
Pagi-pagi telepon atensi Rahma berbunyi, Rahma pun mengangkat telepon tersebut.
"Hallo selamat Pagi, dengan Rahma ada yang bisa kami bantu", sapa Rahma kepada si penelpon
" Pagi Mbak Rahma, anu saya Bu Ratih, anu saya pagi ini mendapat musibah, dapur saya kebakaran, jadi untuk sementara catering ke kantor ditiadakan ya Mbak, mohon maaf sebelumnya ", jawab si penelpon
" Maaf Ibu Ratih, kami turut prihatin ya Bu, semoga Ibu dan keluarga diberi kesabaran dan Allah mengganti rejeki yang lebih banyak lagi Aamiin", ucap Rahma menenangkan dan mendoakan Ibu Ratih pemilik catering yang selama ini menyiapkan makan siang dan snack untuk staff diruangan tim Yoga.
Meja kerja Rahma berseberangan dengan meja kerja Yoga, jadi Yoga dan Rahma bisa saling melihat aktivitas mereka. Sebelumnya Rahma memberi tahu Yoga tentang jadwal untuk hari ini, dan untuk makan siang terpaksa harus diluar karena keadaan dan Rahma pun menceritakan apa yang terjadi dengan langganan catering nya. Dan pastinya akan memakan waktu yang lumayan jika mereka makan siang diluar, maka dari itu Rahma menyampaikannya diawal.
Sesaat makan siang, Yoga mengajak para anak buahnya makan disebuah restaurant sederhana. Kehadiran mereka ke dalam restaurant itu pun menjadi sorotan tamu lainnya. Tapi kebanyakan kaum lelaki yang heboh dengan kehadiran Rahma. Hesti dan Alam sudah paham dengan kehebohan yang ditujukan pada Rahma, dan mereka pun sudah terbiasa.
Posisi duduk mereka, Rahma berhadapan dengan Yoga dan Hesti berhadapan dengan Alam, posisi seperti ini terjadi awalnya karena Yoga memberikan kursi kepada Rahma, sehingga Yoga pun ngobrol dengan Rahma bisa saling bertatapan, karena Yoga senang sekali sambil memandang wajah cantik Rahma yang nyaris Tuhan ciptakan dengan sempurna. Ada getaran yang luar biasa pada Yoga saat didekat Rahma. Mungkin karena hampir setiap hari bertemu Rahma, begitu juga perhatian sekretarisnya ini yang tulus. Tapi Yoga tidak berani terlalu jauh, karena khawatir Rahma sudah memiliki calon, karena nalar Yoga bagaimana mungkin cewek secantik Rahma jomblo seperti dirinya.
Yoga sendiri masih bertahan dengan ke jombloannya karena masih belum menemukan yang pas dihatinya yang membuat hati bergetar hebat saat seperti bersama Rahma. Apalagi segala bentuk perhatian Rahma pada Yoga sangat diacungi jempol membuat Yoga tiap malam dibuat susah tidur.
__ADS_1
Sambil menunggu pesanan mereka, mereka mendengarkan lagu yang dinyanyikan penyanyi yang difasilitasi pihak restaurant untuk menghibur para tamu.
"Terimakasih, untuk Nyonya dan Tuan apabila ada yang ingin merequest lagu dipersilahkan?", tanya sang penyanyi kepada para tamu.
Namun dari beberapa tamu pria ada yang maju ke depan menyerahkan sebuah kertas kecil berisikan request lagu dan sang penyanyi pun membacakannya.
" hahaha, mohon maaf sebelumnya, saya pun harus membaca karena ada pesan terselubung dari mas yang tadi request", ucap sang penyanyi sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala, karena penyanyi itu pun malu ketika harus membacakan tulisan tersebut.
Note :"untuk Mbak yang cantik berkerudung merah yang dipojok jangan sampai lolos, ada sebuah lagu untukmu, tolong dengarkan ya Mbak, Cantik-Kahitna", kira-kira begitulah isi tulisan tersebut dan membuat seluruh tamu tertuju kepada Rahma, karena hanya Rahma yang berjilbab merah, dan duduk dipojok.
Sesaat lagu itu habis dinyanyikan oleh sang penyanyi, pria yang merequest lagu itu datang ke meja dimana Rahma dan Yoga duduk, dan pria itu minta berkenalan serta meminta nomor telepon Rahma, Yoga pun merasa kesal karena Pria itu telah membuat Rahma merasa tidak nyaman, akhirnya Yoga secara halus mengusirnya dan mengatakan, " Maaf Mas, saya merasa keberatan jika Mas nya meminta nomor telepon istri saya ini". Pria itu pun langsung meminta maaf kepada Yoga dan Rahma, karena tidak tahu kalau Rahma sudah bersuami. Setelah Pria itu pergi Yoga, Rahma, Alam dam Hesti tertawa terbahak-bahak karena ucapan Yoga walaupun berbohong tapi membuat Pria itu kembali ketempat duduknya dengan rasa malu karena ditertawakan oleh teman-temannya.
Sesampai kembali kekantor setelah makan siang mereka kembali dengan kesibukannya. Sehingga para Office Boy yang sering bercanda dengan mereka saat ini tidak berani mengganggu. Waktupun sudah hampir malam, sudah saat mereka pulang kerumah. tapi diluar sana hujan, Rahma yang kekantor mengendarai motor jadi bingung harus bagaimana karena tidak mungkin pulang hujan-hujanan. Yoga pun inisiatif meminta Rahma pulang bersamanya naik mobilnya. Rahma pun langsung menyetujuinya.
Sesampai dirumah Rahma, Yoga memarkirkan mobilnya, karena Yoga memang berniat mampir dan berkenalan dengan keluarga Rahma. Niatnya hanya sebentar, namun tanpa sadar karena mereka asyik ngobrol sampai tidak sadar bahwa malam semakin larut menunjukan pukul 23:00 malam. Banyak yang mereka ceritakan, sampai Yoga pun menceritakan pengalaman kisah cintanya tanpa Rahma pernah bertanya kisah cintanya itu. Tadinya Yoga ingin menanyakan langsung kepada Rahma, apakah Rahma sudah memiliki kekasih atau belum, tapi diurungkan oleh Yoga, karena Yoga masih gengsi untuk menanyakan hal itu.
__ADS_1
Keesokannya pagi-pagi Yoga menjemput Rahma, karena Yoga sadar motor Rahma ditinggal diparkiran kantor. Dan Yoga pun tidak merasa direpotkan karena kebetulan pula jalannya searah dan dengan senang hati apabila diminta antar jemput Rahma yang menentramkan hatinya.
Sampai dikantor, kebetulan Rahma harus keluar rapat dengan seluruh sekretaris anggota dewan, sehingga diruangan Yoga hanya mereka bertiga, Yoga, Hesti dan Alam. Karena penasaran, Yoga merasa ini kesempatan yang baik karena Rahma tidak ada diruangan, dan Yoga bertanya bisik-bisik pada Alam, "Bang, Rahma udah punya calon suami belum sih?", dengan pertanyaannya seperti itu Alam yang sesama lelaki paham akan maksud Yoga, dan benar dugaan Alam selama ini kalau Yoga pasti ada perasaan lebih dengan Rahma karena terlihat dari sorot pandangannya ketika dengan Rahma.
" Belum.. masih jomblo doi hahaha," jawab Alam yang berbisik-bisik sambil meledek.
" Masa sih cewek secantik dia ga punya cowok, normalkan doi?", tanya Yoga karena tidak percaya kalau Rahma masih jomblo.
"Et dah buset ya gw mana tau doi normal apa enggak, gw belum pernah ngetest doi normal apa enggak,,", jawab ceplos Alam dengan tertawa berbahak-bahak. Yoga pun hanya tersenyum malu.
" terus gimana cara ngetestnya Bang?", timpal Yoga karena suasana makin tidak kondusif candaan Alam dengan Yoga sudah mengarah 17+. Hesti yang mendengarnya pun hanya geleng-geleng.
"Ya lu kawinin dia lha Ga..biar bisa ditest.. ", sahut Alam menjawab pertanyaan Yoga.
Yoga hanya tersenyum malu.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA