas Anto dan segera masuk ke dalam kamarnya. Saat masuk kedalam kamar ia melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono handuk dengan rambut yang dililit oleh handuk kecil.

__ADS_1


" Kamu kenapa Kak teriak panggil Mas Anto tadi seperti itu sampai kaget aku ?", ucap Rahma dengan pelan dan terheran dengan sikap suaminya yang baru saja pulang sudah emosi.


" Ga apa apa Yang.. aku kaget pas masuk, itu tadi ada kucing naik keatas meja makan, aku heran Mas Anto ngapain aja ada di depan kok kucing liar bisa masuk sampai naik keatas meja makan ", gerutu Zia sebisanya menutupi hal yang ia hindari demi istrinya yang ia cintai.


" Ya ga harus sampai seperti itu juga kali Kak sampai aku aja kaget dengarnya di kamar mandi ", ucap Rahma dengan lembut seraya membantu Zia melepaskan kancing kemejanya.


" Ya maaf Yang, soalnya aku juga kaget tumben ada kucing diatas meja ", ucap Zia memperhatikan wajah cantik Istrinya ketika sedang serius membantunya membukakan kancing kemejanya.


" Yang.. kamu baru mandi ya ? ", tanya Zia mengalihkan pembicaraan sebelumnya dan Zia duduk ditepian ranjang karena Rahma membantunya melepaskan kaos kaki yang terpasang di kaki suaminya.


" Kamu liatnya gimana ?", tanya Rahma yang tahu suaminya tidak butuh jawaban iya atau tidak karena Zia sudah mengetahui jika istrinya habis mandi.


" Ayo Yang ", rajuk Zia dengan senyum genitnya mengisyaratkan sesuatu hal pada istrinya.


" Iya tapi nanti kamu jangan tidur duluan ya ", rajuk Zia yang membuat Rahma semakin tersipu malu seraya menarik lembut dagu manis Istrinya.


" Udah deh, oh iya pesenan aku mana Yang ? aku laper nih ", tanya Rahma akan pesanan Es Dawetnya dan Sate Padang yang ia pesan saat tadi Zia masih di kantor Ayah Bundanya.


" Oh Iya aku lupa turunin, ada di mobil, nanti aku ambilkan dulu, kamu tunggu disini jangan kemana mana ya !!", ucap Zia sambil menepuk jidadnya, dan memberi perintah yang tidak ingin terbantahkan.

__ADS_1


Zia pun segera memakai celana pendek dan kaos oblongnya dan segera keluar kamar yang sebelumnya hanya memakai pakaian dalam karena sudah dibantu oleh istrinya melepaskan pakaian dinasnya. Rahma pun segera berganti pakaian dengan pakaian rumah.


" Mas.. Mas Anto !! ", panggil Zia kali ini dengan berbisik tidak teriak teriak seperti tadi, tetapi Zia terlihat panik.


" Iya Pak ? ", Mas Anto yang sedang duduk di belakang segera menghampiri Tuannya dengan langkah pelan dan ikut panik.


" Mas.. buruan cari Es Dawet sama Sate Padang.. cepet jangan pakai lama, bawa motor aja jangan pakai mobil, cepetan..!! tadi soalnya istriku udah pesan itu tapi aku lupa belinya.. cepetan mas kalau ga mau liat perang dunia ke tiga sebentar lagi !! ", bisik Zia panik tanpa titik koma pada Mas Anto seraya mengantupkan kepalanya dengan telapak tangannya menujukan jika Zia sedang frustasi dan Mas Anto pun dengan panik langsung menyalahkan mesin motor dan melajukannya.


" Sial .. kok bisa lupa pesanan bini, bisa perang dunia ke tiga ini kalo bini tau pesenannya terlupakan ", ucap Zia dalam hatinya dan segera masuk ke kamar menemui istrinya.


" Lho Kak, mana ?", tanya Rahma heran dan sedang sambil menyisir rambut lurus sebahunya.


" Nanti Yang lagi dipanasin lagi sama Mba Ira, soalnya bumbu satenya agak mencair dan dingin takut nanti kamu malah mual kalau makan makanan yang sudah dingin ", ucap Zia dengan santai agar Istrinya percaya kepadanya yang padahal nyatanya Sate Padang dan Es Dawetnya belum ia beli karena lupa sebab sepanjang perjalanan Zia memikirkan hal apa lagi yang Wiliam lakukan yang sepertinya tidak akan pernah puas jika belum mendapatkan apa yang ingin didapatkan oleh Wiliam.


" Oh.. kenapa harus dipanaskan lagi Yang, memangnya bisa bumbu Sate Padang dipanaskan lagi jika bumbunya sudah mencair ?", ucap Rahma dengan heran dan berpikir keras.


" Bisa kok kata Mba Ira", jawab Zia sekenanya seraya merebahkan tubuhnya dengan pikiran yang sudah bingung di atas ranjangnya.


" Ga usah lah.. Bikin ribet aja nanti aku bilang ke Mba Ira ga usah dipanaskan lagi, sebentar Yang aku mau keluar dulu ", ucap Rahma dengan melangkah menuju pintu untuk keluar kamar.

__ADS_1


" Eh.. Yang, kamu mau kemana !! Sini aja Sih !!", ucap Zia panik dan Rahma pun menghentikan langkahnya.


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TOLONG BIASAKAN YA UNTUK TINGGALKAN LIKENYA. KARENA LIKE DAN VOTING PARA READERS MERUPAKAN BENTUK PENGHARGAAN UNTUK AUTHOR MENULIS. BESAR HARAP AUTHOR PARA READERS MELUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBERI LIKE DAN VOTING NYA. TERIMAKASIH.


__ADS_2